
"Kenapa sangat tega?, bagaimana dengan anaknya nanti?" gosip dari beberapa ibu-ibu yang berkerumun di depan rumah Bu Kotimah
Kafa yang melihat itu bersama Dirga masuk ke dalam rumah Bu Khotimah, perlahan-lahan.
"Hiks...hiks... hu..hu..hu.." tangis tersedu-sedu Bu Khotimah di dekat mayat suaminya yang sudah berlumuran darah, dia menangis penuh penyesalan,namun siapakah yang membunuh
Suaminya sudah terbujur kaku dan belumuran darah saat ini, beberapa orang menghubungi polisi juga ambulans, berharap supaya bisa di proses secepatnya.
Kafa dan Dirga berdiri mematung tak berkata apapun,terkejut dengan apa yang mereka lihat
Bu Khotimah disamping suaminya menangis dengan tersedu-seduh, di tangannya sudah berlumuran darah dan anak Bu Khotimah ada yang ketakutan hingga pingsan, karena masih kecil seharusnya tidak melihat hal ini terjadi .
Kafa melihat sekitar tak ada setan yang biasa membisiki dan mempengaruhi Bu Khotimah.
Keadaan sekeliling juga tak seperti biasanya, walau begitu Kafa pun melangkahkan kakinya mencari di semua sudut, tak patah semangat.
Saat berada di dekat pintu dapur dia melihat anak berusia sekitar 12 tahunan dia sangat kecil.
Tubuhnya kurus dia meringkuk sangat takut, lalu Kafa menghampiri anak itu dan jongkok.
Saat Kafa menatap wajah anak itu malahan menghindar dan merunduk, nampak sangat terkejut akan kematian Ayah tirinya dia adalah anak Bu Khotimah dengan mantan suaminya yang pertama.Anak itu sangat ketakutan dan dia tak mau menatap Kafa sama sekali .
__ADS_1
Kafa mengamati wajah anak itu namun anak itu menghindari dan menutup wajahnya, saat akan menoleh Dirga pun menarik lengan Kafa agar menjauhi ,tak ikut campur urusan polisi.
Beberapa saat ternyata ada beberapa polisi datang membawa ambulan, mereka segera menangkap Bu Khotimah mereka fikir yang membunuh adalah Bu Khotimah, karena sidik jari pada pisau itu hanya ada sidik jari pelaku.
Namun dari tangis Bu Khotimah tadi Kafa tau kalau ,dia tidak bersalah terlebih lagi kenapa saat mayatnya terbujur kaku agak lama, itu menandakan orang itu meninggal agak lama.
Namun Kafa hanya diam mengetahui hal itu. Dirga segera menyeret keluar agar Kafa tidak ikut campur lebih dalam lagi, takut Kafa lebih trauma lagi, karena sebelum dia ke rumah ini tadi sudah mengalami peristiwa yang amat menegangkan , sekarang di tambah lagi ada pembunuhan tetangganya sendiri.
Mereka berdua duduk di ruang tamu Kafa,dan Dirga memandang wajah Kafa yang tenang .
"Kau tak apa-apa?,kau terlihat hanya diam bicaralah aku mau mendengarnya." Dirga pun mau mendengar keluh kesah Kafa agar tidak memendam perasaan sedihnya sendirian lagi
"Aku tak apa-apa ,lagipula aku hanya ingin tahu kenapa Bu Khotimah mau melakukan hal itu?"Kafa berkomentar tentang kematian tadi .
Karena beberapa minggu yang lalu memang Kafa mengetahui kalau Bu Khotimah itu yang akan menghujamkan pisaunya kepada dada suaminya, namun tidaklah jadi karena Kafa sudah menghentikannya.
Namun kali ini dia tidak tahu lagi, karena Kafa tadi malam tinggal di rumah Dokter Armand, dan lagi memang setiap hari mereka selalu saja bertengkar, membuat para warga geram .
Maka saat di interogasi beberapa polisi, para warga memberi kesaksian kalau Bu Khotimah tiap hari dan suaminya itu selalu bertengkar.
Belum lagi setiap pagi, siang, malam, karena kebetulan suaminya tempramental, sangatlah pemarah, suka berjudi dan minum-minuman keras, membuat Bu Khotimah selalu marah .
__ADS_1
Kafa dan Dirga keluar rumah itu naik motor mencari angin segar, agar tak terlalu tertekan akan kejadian yang sudah di alami hari ini .
Saat ini mereka berdua pun berjalan-jalan di tempat yang ramai, ada festival entah ada festival apa, yang pasti banyak sekali orang berkostum hantu, atau mungkin mereka akan meniru festival Hallowen seperti di film-film.
Di jalan di penuhi orang memakai kostum, dari vampir, drakula,zombie,pocong,buto ijo, nenek lampir, gondoruwo,tuyul,kuntilanak dan masih banyak lainnya.
Dirga dan Kafa sangatlah kaget kenapa ada banyak sekali orang memakai kostum hampir mirip dengan aslinya, sangat menyeramkan .
Ada anak kecil yang sangat ketakutan dia pun menangis histeris, karena melihat satu orang yang sedang memakai kostum pocong mulai mendekatinya, serta mencolek pipinya yang gembil itu dia bermaksud menggoda saja .
"Hua...hua... hua.. mama ada pocong!!" anak itu berteriak sambil menangis histeris sangat ketakutan sekali.
Dirga dan Kafa hanya melihat dari kejauhan sambil menyandarkan tubuhnya mereka pada sebuah pagar besar,di sekitar jalanan tersebut
"Lihatlah anak itu sangat ketakutan, melihat ada orang yang sedang menggodanya." Dirga pun menyenggol bahu Kafa sebelah agar dia tak melamun saja.
"Ehhmmm, iya maaf ya aku lagi tidak fokus, apa kita cari makanan?,aku sangat lapar." Kafa mengajak makan Dirga karena sedari pagi dia belum makan, karena pagi tadi dia terburu-buru berangkat.
"Baiklah ayo kita cari makan." jawab Dirga.
Ada banyak tugas yang harus di kerjakannya di sekolahan , maka dari itu pagi-pagi sekali Kafa sudah ada di sekolahan seperti seorang murid yang sangat teladan,walaupun hanya berpura-pura saja.
__ADS_1
Mereka pun mencari makan siang yang tidak jauh dari acara festival itu, sambil mengamati jalanan yang ramai pengunjung .
Bersambung...