Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 107 "Hobby"


__ADS_3


Dirga tersenyum menatap keindahan Alam, berupa pantai dengan segala yang dimiliki nya,semua yang ada sangat bisa membuat perasaan rileks. Sesaat kita bisa menitipkan perasaan penat dan juga perasaan bersedih kita pada sang ombak itu. Agar bisa melalui hari selanjutnya dengan bebas tanpa beban.


Kafa pun kini duduk di pasir dan memandangi wajah Dirga yang tersenyum sangat bahagia.


"Mungkin, aku merasa memang bukan gadis beruntung, namun saat bertemu dengan hal seperti ini ,tiba-tiba aku merasa bisa menjadi beruntung, sangat beruntung sekali,walaupun semua kesedihanku terkumpul menjadi satu. Maka aku tidak kuasa membendung air mata maka akan ku tumpahkan saja, agar setelah itu aku tidak terlalu terbebani.Terimakasih ya telah membuat perasaanku membaik kini." batin Kafa, dia menatap ke arah Dirga yang sedang asyik saat ini mengambil gambar ke arah ombak di lautan.


Kafa duduk di temani butiran pasir putih,yang terhampar luas di tepi pantai yang indah.Dan sedang Dirga kini asyik mengambil gambar.


Beberapa saat Dirga melihat wajah Kafa yang tersenyum ke arahnya,dia mengambil gambar nya dari kejauhan. Terlihat wajah Kafa yang manis dan juga tirus, saat tersenyum manis ke arahnya terlihat lebih baik daripada tadi .


Kini perasaanya lebih baikan, mereka berdua menikmati waktu senggang di pantai sangat indah itu, sembari asyik mengambil gambar.


Dengan tiupan angin yang kencang rambut panjang Kafa berkibar, beberapa kali Dirga mengambil foto gadis itu. Dan dia berharap momen bersama gadis ini bisa di kenang di dalam gambar yang ia ambil, karena memang hoby Dirga mengambil foto, untuk di koleksi .


Setelah beberapa saat kemudian mereka pun duduk di pasir sambil melihat hasil foto nya.


Dirga duduk di samping Kafa beralaskan pasir putih, di temani suara deburan ombak lautan yang menentramkan jiwa kita,menghilangkan kepenatan manusia walaupun hanya sesaat saja. Namun saat terdengar deburan ombak seperti musik, melodi, juga suara kebebasan.


"Lihatlah hasil fotonya bagus-bagus bukan?" tanya Dirga sambil menunjukkan hasil foto ke Kafa, dia pun melihat dengan antusias.


"Sejak kapan kau mempunyai hoby menjadi fotografer?" tanya Kafa, dan melihat semua hasil foto Dirga saat ini.

__ADS_1


"Sejak kecil, kau tahu aku ini adalah pria yang selalu kesepian, walau sering berkeliling ke luar negeri, atau tempat wisata lainnya tetapi aku kemana-mana selalu sendirian, bahkan kedua orang tuaku itu selalu sibuk dengan urusannya saja." gerutu Dirga dia pun mulai merebahkan tubuhnya di atas pasir putih itu.


Mendongakan kepalanya dan menatap langit yang bewarna biru cerah. Lalu dia membuka suaranya, dengan terderngar sedih.


"Kehidupan ini sangat sulit bagi siapapun, jadi aku harap jangan merasa bebanmu itu adalah yang paling berat." gumam Dirga ,dia melihat wajah Kafa kemerahan terkena sinar matahari


Kafa hanya diam tak menjawab ucapan Dirga. Hanya memandanginya saja dengan tatapan sendu.Kafa pun mendekatkan tangannya,lalu ia menggenggamnya erat.


"Aku juga sangat sedih, kau tahu setiap tahun aku selalu merayakan ulang tahunku, namun aku merasa sebaiknya tidak merayakannya, kau tahu kenapa?, karena sangat memuakkan dan juga membosankan,orang tuaku hanyalah memberiku hadiah, tak pernah hadir walaupun mereka sudah janji padaku, mengusahakan untuk pulang ke Indonesia."


"Mereka selalu ingkar, tak pernah sama sekali datang menjengukku, aku ingin seperti anak lainnya, tapi beruntung nya aku tidak terlalu ambil pusing, sejak itu aku menyalurkan hoby menjadi fotografer, setiap saat aku pergi ke suatu tempat ,maka aku pasti mengambil gambar, untuk di jadikan kenang-kenangan."


gumam Dirga, lalu ia pun saling menatap satu sama lainnya.


Mereka berdua pun menatap langit indah dan terang saat ini, dengan bermandikan butiran pasir .


"Kau ingin berkuliah dimana Kafa jika kau sudah lulus SMA?" tanya Dirga pada Kafa.


"Aku ingin jadi Dokter anak saja, aku rasa aku akan kuliah jurusan kedokteran." jawab Kafa.


"Benarkah?, semoga kau lulus ya dengan nilai yang baik." ujar Dirga dan tersenyum menatap langit.


"Aku harap juga begitu." jawab Kafa dan dia menutup kedua kelopak matanya.

__ADS_1


Sejenak karena tiupan angin sepoi-sepoi itu, membuat Kafa merasa nyaman, apalagi pasir yang hangat itu menyerap sinar matahari,dan terasa hangat saat tubuh mereka merebah di atasnya saat ini.


Dirga tak menutup kelopak matanya, malah menikmati suara ombak yang berdebur saat ini, dan memiringkan badanya menatap wajah Kafa yang tirus terlihat agak kurusan,mungkin itu karena Kafa yang lebih sering melupakan jam makannya, tak pernah teratur sering lupa makan.Dirga melihat wajah cantiknya merasa sangat senang,walaupun dunia ini terasa tak adil, sering sekali melukai perasaannya, tapi saat bersama dengan orang yang kita anggap bermakna maka, beban perlahan-lahan terasa hilang dengan sendirinya.


"Tidurlah sesukamu disini, aku rasa kau itu hanya butuh waktu beristirahat." ucap Dirga mendekatkan wajahnya, dan mengecupnya.


Kafa tetap tidur terlelap merasa nyaman di hamparan pasir, dengan suasanannya yang sangat mendukung.Tertidur untuk sementara bisa membuat badan yang kelelahan merasa lebih baikan jika terbangun nantinya.


Dirga melihat hasil gambarnya tadi beberapa foto, pemamdangan lautan yang nampaknya indah dengan ombak bergulungan.


Dia terhenti seketika pada sebuah foto yang ada gambar anak kecil dan seorang ibu, dia mengira tak sengaja mengambil gambarnya beberapa pengunjung pantai. Dirga pun mulai mengamati foto itu dengan seksama, apakah tidak salah lihat.Namun beberapa kali setelah melihat memang foto itu nampak aneh, mau menanyakan pada Kafa, tapi saat ini sedang tertidur lelap. Takut mengganggunya, hanya bisa menunggu Kafa itu, hingga dia membuka kelopak matanya, terbangun dari tidur siang.


Beberapa menit pun berlalu namun gadis itu tetap belum terbangun, masih terlelalp. Dirga pun menggoyangkan sedikit lengannya, biar segera terbangun.


"Kafa...Kafa... Kafa Kau tak bangun, aku ingin bertanya padamu?" tanya Dirga,dan berusaha membangunkan Kafa.


Akhirnya dia mulai membuka kedua matanya, dan menatap Dirga dengan pandangan agak terkejut. Seolah ia mengetahui apa yang telah terjadi.Dirga menatapnya dengan pandangan yang serius. Begitu juga Kafa .


"Ada apa Dirga?, memang ada hal aneh apa? Hoaaam." sambil menguap dan duduk di atas pasir.


"Lihatlaaah, ibu dan anak ini, gambar aneh ini aku dapat dari situ." sambil menunjuk ke arah di dekat batu karang dan ada sebuah pohon kelapa yang menjulang tinggi.


Kafa melihat dengan cermat gambar Dirga ,ia menatap ke tempat yang di tunjuk itu.Terlihat ada arwah seorang ibu dan juga anaknya itu, berjalan perlahan-lahan dengan wajah yang pucat dan baju lusuh dan compang-camping.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2