Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 85 "Ulang Tahun Sekolah"


__ADS_3

Di sekolah hari ini ada sebuah lomba karena untuk merayakan ulang tahun sekolahan yang ke 35 tahun maka , mengadakan lomba untuk semua siswanya, mulai dari kebersihan kelas, lomba cerdas cermat, lomba sepak bola, dan juga lomba-lomba lainnya.


Kebetulan hari ini adalah lomba kebersihan kelas, karena itu semua murid membersihkan kelasnya, menata sedemikian rupa dan juga taman kelasnya yang berada di depan kelas, di hias agar lebih indah. Semua para murid sangat antusias.


Setelah semua murid membersihkan dan juga menata pot bunga di taman depan kelasnya masing-masing, mereka pun berharap semua bisa memenangkannya, besok adalah lomba olahraga, semua kelas harus mengirim wakil untuk lomba, ada lomba basket, sepak bola, dan juga voly, mereka semua memilih untuk para wakilnya yang akan bertanding dengan siswa lain kelas lainnya.


Kafa yang sibuk membersihkan kelasnya ada banyak para lelaki yang bergerombol, mereka saat ini sedang bermusyawarah, karena ingin mendapat wakil yang bisa memenangkan.


"Hei, ini sudah di putuskan siapa saja yang akan mewakili lomba-lomba olahraganya?" ucap dari ketua kelas sembari memperlihat kan hasil, musyawarah itu.


"Baiklah, besok kita bertanding aku pasti akan mengalahkan semua lawanku." ujar dari salah satu siswa pria dengan percaya diri tinggi .


Mereka para lelaki berhamburan setelahnya, dan tidak ada yang mau membersihkan kelas, mereka hanya menyukai ajang olahraga tidak berminat untuk bersih-bersih.


Kafa dan juga semua para siswi lainnya sibuk membersihkan kelas, dan setelahnya menata pot bunga di taman depan kelas mereka.


"Kafa, maukah kau nanti sore melihat para cowok latihan olahraga?, pasti keren sekali! " ucap Lita dengan membayangkan banyak para siswa cowok keren-keren berkeringat, dan berlarian kesana kemari.


"Oh, maaf karena aku rasa aku tidak bisa , jika sore aku membantu Dokter Armand di klinik." ujar Kafa mwnolak ajakkan Lita.


"Waah... sayang sekali, padahal sangat keren dan menyenangkan." ucap Lita dengan loncat -loncat kegirangan.


Karena dalam bayangannya banyak siswa akan berlatih, dengan semua perwakilan dari kelas maka, semua pria keren akan muncul nanti sore, dan otomatis semua para siswa berprestasi dan para cowok cool dan tampan akan muncul di hadapan banyak penggemar.


Para penggemar semua terdiri dari para siswi yang mengidolakan para siswa di anggapnya keren,dan sangat cool jika berada di lapangan


"Iya Kafa, kau ikut saja kau benar-benar tidak mau melihat banyak pria tampan akan hadir." ajakan Siwi teman sekelasnya itu dan dengan tersenyum sumringah.


"Maaf sekali , aku harus membantu Dokter dan tidak punya waktu untuk melihatnya ." ucap Kafa dengan lirih dan mereka sudah menyelesaikan tugas mereka semua.


"Ahhhh akhirnya sudah selesai, aku sudah tak sabar nanti sore akan melihat asupan nutrisi, mataku terasa bening."ucap Lita dengan nada sangat senang, karena akan melihat banyak sekali pria tampan yang akan muncul.

__ADS_1


"Iya, Lit nanti kita baris di depan ya, di dekat para cheer leader, kita bisa melihat mereka sepuasnya." ucap dari Siwi dengan tersenyum kegirangan, karena bisa melihat jelas para coker... cowok keren.


Kafa hanya berekspresi datar saja karena tak tertarik sama sekali dengan kegiatan lomba, yang akan di adakan sekolahan. Dia teringat kalau Dokter Armand itu masih belum pulih benar. Sepulang sekolah dia akan berencana merawat agar cepat sembuh dari traumanya.


Tiba-tiba ada dua pria sudah ada di depannya, yaitu Miko dan Dirga, mereka berdua beradu pandang, dengan tatapan tajam karena saat ini hubungan mereka tidak baik.


"Kenapa kau kemari?" tanya Miko sambil menyeringai.


"Seharusnya aku yang tanya, kenapa kau itu kemari dasar pria mes*m !!"ucap Dirga karena dia tidak menyukai Miko sama sekali .


"Aku sedang menengok gadis cantik itu, dia mempunyai mata biru yang indah, kenapa kau melotot.?!" ucap Miko nyolot,dan menyenggol bahu Dirga dengan emosi.


"Dasar, kurang ajar kau !!"sambil mengepalkan kedua tangannya yang kekar.


"Sudahlah Dirga ayo kita pergi dari sini." ucap Kafa menarik lengan Dirga agar pergi , agar mereka tidak bertengkar.


Namun Miko menarik tangannya Kafa dengan kasar sekali, maka gadis itu meringis karena merasa kesakitan.


"Arghh... sakit lepaskan aku Miko." ucap Kafa agar dia mau melepaskan tangannya.


Dirga pun langsung melayangkan pukulannya, secara cepat dan sekuat tenaga.


"Buaagh, buagh, buagh."


"Beraninya kau itu memukul wajahku, sampai keluar darah,sialaaan !!!"umpat Miko lalu dia melayangkan tinjunya dengan menyeringai.


"Buagh, buagh,buagh..."


"Sudahlah Dirga jangan hiraukan dia kita pergi dari sini." ucap Kafa memelas.


"Biarkan aku membalasnya dulu !!" jawabnya dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja." ucap Kafa memelas.


Setelah melihat wajah Kafa, Dirga pun patuh namun masih menatap penuh dendam pada Miko, begitu sebaliknya, dan Miko mengelap darah dari bibirnya karena pukulan Dirga.


"Daripada kita nanti berurusan dengan Guru, lebih baik abaikan." ucap Kafa lirih memelas.


Mereka berdua pun meninggalkan Miko di kelas Kafa ,saat ini Dirga dan Kafa berteduh untuk mendinginkan emosinya.


Berteduh di bawah pohon kelengkeng dan Dirga beberapa kali menghela nafas.


"Pria gila itu, tidak berhenti mengganggumu, aku sangat membencinya!" gerutunya dengan sebal, nampak sorot matanya tajam menyala.


"Aku berharap dia mati saja !!" melotot sambil menyeringai, karena Miko beberapa kali udah mengganggu Kafa.


"Sudahlah, anggap saja angin lalu, kita habis ini pulang untuk merawat Dokter Armand." ucap Kafa dengan nada lembut dan juga lirih, agar Dirga mendingin,dan menurunkan emosi


"Kau tahu aku perwakilan basket, habis ini aku berlatih, bisakah kau di sekolah saja dan kau menemaniku." ucap Dirga menggenggam erat jemari kecil Kafa.


"Tapi Dokter bagaimana?,dia kan sendirian." ucap Kafa dengan menatap wajahnya yang terkena sinar mentari.


"Biarkan Susan, banyak pembantu di rumah." bujuk Dirga kepada Kafa agar mau menemani untuk berlatih, karena besok semua anggota tim olahrga bertanding untuk mewakili kelas masing-masing.


"Hem, apakah tidak apa-apa?, aku khawatir."


"Aku rasa tak apa-apa, jika kita pulang maka aku tak bisa berlatih,ayolah hanya sebentar." bujuk Dirga agar Kafa menunggu dia berlatih.


"Baiklah, tapi nanti segera pulang jika sudah selesai ok." permintaan Kafa dengan suara lembut.


"Iya,lagian kenapa kau selalu perhatian?, apa kau perawatnya ?!,hemmm." ledek Dirga dia menyeringai dan sewot karena Kafa perhatian pada Dokter Armand.


"Kau ini... aku menghawatirkan Dokter ckk, kenapa kau malah meledekku??" ujar Kafa dia membuang muka agak sebal akan ledekan dari Dirga tersebut.

__ADS_1


Dirga merasa gemas karena baru kali ini Kafa yang pemalu, dan pendiam marah kepadanya.


Bersambung...


__ADS_2