Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 108 "Arwah di Pantai"


__ADS_3

"Kafa...Kafa... Kafa Kau tak bangun, aku ingin bertanya padamu?" tanya Dirga,dan berusaha membangunkan Kafa.


Akhirnya dia mulai membuka kedua matanya, dan menatap Dirga dengan pandangan agak terkejut. Seolah ia mengetahui apa yang telah terjadi.Dirga menatapnya dengan pandangan yang serius. Begitu juga Kafa .


"Ada apa Dirga?, memang ada hal aneh apa? Hoaaam." sambil menguap dan duduk di atas pasir.


"Lihatlaaah, ibu dan anak ini, gambar aneh ini aku dapat dari situ." sambil menunjuk ke arah di dekat batu karang dan ada sebuah pohon kelapa yang menjulang tinggi.


Kafa melihat dengan cermat gambar Dirga ,ia menatap ke tempat yang di tunjuk itu.Terlihat ada arwah seorang ibu dan juga anaknya itu, berjalan perlahan-lahan dengan wajah yang pucat dan baju lusuh dan compang-camping.


Kafa mendekati karang, dan Dirga mengikuti nya, tepat di samping karang arwah ibu dan anaknya itu merintih kesakitan, dan menangis dia meceritakan perihal tentang kematiannya.


Anaknya itu terseret arus ombak lautan saat pasang, dan ibunya mencoba menyelamatkan anak itu,namun mereka berdua malah terseret ombak yang kian deras.Tubuh mereka tidak di temukan karena terhimpit karang untuk waktu yang lama, dan mayatnya hancur terkena air laut kebetulan beberapa bulan lalu memang pasang. Ombak laut memang sangat bahaya. Apalagi jika sudah ada tanda bendera merah di sekitar zona bahaya, tidak boleh di lewati oleh pengunjung.Karena memanglah ada saja pengunjung yang agak bandel melewati zona aman. Dan melewati zona bahaya yaitu keluar dari tanda merah yang sudah di berikan oleh petugas penjaga pantai tersebut.


Sebenarnya tidak satu atau dua kali, banyak sekali pengunjung bandel yang berujung pada maut.Karena memang pada saat ombak yang sedang pasang maka air laut itu akan meluap sampai bibir pantai. Dengan ombak kuat yang bergulungan.Namun sangat sering membawa korban para pengunjung yang tidak mematuhi peraturan dari petugas di pantai.


Arwah ibu itu bercerita sangat banyak sekali korban saat ombak laut pasang karena kalau saja para pengunjung tak bandel,maka semua akan aman terkendali selama masih berada di zona aman,tidak melewati zona berbahaya .


Untung saja saat Kafa dan Dirga berkunjung pantai sedang surut, maka tak terlalu bahaya. Mereka berdua bisa mengambil gambar yang mereka berdua inginkan,karena banyak sekali ikan-ikan kecil berenang di sekitar air bersem bunyi di dekat karang. Agar tidak tertangkap .


Arwah ibu dan anak itu menghilang setelah menceritakan kejadian naas,saat meninggal dunia terseret ombak pasang. Dirga bertanya pada Kafa dan menatap lekat wajahnya.


"Apa yang mereka bicarakan tadi Kafa??" tanya Dirga kepo kepada Kafa, dan melihat sekitar karang. Celingukkan ke kanan dan ke kiri. Namun tak bisa melihat apa-apa.

__ADS_1


"Mereka bercerita tentang kematian mereka, karena terseret ombak pasang."ujar Kafa lalu dia menundukkan kepala, menengadahkan kedua tangannya. Memberi do'a pada kedua arwah itu agar bisa tenang .


Beberapa saat pun Dirga mengajaknya untuk mencari spot yang bagus, karena pantai yang ramai pengunjung biasanya mempunyai daya tarik tersendiri , maka mereka semua sangat menyukai keadaan yang mereka harapkan.


Saat berjalan lurus ternyata ada sebuah tanah kecil dengan banyak pepohonan yang rimbun. Mereka berdua berjalan menuju ke arah sana . Memang benar tempat itu sepi tak ada satu pun pengunjung yang berada di sana.Dan ada sebuah cekungan berbentuk seperti cawan,


dan bisa untuk bermain air. Ada suara kicau an burung yang merdu terdengar disitu.


"Kafa apakah tempat ini aman?, tak ada satu pun makhluk halus ?" tanya Dirga berjalan ke arah dekat cekungan yang seperti danau itu.


"Aku rasa tidak ada, tapi kenapa tak ada satu pengunjung yang kemari ya??" gumam Kafa .


"Apakah mereka tidak tahu kalau disini ada tempat sebagus ini?" gumam Kafa lagi dia mengamati tempat ini, cahaya sinar mentari yang menerobos, di celah-celah pepohonan .


Ada beberapa burung asyik berkicau dan juga bertengger di sebuah pohon yang menjulang. Dirga tertarik dengan objek tersebut, dia pun berusaha untuk mendapatkan gambar .


"Kafa kau tunggu disini, aku mau mengambil gambar burung yang bertengger itu ok." Dirga pun berjalan ke arah pohon yang menjulang tinggi itu, namun burung yang indah terlalu tinggi untuk di jangkau lensa kameranya .


Kafa melihat Dirga dari kejauhan mengamati dan bermain air di cekungan air itu, ternyata di cekungan itu banyak ikan kecil warna-warni


Kafa pun akan berteriak untuk memanggilnya.


"Dirgaaaa... Kemarilaaah... disini banyak ikan warna-warni, daripada kau disitu terlalu tinggi tak bisa di jangkau kameramu." teriak Kafa ,ia pun menoleh ke arah Dirga namun dia tak ada

__ADS_1


"Kemana perginya?" gumam Kafa dan berlari ke arah pohon tinggi itu.


Namun Dirga tidak ada batang hidungnya, dia merasa khawatir baru saja dia melihatnya ada di sekitar situ. Namun saat ini tak ada bahkan suaranya tak terdengar sama sekali, bagaikan di telan oleh bumi.


"Jangan bercanda Dirgaaa... Ayolah dimana kamuuuu??" teriak Kafa,lalu ia pun menyusuri daerah itu siapa tahu Dirga tersesat di daerah situ. Kafa tetap mencarinya karena dia fikir kalau Dirga hendak mengambil gambar yang bagus namun dia tersesat saat ini.


"Ya Tuhaan... Apa dia tersesat??" batin Kafa.


Sudah satu jam lamanya di berkeliling tempat itu selama beberapa kali,namun tidak melihat batang hidungnya.Biasanya ia akan langsung muncul jika di panggil. Namun kali ini dia tak ada sungguhan apa yang sebenarnya terjadi pada pria itu. Kenapa membuat khawatir saja.


"Sudah satu jam aku berkeliling tapi kenapa tak menemukannya?,padahal tempat ini tak begitu luas." gerutu Kafa, lalu matanya tertuju pada sebuah pohon amat besar dan berbeda dengan pohon lainnya.


Dia berjalan dengan pelan-pelan mengamati warna pohon itu, berkilauan dan juga bersinar seperti emas. Dia semakin dekat pada pohon emas itu. Akhirnya sampailah gadis bermata biru di depan pohon besar berukuran sekitar 15 meter tingginya,dan berdiameter 1,5 meter.


Kafa mengamati lekat-lekat pohon emas itu apa ada yang aneh, atau berbahaya dengan pohon yang berada tepat di depannya.Namun tidak ada hal yang terjadi padanya. Pohon itu juga tak bergerak, tidak mempunyai seorang penunggu atau arwah yang tinggal disana .


"Apa Dirga tersesat di sini ya??" batin Kafa .


Pohon itu pun mengeluarkan serbuk emas di dekat Kafa seperti dunia dalam dongeng saja.


Dan tiba-tiba suasana di tempat itu berkabut .


"Apaaaa iniiii?" teriak Kafa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2