Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 116 "Mimpi Buruk"


__ADS_3

"Kafa bolehkah aku bertanya??" tanya Susan.


"Boleh, memangnya apa?" tanya Kafa balik.


"Apa kedua bola matamu itu asli dari lahir?, aku sangat penasaran sekali..." tanya Susan.


"Ehm, saat aku bayi aku mempunyai kedua bola mata hitam, namun entah kenapa aku sekarang kedua bola mataku bewarna biru?" jawab Kafa pada Susan, dan ia pun seketika berfikir ada benarnya Susan kenapa kedua bola matanya saat ini bisa bewarna biru.


"Apa kau pernah operasi mata sebelumnya?" telisik Susan kepo pada Kafa dan menyimak dengan antusias.


"Aku tak tahu Susan, saat aku mau bertanya kedua orang tuaku sudah meninggal dunia.." jawab Kafa jujur pada Susan dan seketika kepala Kafa sakit, seperti mau pecah.


Dengan memegangi kepala Kafa mengerang kesakitan. " Arrgggghhh...."


"Ada apa Kafa??, apa yang sakit mana??" tanya Susan, dan berdiri di samping Kafa yang sedang kesakitan.


Perkataan Susan membuatnya Kafa tiba-tiba kesakitan hebat. Kepalanya ada sesuatu yang seperti muncul dan tenggelam. Ingatan masa lalunya sebelum dia mempunyai mata biru itu


Ternyata Kafa mendapat ingatan yang masih samar tentang masa lalunya itu.


Beberapa menit kemudian setelah kejadian itu Susan menatap Kafa dengan pandangan aneh, dan sedikit curiga apa yang sebenarnya terjadi padanya kenapa rasa sakit Kafa yang tiba-tiba itu,membuat gadis itu semakin kepo.


"Apakah sebaiknya kau beristirahat saja?,aku lihat kau sangat lelah, dan terlihat lemas." Susan memapah Kafa masuk dalam kamar nya. Merebahkan tubuhnya itu, saat ini waktu tepat pukul 03.00 wib dini hari sangatlah pas untuk beristirahat.


"Aku akan menunggumu disini sampai kau tertidur ya." bisik Susan pada Kafa, dengan sabar gadis itu melihat Kafa mulai menutup kelopak matanya. Setelah beberapa menit berlalu dia tidur dan terlelap.


Susan pun pergi dari kamar Kafa, dia masuk ke dalam kamarnya sendiri.Namun seperti biasa Kafa bermimpi buruk, dan dia saat ini di kejar oleh seseorang, dengan berlari sekuat dan sekencang mungkin dia menghindarinya.

__ADS_1


Dengan langkah kakinya tanpa alas, terseok- seok berlari sebisanya. Dia berada di sebuah hutan dengan banyak pohon yang menjulang tinggi. Karena malam gelap tak bisa melihat apa-apa. Kafa berlari terus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kejaran makhluk .


Beberapa kali telapak kakinya terkena duri. Namun tak dia pedulikan yang dia tahu hanya lari dan terus berlari ke arah yang lebih aman.


"Berikanlaahhh ragamu padakuu hi..hi..hi.." pekik makhluk yang bertudung hitam itu, dia semakin mendekati Kafa saat ini.


"Pergilaahhh...Pergi...pergii...!!" ujar Kafa dan tubuhnya kini mengeluarkan keringat dingin.


Suaranya terdengar sampai kamar Susan dan juga kamar Dirga, mereka berdua terbangun dan segera menuju ke kamar Kafa.Melihatnya kalau dia mengigau dan bermimpi buruk.


"Kafa, bangunlah, bangunlah, aku ada disini kau sedang mengigau, bangunlah itu hanya mimpi buruk." ujar Dirga berusaha membuat Kafa terbangun.


Tidak berselang lama,dia akhirnya terbangun mengerjapkan kedua kelopak matanya yang indah itu,melihat Dirga dan Susan sudah ada di dalam kamarnya.


"Maafkan aku, apa suara teriakanku sudah membangunkan kalian??" tanya Kafa dan ia menatap Susan dengan pandangan sendu.


"Kenapa kau menutup pintunya?, kau sudah gila!!" ujar Kafa menyeringai ke arah Dirga.


" Kau yang gila !!!, sudah ayo kita tidur....!!"


Dirga meringkuk di kasur kecil Kafa membuat gadis itu bertambah tidak nyaman.Merasakan ada hal yang aneh kenapa seorang gadis bisa tidur satu kamar dengan seorang pria.


"Tidurlah, aku tak akan melakukan hal aneh padamu..." ujar Dirga membelakangi Kafa.


"Ha...Terserah kau sajalah.." ujar Kafa dan dia tidur di sebelah Dirga,meringkukkan tubuhnya yang ramping di atas kasur kecilnya.


Alhasil Kafa tak bermimpi buruk lagi, mereka berdua tidur dengan gaya yang bebas,semua bantal dan selimut berjatuhan di bawah kasur.

__ADS_1


Karena tubuh Dirga tinggi dan besar maka ia tak nyaman dengan kasur Kafa yang kecil.


Maka dia akan mengganti kasurnya dengan yang lebar dan besar, agar muat jika untuk tidur berdua.


"Haaa... Kasurnya kenapa kecil sekali??" gerutu Dirga dan melihat wajah Kafa yang tertidur pulas. Dengan wajah polosnya tak memakai make up sama sekali, dan tanpa ada polesan dia terlihat begitu anggun dan cantik.


"Wah, kau bisa tidur pulas, aku yang tidak bisa tidur kali ini, Aku hanyalah bisa melihat wajah yang anggun dan cantik ini." ujar lirih Dirga yang memuji kecantikan Kafa.


Beberapa menit Dirga pun tertidur juga di dekat Kafa, mereka tertidur tanpa bermimpi buruk lagi.Dan waktu pun terus berjalan tanpa ada yang tahu sepasang mata merah datang lagi mengintai dari balik celah kamar Kafa.


Tanpa ada yang mengetahuinya, sepasang mata merah itu benar-benar berada di dekat gadis bermata biru itu, dan menatap tajam ke arahnya. Dengan sorot mata tajam menyala.


Sungguh amat menakutkan jika harus di lihat langsung, tapi karena mereka berdua sedang tertidur pulas maka, mereka berdua tidak tahu dalam kesunyian malam. Beserta udara yang dingin ini mengiringi, dia menatap lekat-lekat Kafa dengan kedua mata merahnya itu.


"He...he..he... tak akan ku lepaskan kau, tidak akan bisa lari kemanapun kau pergi...hi..hi..hi" suaranya terdengar dan terkekeh, setelah itu dia terbang dan menghilang.


Kafa seketika bangun dia mendengar ucapan itu dengan jelas.Tidak salah lagi bukan mimpi suara kekehan dan suara yang menginginkan jiwanya adalah iblis yang mengincarnya saat ini. Seketika Kafa berjalan menyusuri jalan ke arah dapur untuk mencari minum.


Di dapur sepi tak ada orang sama sekali, dia pun duduk sambil meminum air putih.Sambil mengingat-ingat mimpi buruk beserta suara yang jelas adalah suara kekehan iblis.


"Apakah mau dia kenapa selalu membuatku seperti ini??" batin Kafa dan menyandarkan kepalanya di atas meja.


"Apa dia mengincar nyawaku?, apa tubuhku ?, jika itu tidak membahayakan orang banyak maka aku mengorbankan nyawaku." batinnya.


Jam menunjukkan pukul 05.00 wib dan para pelayan banyak yang bangun dan melakukan, tugasnya ada yang memasak, ada yang saat ini bersih-bersih. Mereka pun membangunkan Kafa yang tertidur di meja makan, dan kepala gadis itu di sandarkan di meja dengan posisi duduk. Dia kelelahan karena beberapa kali harus terbangun, kali ini para pelayanlah yang membangunkannya. Sambil mengerjapkan kedua bola matanya dia terbangun.


Pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, beberapa kali para pelayan berbisik -bisik terdengar para pelayan sibuk bergosip. Karena semalam Kafa tidur di kamar yang sama dengan tuan mudanya. Kafa merasa aneh dan risih para pelayan itu menggosip tapi terdengar olehnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2