Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 51 "Dari Manakah"


__ADS_3

Satu minggu kemudian keadaan sudah agak membaik, walaupun Kafa masih sama tidak terlalu suka dengan kedua matanya yang bisa melihat semua makhluk halus, membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang dan nyenyak terlebih lagi di malam hari.Baginya bola mata miliknya yang spesial itu membuatnya harus tersiksa, dan hanya akan membuatnya tidak nyaman dimana pun dia berada.


Hari ini berada di sekolahan sedang pelajaran olahraga, dia berlari keluar untuk mengelilingi gedung sekolahan ini, bersama teman-teman nya, karena Kafa tak satu kelas dengan Dirga maka Dirga hanya melihatnya dari kejauhan.


Saat beberapa kali teman pria Kafa berlarian mengitari gedung sekolahan ini, ada hal yang nampak aneh dan ganjil, mereka semua dapat berlari keliling dengan cepat sekali mereka itu setelahnya berbaris dan merokok di sekitaran belakang sekolah yang nampak angker itu .


Banyak siswi perempuan begidik ngeri tidak berani bahkan hanya mendekat saja,namun para lelaki ini sangatlah tumben sekali semua nampak bergerombol beramai-ramai di dalam gedung yang sudah lama tebengkalai itu.


Sesekali Kafa mendengar suara desisan dan juga suara makhluk halus yang berbisik-bisik di telinganya, dan ada juga beberapa makhluk halus yang mendekat ke segerombolan para lelaki itu, namun mereka tidak melihatnya .


Kafa mendekat pada para segerombolan itu, dan hendak memberinya saran agar mereka semua tak berada di situ. Karena Kafa punya perasaan yang tidak enak jika melihat bentuk gedung yang lama terbengkalai itu, belum lagi aura mistis,ganjil dan menyeramkan langsung membuat bulu kuduk meremang setiap saat .


"Hei, teman-teman aku harap kalian pergi dari situ, carilah tempat lain saja." saran Kafa saat ini pada teman-temannya agar pergi dari situ .


"Hei, pergilah gadis aneh !!!, apa urusanmu itu lagipula tumben kau bisa bicara." dia pun lalu menyeringai ke arah Kafa dengan tatapannya yang tajam, serta meremehkan.


Serta di sekitar para segerombolan para pria banyak para makhluk halus, yang mendekati mereka saat ini. Namun hanyalah Kafa yang dapat melihatnya, mereka sangatlah senang karena para gerombolan lelaki nongkrong di situ membuat para makhluk halus sangatlah puas, bisikkan mereka padanya pun berhasil .

__ADS_1


"Aku hanya memberi saran dan aku juga tak mau ikut campur dengan urusan kalian." Kafa meninggalkan mereka semuanya melanjutkan olahraga lari nya.


Setelah selesai dia pun masuk ke sekolah dan beristirahat di dekat kantin sekolahan, dengan meneguk beberapa air mineral dan menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi saat ini.


Beberapa makhluk halus pun mendekati Kafa memberinya laporan karena, di gedung yang terbengkalai tepat di belakang sekolahannya itu ada banyak roh. Dan juga makhluk halus sangatlah berbahaya sekali.


Terlebih memanglah benar kalau di sana ada Iblis sangat haus darah dari para perjaka, dan dia menyukai jantung yang berdegup indah.


"Dengar Kafa kau tak ingin tahu makhluk apa yang berada di belakang sekolah?" ujar salah satu hantu yang berkerumun saat ini mereka duduk di samping Kafa semuanya.


"Hem, walau kau berpura-pura tak ada guna kau itu bisa melihat kami, kenapa kita tidak berteman saja Kafa?" salah satu hantu itu merengek pada Kafa agar berdamai, dan dia berharap kalau Kafa mau mendengarkannya menjawab, serta mau berbincang-bincang .


"Kalau kau berteman dengan kami sangatlah enak, bukankah perpaduan yang sempurna." saran dari salah satu hantu itu pada Kafa .


"Ayolah Kafa sampai kapan kau berpura-pura hei?,lagipula matamu tak akan pernah bisa normal." saran dari salah satu hantu lainnya.


Kafa memandangnya saat ini namun tetap tidak berbicara sepatah kata pun, dia hanya manatapnya dengan pandangan yang sedih, dia berharap akan bisa menjadi gadis normal sama seperti dengan lainnya.

__ADS_1


"Lagipula mustahil, terimalah kedua matamu bagus dan cantik, apa salahnya berteman iya kan?,kami juga baik." mereka semua menatap wajah Kafa yang terlihat semakin bersedih .


Mereka para hantu menemani istirahat Kafa di iringi dengan angin yang sepoi-sepoi, dan dedaunan kering yang terhempaskan semua karena mereka tertiup angin siang ini, mereka berterbangan pasrah menikmatinya dorongan juga kekuatan angin yang mengacak-acaknya


Semakin banyaknya tumpukkan dedaunan di atas tanah ini, sesekali mereka menimbulkan suara gesekkan seperti gesekkan alunan dari senar musik biola , namun melodinya terasa sedih terdengar di telinga Kafa.


"Kenapa aku bisa seperti ini??, dari manakah, mata biru yang bisa melihat semua makhluk halus ini??"batin Kafa melihat tumpukkan dari dedaunan kering yang seperti gesekkan senar biola dengan bernada sendu dan sedih itu .


Waktu terus berputar sekarang ia pun sudah berada di klinik kecil tempat praktek Dokter Armand. Kafa menjadi asistennya agar Kafa bisa membantunya sekaligus mendapat uang tambahan, agar Kafa bisa hidup mandiri juga .


Banyak para pasien Dokter Armand hari ini, beberapa hewan terkena penyakit, dan ada juga beberapa hewan yang lainnya itu tidak bernafsu makan.


Mereka semua itu para pemilikknya rela antri panjang sekali dan menunggu giliran mereka masing-masing.Sambil menggendong hewan peliharaanya itu layaknya anak mereka sendiri Kafa sangatlah sabar sekali melayani semua para pengunjung saat ini.


Dokter Armand memeriksa satu per satu dari hewan tersebut, ada yang di suntik vaksinasi agar terbebas dari beberapa penyakit bahaya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2