
"Apa kau sering mengalami hal seperti ini?, dan aku rasa kau sudah terbiasa." Dirga agak mendingin kepalanya setelah menenggak jus jeruk dingin, dia pun mulai normal tak merasa emosi dan mulai penasaran.
"Sebenarnya, aku hanya beberapa hari saja disini,namun Dokter Armand adalah pria yang penyabar, aku ini belajar banyak darinya."ucap Kafa dengan lirih dan sopan dia pun duduk di samping Dirga sambil tersenyum manis.
"Oew... kau menyukai Dokter tua itu?" tanya Dirga emosi karena Kafa lebih mengaggumi sifat Dokter Armand yang bijaksana, serta ia penyabar membuat Kafa belajar banyak dan menjadi gadis yang tidak gegabah.
"Bukan itu maksudku, Dokter Armand sangat sabar menghadapi semua pengunjung, kalau hanya satu orang saja mudah." ucap Kafa dan ringan ke Dirga agar dia bisa meredam emosi
"Ha...benar sekali mana ada Dokter galak,dan pasti semua pasiennya kabur...!!!" balas Dirga dan dia menatap Kafa agak sebal membuang muka.
Dirga bersikap seperti anak seumurannya,tapi Dokter Armand karena sudah berumur paruh baya 42 tahun ,maka dia sangat dewasa dan juga bijaksana.Tak seperti anak remaja walau begitu Kafa sangatlah menghargai kebaikan Dirga saat ini, dia itu sudah mau meluangkan waktunya sepulang sekolah membantu Kafa.
Namun Dokter Armand tak kunjung tiba,tamu di depan juga nampak tidak mencari Kafa, dia hanya masih sibuk ,asyik mengobrol bersama temannya, melalui ponsel miliknya .
"Kenapa Dokter Armand lama sekali?" tanya Dirga pada Kafa sambil mengunyah buah apel
"Ehm, mungkin dia sedang dalam perjalanan, oh iya aku mau melihat Gotchi dulu." ujar Kafa dia pergi ke arah ruangan Dokter Armand,dan mencari Gotchi yang tadi lari terbirit-birit.
Kafa mencari di setiap sudut ruangan namun hewan kecil pengerat itu masih tidak nampak.
Lalu dia pun mencari di belakang korden dan dekat jendela berfikir dia akan bersembunyi .
Namun ternyata juga tak melihatnya, setelah itu Kafa mencari di bawah kolong, dan lemari ataupun semua tempat yang bisa di jadikan tempat persembunyian Gotchi, namun dia tak ketemu dan malah Kafa sampai keringatan.
__ADS_1
"Aduh dimana Gotchi??" bergumam sendirian
Setelah memastikan memang benar-benar tidak ada di ruangan Dokter, Kafa berpindah tempat ke arah tempat semua hewan.
Dia membuka pintu dan semua hewan masih tertidur lelap ,dia pun melihat semua tempat yang bisa di jadikan Gotchi sembunyi, sampai semua sudut di lihatnya dan tetap saja tidak menemukan. Akhirnya Kafa kembali ke dapur minum air dingin karena sudah kegerahan.
"Bagaimana?,masih tidak ketemu?, pasti dia sedang bersembunyi di lubang." ujar Dirga ke Kafa sambil memakan apel nya, dan dia pun berjalan ke depan seraya celingukkan .
Ternyata Dokter Armand masih belum datang, tamu wanita itu juga masih tetap saja duduk dengan tenang, dia masih tetap saja ngobrol dengan temannya walaupun sudah lama,tapi dia tak merasa bosan.
Dirga pun keluar ruangan dan mencari udara segar, dia meninggalkan Kafa sendirian.Kafa merapikan alat-alat Dokter Armand karena dia fikir sebentar lagi ada beberapa pengunjung datang, dan juga Dokter Armand.
Kafa yang sedikit kelelahan lalu tak sengaja merebah di sofa, namun karena tubuhnya itu amat kelelahan maka dia pun akhirnya tidur pulas.Benar-benar di buai mimpi merasa tidur nyenyak tanpa gangguan.
Saat ia tidur pulas ada seorang yang berdiri di dekat pintu dapur dengan pandangan tajam,ia membawa sebilah pisau yang tajam hendak menghujamkam ke arah jantung Kafa.
Dia menatap tajam serta menyeringai ke arah gadis yang tertidur pulas itu,dengan wajahnya sangat mengerikan bertaring, matanya merah menyala dengan tatapan tajam brutal,dengan penuh nafsu membunuh,ia sambil tersenyum miring dan menggenggam ujung pisau belati yang tajam.
"Akuuu akan membunuhmuuuu rasakan ini !!!" Dia berlari kencang dan menghujamkan pisau tepat di jantung Kafa.
"Jlep...jlep...jlep...jlep..jlep.."lima kali hujaman tepat pada jantung Kafa dan Kafa pun mulai kesakitan dan merintih, karena dia sekarang mulai meregang nyawa.
"Prang..." suara pisau jatuh ke atas lantai.
__ADS_1
"Ha...ha..ha...ha..." tertawa terbahak-bahak karena sudah merasa puas akan kematian yang akan segera tiba.
Menjemput gadis polos bermata biru langit, dia bernama Kafa.
Darah pun menyembur ke semua arah,dinding terciprat semua darah Kafa, sofa, lantai , meja dan semua tempat tiba-tiba di penuhi dengan darah segar Kafa yang meluber kemana-mana
Kafa menutup lukanya dengan pucat pasih, ia terlihat kejang amat shock karena kekurangan darah, dia mulai meregang nyawa tidak bisa berkata sakit maupun berteriak,hanya mampu menutup luka dengan tangan semampunya.
Kafa jatuh dari sofa dan menggelinding di atas lantai berlumuran darah segar dan bau anyir menyertai ruangan yang tadinga bersih.
"Ha...ha..ha...ha..." tawanya semakin keras.
"Lihatlah kau akan segera pergi ke neraka." bisik seseorang pada Kafa dan menyeringai.
Dia amat puas dan menikmati setiap rasa sakit yang Kafa rasakan saat ini.
"Siapa yang akan menyelamatkanmu?" bisik seorang yang berani menghujamkan pisau itu
"Tidak ada...ha...ha...ha..." tertawa semakin puas.
Tawanya semakin menggema di sudut dapur, dan Kafa hanya menahan rasa sakitnya mulai meregang nyawa,setelah itu karena dia sudah tak kuat lagi Kafa menggeliat di atas lantai.
Sekuat tenaganya menghampiri seorang yang menghujamnya dengan pisau belati tajam itu.
__ADS_1
Namun karena luka di tubuhnya sudah terlalu parah, dia tidak kuat lagi menggeliat keringat dingin yang mulai menyeruak sekarang, dan sebesar biji jagung.Dan Kafa mulai memasuki dimensi lain yaitu alam kematian.
Bersambung...