
Untuk beberapa detik kemudian Kafa sadar dan membuka kelopak matanya kalau dia kini sudah dalam masa depannya. Dirga dengan sabar menunggunya di samping gadis itu.
"Dirga, maafkan aku ya telah membuatmu khawatir." suara Kafa terdengar lembut, dan wajahnya yang cantik namun pucat sudah terlihat oleh pria tampan itu .
"Syukurlah, kau terbangun." ucap Dirga lalu ia memeluk erat Kafa yang baru bangun, dengan Kafa yang tersadar sepenuhnya, Dirga pun sangat senang berharap Kafa tak mengulangi hal serupa.
Untuk beberapa menit kemudian Dirga lalu dengan tergesa-gesa mengajak Kafa pergi dari tempat Dokter hipnotis itu. Karena dia sangat muak membahayakan nyawa Kafa.
Hingga sempat tubuh Kafa memucat, sampai kekurangan oksigen juga. Membuatnya Dirga juga kesal tak bisa membangunkan atas ulag Dokter yang tak bertanggung jawab itu.
"Kenapa kau terlihat marah?" tanya Kafa.
"Siapa yang tak marah?, kau hampir mati, dan aku tak menyukai hal itu !!" gerutu Dirga dan menekuk kedua alisnya yang tebal.
"Kau tahu Dokter itu, hanya diam tidak mau melakukan apa-apa?, dasar dokter gadungan!" gerutu Dirga mengumpat, dengan kesal.
"Sudah-sudah, jangan marah ya,sekarang aku kan sudah sadar." bujuk Kafa agar pria itu tak marah lagi.
"Dengar, kau selalu membuat aku khawatir bisa kan tidak melakukan ini lagi?" ujar Dirga.
Kafa tertunduk karena dirinya selalu saja membuat pria itu khawatir. Merasa dia hanya beban membuatnya tak enak.
"Sudahlah, kita pulang saja." ujar Dirga lalu ia menarik lengan Kafa dan naik mobilnya.
Beberapa menit kemudian mereka menepi ke sebuah tempat sepi, karena Dirga ingin bicara dengan Kafa empat mata. Mereka berdua pun membicarakan sesuatu.
"Dengarlah, jangan mengambil keputusan sendirian, fikirkan aku juga." ucap Dirga lirih.
"Jika kau mati, aku akan bersedih berhentilah bersikap seenaknya sendiri." ucap Dirga , dan ia berucap dengan suaranya yang lirih.
"Aku serius, berhentilah bersikap seperti itu." Dirga memohon dan menggenggam erat jari jemarinya Kafa.
"Maafkan aku." ucap Kafa.
"Sekarang kau tahu alasan kedua bola mata yang biru itu??" tanya Dirga.
__ADS_1
"Aku kira mungkin aku pernah kecelakaan, dan sejak itu kedua bola mata yang bewarna biru ini membuatku seperti ini." ujar Kafa dan dia bersedih .
"Ehm, berarti kau pernah operasi cangkok mata?" tanya Dirga sembari menatap wajah Kafa.
"Iya." jawab Kafa dengan suaranya yang lirih
"Dengar ayo kita pulang, kita cari solusinya bersama-sama." ajak Dirga.
Dirga pun membawa pulang Kafa ke rumah besarnya lagi. Dan memberi kabar bibi Kafa setelahnya. Namun saat mereka berdua kini di dalam rumahnya, Dirga terkejut melihat ada seorang wanita cantik berada di dalam rumah megah itu. Wanita itu mengenakkan gaun cantik bewarna emas, lalu berjalan mendekat ke arah Dirga dan Kafa.
"Mom, kenapa tiba-tiba pulang?, aku baru kali ini melihat Mom pulang tak memberi kabar sama sekali."ujar Dirga dengan terkejut saat melihat Mamanya di depan matanya datang dan mendekatinya.
"Kau sibuk berkencan dengan gadis ini?" tanya Mama Dirga, dia melirik ke arah Kafa dan memeluk putra semata wayangnya.
"Kenalkan Mom, dia Kafa ,aku menyukainya." ujar Dirga lalu ia melepas pelukkan mamanya dan menarik lengan Kafa serta mendekatkan pada Mamanya.
"Oew, makanya dia aku suruh sekolah di luar negeri tak mau, ternyata ada seorang gadis yang memikat hatinya." ujar Mama Dirga, dan dengan pandangan sinis.
"Perkenalkan tante nama saya Kafa." sambil mengulurkan tangan ke arah Mama Dirga.
"Dimana Susan dari tadi aku tak melihatnya?" tanya Mama Dirga dan mengabaikan Kafa.
Untuk beberapa saat Mama Dirga masuk ke dalam ruangan di ikuti Dirga, dia duduk lalu menyilangkan kakinya.
"Mom, kenapa kau tak suka dengan gadis yang aku sukai??" tanya Dirga, lalu ia pun menatap Mamanya.
"Kau tahu, Mama membebaskanmu bukan berarti aku membiarkanmu bersama gadis sembarangan..." gerutu Mama Dirga sebal.
"Tapi Mom, dia bukan gadis sembarangan ,dia baik dan aku sangat menyukainya, bisakah Mom tidak mengabaikannya??, aku mohon." Dirga memohon pada Mamanya.
Namun suara Dirga terlanjur terdengar oleh Kafa, dia memutuskan untuk pulang tanpa berpamitan karena jika ia tetap berada dalam rumah Dirga tersebut, dan akan menimbulkan pretengkaran.
Namun Dirga tak mengetahui perihal Kafa pulang tanpa sepengetahuannya.
Kafa pulang dengan naik taksi, tanpa Dirga.
__ADS_1
Saat ini Dirga berdebat dengan Mamanya, ia sangat kecewa akan tindakan wanita yang ia anggap sebagai orang yang paling ia sayangi itu.
"Dengar Dirga, dia hanya seorang anak yatim piatu yang tak jelas asal usulnya, apakah kau yakin bisa hidup dengan gadis seperti itu??" tanya Mama Dirga sambil menatap kedua bola mata putra semata wayangnya itu.
"Aku mencintainya Mom, please untuk satu ini Mom jangan menolak permintaan Dirga."
"Aku selalu menunggumu saat ulang tahun, mulai dari aku kecil hingga saat ini, Mom tahu hanya dia yang selalu setia berada di sisiku, tanpa melihat aku anak siapa Mom,"
"Kau hanya seorang anak kecil yang naif, dia hanya menginginkan uangmu saja Dirga, ckk kau tahu anak jaman sekarang tidak ada yang polos, ingat ya sampai kapanpun Mama, gak akan setuju, ok !!" ujar Mama Dirga dengan tegas.
"Mom, aku tahu dia hanya anak yatim piatu, gak ada dalam daftar kekayaan Mom, tapi aku mencintainya anggap saja ini kado Aku yang ke 18 Mom please... " Dirga berusaha memohon kepada Mamanya agar dia mau merestui hubungannya.
"No.... !!!!" jawab singkat Mama Dirga.
Sedang Kafa sudah sampai di rumahnya, tapi bibi Kafa terkejut karena baru saja mendapat pesan kalau Dirga mengajak Kafa menginap di rumahnya beberapa hari.
"Kau tak jadi menginap di rumah kekasihmu itu?" tanya dari bibi Kafa dengan mengamati wajah Kafa.
Namun Kafa tak menjawab dan masuk dalam kamarnya.
"Apa yang aku fikirkan?, kenapa hatiku sakit sekali, tapi ada bagusnya wanita itu datang Dirga tak akan kemari." gumam Kafa dan ia merasa sebal bercampur marah.
Karena perlakuan Mamanya Dirga yang tadi mengabaikan gadis itu. Kafa merebah diatas kasurnya kecil lalu ia segera meringkukkan tubuhnya. Ia merasa resah kenapa perlakuan Mama Dirga membuatnya merasa sedih.
"Kenapa aku merasa sesak ya?, dan aku amat sedih, dan ingin marah..." gerutu Kafa.
Saat ini Dirga yang melihat Kafa tak ada, ia paham kalau perdebatannya dengan Mama nya sudah sampai dan terdengar di telinga gadis yang ia cintai.
"Maafkan aku Kafa apakah kau mendengar perdebatanku dengan Mom?" batin Dirga, ada perasaan ngilu dan sesak di dada membuat pria itu merasa resah.
"Kau seharusnya senang dengan kehadiran Mama, kenapa kau mengabaikan aku nak??" tanya Mama Dirga ,membuat perasaan pria itu semakin merasa sedih.
"Mama sangat merindukkanmu." ucap Mama Dirga dan akan memeluk putranya, namun ia menepisnya.
Kalimat yang seharusnya disimpan rapi akan tetapi Dirga, mulai membenci sesosok wanita yang telah melahirkannya itu. Kata-kata yang menohok terucap dari bibir pria itu dengan spontan.
__ADS_1
"Mom aku membencimu , kau tak pernah satu kali saja hadir dalam acara spesial, selalu kau mementingkan uangmu, sekarang aku hanya punya Kafa, dia mau mendengarkan aku, mau jadi teman , dan kau melarangnya. Haaaa aku membencimu...!!" ucap Dirga sedikit mulai membentak Mamanya.
Bersambung...