
Mereka bercerita tentang kisah masa muda dari Dokter Armand, dan juga cerita mereka pastinya hanya khusus hal-hal yang bahagia tak ada kesedihan, karena Kafa tak ingin hal buruk dan kisah sedih masa lalu nya merusak suasana, jika hanya bercerita tentang kisah yang bahagia saja maka Dokter Armand akan cepat pulih seperti sedia kala .
Dan akan segera pulang ke rumahnya,karena hawa di Rumah Sakit tak sama dengan hawa di rumah, lebih nyaman tidur di kasur empuk rumah serta makan makanan dari rumah juga
daripada tidur berlama-lama di Rumah Sakit.
Nampak setelah Dokter Armand itu bercerita panjang lebar, dia kelelahan dan tertidur lalu Kafa membenahi selimutnya agar Dokter itu bisa lebih nyaman tidur siangnya.
Kafa pun keluar ruangan dan menunggu Dirga karena dia akan berkunjung siang ini, setelah dia pulang dari sekolahan. Dan Kafa duduk di depan ruangan Dokter Armand mengamati keadaan sekeliling .
Siang pukul 14.15 wib Dirga terlihat muncul dari kejauhan membawa buah-buahan dan beberapa makanan di tanganya, nampaknya dia sangat senang bisa bertemu Kafa .
Mereka duduk di ruang tunggu karena Dokter Armand masih belum pulih sedang tidur dan beristirahat. Mereka mengobrol dengan suara pelan agar tak mengganggu .
"Oh ya,kapan Dokter Armand kembali dari sini memang sakit apakah sehingga bisa di rawat inap?" tanya Dirga dan dia menaruh beberapa kantong plastik makanan dan buah-buahan di samping Kafa saat ini.
"Oh,kemarin malam Dokter tersesat di dalam hutan dan di pingsan tak sadarkan diri." jawab Kafa lalu dia pun mengambil minuman yang di bawa Dirga dan meneguknya.
"Oh iya ,apakah ada hal mistis yang terjadi di sini?" tanya Dirga pada Kafa sambil melihat sekeliling Rumah Sakit yang nampak janggal.
"Memang kenapa?,aku merasa baik-baik saja." jawab Kafa polos dan meneguk minuman dari Dirga lagi.
"Sudahlah lupakan, apakah kau lapar?" Dirga membawakan makanan untuk Kafa karena dia yakin sekali makanan Rumah Sakit tidak akan menggugah seleranya.
"Kenapa kau tahu?,aku belum makan." sambil tersenyum dan menerima makanan dari Dirga
__ADS_1
Mereka berdua itu pun melahap makan siang bersama, dan menikmatinya sambil melihat sekeliling Rumah Sakit nampak sangat sunyi.
"Di sini sangat tenang ya, aku merasa tempat yang cocok untuk beristirahat." celetuk Dirga dan melanjutkan makan siangnya.
"Aku harap Dokter Armand segera di bolehkan pulang hari ini, lagipula lebih enak berada di rumah ." gerutu Kafa pada Dirga dan setelah itu makanan mereka sudah habis.
"Apa Dokternya itu belum memberi kabar?" Dirga menatap wajah Kafa dengan tatapan tanda tanya, kenapa hanya pingsan harus di rawat beberapa hari .
"Belum, memang kenapa?" jawab Kafa polos.
"Sudahlah kalau nanti harus bermalam lagi, aku akan menemanimu ok." sambil menepuk tas Dirga ,kalau di tasnya dia membawa baju ganti dan perlengkapan lainnya.
"Baiklah lagipula kasihan Dokter Armand, dia memang tak punya orang tua sama sepertiku kita harus menjaganya." ucap dari Kafa pada Dirga dengan tulus dan tersenyum manis.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" tanya Kafa dengan penasaran.
"Tidak... aku hanya tersenyum saja." jawabnya asal kepada Kafa agar dia tak bertanya lagi .
Beberapa menit berlalu ,seorang Dokter yang bertugas memeriksa Dokter Armand datang, dan memberitahukan kalau harus menginap satu malam lagi,karena melihat dari kondisi Dokter Armand yang masih belum sehat dan lemah harus menjalani perawatan di Rumah Sakit. Kafa dan Dirga paham dan malam ini mereka berdua siap akan menjaga .
Dokter itu pun pergi berpamitan setelah dia memeriksa kondisi Dokter Armand, namun Dokter Armand masih tidur pulas saat ada yang memeriksa tubuhnya.
Dirga sangat curiga pada Dokter Armand,apa mungkin dia berpura-pura sakit dan menjalin hubungan dengan Dokter lainnya, karena dia rasa kenapa seorang Dokter bisa tidur sangat nyenyak di Rumah Sakit, dan melihat tak ada luka atau hal yang menyakitkan.
Dirga beberapa kali menyeringai melihatnya, mengamati dengan seksama sekali apa ada hal yang mencurigakan lainnya,namun Dokter Armand memang tidur dengan nyenyak sekali
__ADS_1
Kafa menarik lengan Dirga menjauhi Dokter Armand,mengajaknya berkeliling Rumah Sakit agar tak mengganggu istirahat Dokter.
Mereka berdua berkeliling taman itu sembari berjalan-jalan, melihat taman yang memang indah saat sore hari. Dirga agak sebal karena Kafa sangat perhatian pada Dokter Armand .
"Kenapa kau sangat perhatian dengan Dokter itu?,apakah kau menyukainya ?" tanya Dirga yang tiba-tiba itu membuat mata Kafa yang kebiruan indah terbelalak dengan sempurna.
"Dirga apa yang kau katakan itu?"sangah dari Kafa terlihat sangatlah canggung mendengar pertanyaan dari Dirga yang secara tiba-tiba .
"Maksudku apakah kau tertarik dengan pria yang tua itu?" tanya Dirga lagi memastikan jawaban Kafa sembari menatap wajahnya yang kemerahan.Pipinya juga sudah merona dan agak canggung jika membahas hal yang sedikit privasi itu.
"Bukan begitu, dia itu adalah orang yang mau menyelamatkan aku." jawab Kafa pada Dirga.
"Wajar aku merawatnya, dan juga berhutang banyak padanya." ujar Kafa pada Dirga dan menundukkan wajahnya.
"Kau merasa berhutang budi padanya?" tanya Dirga sembari duduk di tengah taman ,dan di ikuti oleh Kafa.
"Benar, di sangat baik hati." jawab Kafa dia juga menganggukan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu aku lega sekali." jawab Dirga sembari menatap wajah cantiknya Kafa yang terkena sinar mentari sore .
Dirga pun merasa sangat lega karena di fikir Kafa baik pada Dokter Armand hanya karena dia punya hutang budi saja.Namun sepertinya Kafa tidak sepenuhnya tidak ada perasaan ke Dokter Armand, namun Kafa tidak menyadari akan perasaan suka itu.
Kafa masih bingung dan belum paham kalau dia baik dengan Dokter Armand bukan karena punya hutang budi saja.
Bersambung...
__ADS_1