
"Biarkanlah mereka sedang tidur lelap." Suster pun menutup pintu dengan pelan sekali agar tak mengganggu dan membangunkan pasien lainnya juga.
Di luar Rumah Sakit nampak sangat tenang tidak ada suara sama sekali,hanya beberapa suster dan Dokter yang sedang bekerja shift malam, walaupun malam ini sangatlah dingin dan juga menggigit, namun untuk beberapa orang tetap menjalankan aktivitasnya.
Waktu pun berlalu dengan cepat malam akan segera pergi dan terusir oleh sang pagi, maka kabut yang amat hitam dan juga awan gelap seraya pergi meninggalkan tergantikan pagi hari yang menyingsing, dengan suara burung- burung kecil,di iringi sinar mentari hangat lalu masuk ke celah-celah jendela.
Sinarnya yang hangat menyinari semua alam, tampaknya dengan malu-malu sang mentari menyembulkan wajahnya, bewarna kuningnya yang keemasan bersinar dari ufuk timur .
Seketika beberapa pohon yang berembun itu menguap di udara, terasa hawa dingin pagi bisa terusir dengan paksa.Walau masih saja ada sisa-sisa tetesan embun di rerumputan.
Pagi yang indah menyambut semua makhluk di muka bumi ini, begitu dengan gadis yang tidur di samping Dokter Armand ini, dengan kedua bola matanya yang biru masih terlelap di buai mimpi, saat ada suster yang membuka pintu ruangan ini ternyata dia segera bangun.
Perlahan-lahan dia mulai membuka kelopak matanya yang kelelahan sedari tadi malam terjaga, sambil menguap dan menutupnya dengan tangan kananya, masih belum sadar sepenuhnya.
"Huwaaaah..." Menguap...
"Sudah bangun kamu tidak sekolah nona, aku kira kau masih seorang siswa."ucap dari salah satu suster yang berada di ruangan kamar ini.
"Aku akan ijin saja hari ini, aku mau menjaga Dokter Armand saja sus." jawab Kafa lalu dia pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.
__ADS_1
Beberapa saat setelah mandi dia pun berdiri di dekat suster yang belum beranjak dari situ.
"Aku kira Dokter Armand ini tidak apa-apa tapi kenapa masih belum bangun?" Suster sambil membenarkan cairan infus dan membawakan sarapan.Memberikan beberapa obat juga ke Dokter Armamd .
"Aku yakin sebentar lagi pasti akan bangun Sus." Kafa melihat Dokter Armand yang masih belum membuka kelopak matanya sedari tadi malam, dan sangat khawatir .
"Kalau begitu aku pergi dulu, ini obatnya jika bangun suruh minum, jangan lupa habiskan sarapannya." ucap Suster itu sembari pergi meninggalkan ruangan dia pergi ke ruangan pasien lainnya, Kafa hanya mengangguk saja.
Setelah beberapa menit pun memang Dokter mulai membuka matanya,dan nampak sangat terkejut kenapa dia berada di sebuah ruangan Rumah Sakit dan dia di infus saat ini, mengira kalau saat ini dia bermimpi. Tak percaya apa yang dia lihat saat ini.
Dokter seperti orang kebingungan karena dari semalam dia pingsan tak sadarkan diri, akan tetapi saat pingsan dia ber ilusi memimpikan kedua orang tuanya yang masih hidup, maka saat ini dia terbangun malah menganggap ini adalah mimpi menurutnya,dan belum tersadar sepenuhnya. Kafa mencoba untuk membuat Dokter tersadar kalau sekarang dia itu sudah berada dalam dunia yang nyata .
"Dimana ini kenapa sekarang aku berada di sini?, aku tadi masih dengan ayah dan ibuku." Dokter Armand masih belum percaya dengan apa yang dia lihat, karena dia lebih memilih ilusi dengan orang tuanya itu nyata daripada dengan kenyataan namun kesepian.
"Aku tahu pasti Dokter tak percaya, tapi ini kenyataanya Dokter... aku harap anda rela." Kafa menjelaskan dengan pandangan sendu kapada Dokter Armand.
Dokter Armand celingukkan ke kanan dan ke kiri melihat apa orang tuanya masih ada, dia berharap ilusi memang nyata dan berkumpul dengan kedua orang tuanya saja.
"Ayolah Dokter cukup, inilah kenyataannya." Kafa memegang tangan Dokter Armand yang sedang kebingungan ,karena masih saja dia belum sadar sepenuhnya.
__ADS_1
"Hiks..hiks...hiks..hua...hua..." Dokter Armand menangis dan dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya agar tak terlihat Kafa.
Kafa pun sangat sedih sekali melihat keadaan Dokter yang sangat merindukan sosok orang yang amat dia sayangi,mungkin dari beberapa orang yang masih mempunyai kedua orang tua mereka beranggapan semua ini bukanlah hal yang menyakitkan, namun untuk beberapa orang sudah tak mempunyai orang tua ,maka hal ini adalah hal yang sangat menyakitkan.
Mereka berharap mimpi itu adalah nyata ,dan dunia kenyataan ini berharap hanyalah mimpi saja, Kafa hanya diam tertunduk menunggu dengan sabar, agar Dokter Armand tersadar kalau ini semua adalah kenyataan yang harus di hadapi oleh semua orang saat ini,walaupun pahit dan ingin sekali menghempaskan rasa yang tak percaya ini. Tetap tegar melanjutkan kehidupan dengan semestinya.
Sangat wajar Dokter Armand tak percaya,dia merasa ingin sekali tidur dan tidak terbangun lagi, walaupun itu tak mungkin terjadi.
Beberapa menit kemudian Kafa melihatnya sudah agak mendingan,walaupun kedua mata Dokter Armand sembab .Lalu dia berinisiatif untuk menghibur Dokter Armand membawa ke luar jalan-jalan dengan kursi roda agar tak bosan.
"Dokter ayo kita pergi jalan-jalan dan mencari udara segar, agar tak bosan dalam ruangan ." Kafa menarik satu kursi roda dan membantu Dokter Armand. Dokter Armand hanya sedikit menganggukkan kepalanya tanda dia setuju .
Mereka berdua keluar mencium aroma pagi dan berjalan-jalan di taman ini dekat Rumah Sakit, dan banyak juga para pasien menikmati sinar mentari dengan duduk-duduk di sekitar taman, Kafa lalu mendorong kursi roda Dokter Armand menuju taman yang banyak bunga .
Tampak bewarna-warni mereka berderet-deret dari warna pink, kuning,merah menyala, jingga dan lain-lain, mereka semua seperti sepotong kue lapis, yang berjejeran warnanya rapi dan indah, sangatlah nyaman di pandang mata ini
Kafa hanya diam dan mencium aroma pagi ini yang segar,dan sembari memegang ujungnya dorongan, dari kursi roda Dokter Armand, dan Dokter masih agak sedih namun dia mencoba tegar melihat sinar mentari yang menyilaukan kedua bola matanya yang habis menangis .
Dokter Armand mengernyitkan kedua alisnya terkena sinar cahaya mentari pagi yang agak menyilaukan mata.
__ADS_1
Bersambung...