
"Sendiri lagi, padahal ini adalah ulang tahunku yang ke 9 tahun.Mama Papa tidak datang lagi sama seperti tahun-tahun yang lalu,aku selalu menunggu hanya ingin ada di dekatku sambil meniupnya sekali saja.Tapi ternyata hari ini tidak ada bedanya hanya perayaan yang amat membosankan, dan juga hadiah mainan yang setiap tahun sama. Dengan suasana sama hampa tanpa kedatangan mereka berdua."
"Bahkan aku membenci ulang tahunku , aku hanya ingin mereka itu pulang dan bercerita, sama seperti teman-temanku selalu bertiga dengan kedua orang tua mereka, bersenda gurau dengan hangatnya, kenapa kalian tidak pulang lagi malam ini.Padahal aku menunggu sampai larut malam."
"Aku tidak ingin hadiah ,karena aku ini hanya ingin kalian berdua pulang memeluk sambil mengucapkan selamat ulang tahun anakku."
Ternyata Dirga yang selama ini ceria sangat kesepian. Anak orang kaya sepertinya bahkan mempunyai segalanya, hidup berkecukupan.
Bergelimang harta tidak membuatnya senang dan bahkan sangat sering menginginkan ibu dan ayahanda nya pulang, dan memberinya pelukkan yang hangat. Ingin mengobrol dan juga sama seperti anak yang lainnya.
Kafa pun segera membuka lembaran kedua dan isinya, kalau Dirga pernah di hukum dan di suruh guru nya untuk membersihkan toilet.
Karena dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan sekolah, tidak itu saja Dirga ingin sekali kalau bercerita pada kedua orang tuanya. Namun ia tidak dapat bercerita karena kedua orang tua nya sibuk mencari uang di luar negeri.
Dirga tumbuh mandiri bersama banyak sekali pembantu nya saja. Walaupun begitu dia pria yang baik dan tidak egois sama sekali .
Karena dengan seiring berjalannya waktu itu, kehidupan selalu menempa kita, semua orang yang hidup di muka bumi agar selalu belajar lagi dan lagi, dengan semua kesulitan yang ada membiasakan dan beradaptasi dengan hal yang positif adalah solusinya.
Bahkan dengan Kafa dengan kedua bola mata dan juga kehidupannya yang pelik, perlahan ia sedikit demi sedikit menerima keadaanya.
Mau tidak mau harus mengerti kalau keadaan saat ini harus memungkinkan, untuknya harus menerima kenyataan dengan kedua orang tua nya yang sudah meninggal, dan kemampuan matanya maka dia harus tetap menjalankan kehidupannya yang masih panjang.
Kasulitan semuanya di bagi dengan adil dan amat merata, bahkan walaupun saat ini setiap manusia merasa cobaan mereka terlalu besar
Masih banyak umat lainnya mendapatkan itu lebih besar, karena banyak rahasia yang tidak di ketahui, maka manusia lainnya memilihnya berputus asa saja.Tanpa berfikir panjang lagi .
Segera Kafa mendekati Dirga yang terlelap dia merasakan hal yang sama kesepian itu datang melanda. Walaupun kedua orang tua Dirga keduanya masih hidup. Namun mereka amat jarang sekali memperhatikan anak satu- satunya itu.Maka dia lebih banyak menyendiri dan lebih memilih sedikit berteman.
Kafa pun demikian orang tuanya yang sudah meninggal membuatnya itu merasa kesepian.
__ADS_1
"Maaf ya Dirga, aku harap kita berteman saja, dan itu lebih baik untuk kita berdua iya kan." batin Kafa dengan menatap lekat wajahnya.
Suasana sepi dan hening malam ini dengan udara yang dingin, terasa sampi relung hati.
Bahkan jika memang denting jam berbunyi, maka suaranya pun sangat nyaring di telinga.
Malam yang sunyi membuat mata Kafa mulai lelah karena sedari tadi dia membaca banyak buku. Karena tempat tidur yang terlalu kecil maka dia pun meringkuk di dekat Dirga dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Mereka berdua tidur di atas karpet tebal.
🍃🍃🍃🍃🍃
Dokter Armand berkeliling villa masih mencari dengan teliti Dirga dan Kafa,karena ponselnya Dirga di tinggal di kamarnya membuat Dokter pun khawatir.Merasa kebingungan maka dia memilih tidak segera tidur saja, untuk mencari mereka berdua.
Beberapa kali ruangan sudah di lewati Dokter namun tetap tidak menemukan, akhirnya dia pun mulai menyerah .Karena sudah kelelahan.
"Kemana perginya mereka berdua?, kenapa ya tidak ketemu?"gerutu Dokter dengan sebalnya
"Benar-benar mereka berdua ini,apakah yang mereka berdua lakukan? tidak tahu kalau aku sangat khawatir."gerutu Dokter Armand duduk di atas sofa di ruang tengah ia menyilangkan kedua tangannya.
Tak terasa matanya yang sudah kelelahan itu mulai terlelap saja,dan mengatup sama lain .
Mereka bertiga pun sama-sama tidur karena waktu malam untuk mengistirahatkan tubuh yang mulai letih. Agar besok pagi bisa untuk melakukan rutinitas kembali seperti semula .
🍃🍃🍃🍃🍃
Tiba-tiba di dalam ponselnya Dirga masuklah sebuah pesan, yaitu dari seorang gadis yang pernah ia sukai saat masih kecil dia bernama Susan, karena ponsel dirga berada di dalam kamarnya maka dia tak mengetahuinya.
📱" Dirga ini aku Susan aku pulang dari luar negeri dan karena, aku tidak begitu mengenal banyak orang bolehkah aku meminta tolong untuk tinggal bersamamu ya."
📱" Hanya untuk sementara saja, lagipula aku juga sudah lulus SMA disini, aku berencana untuk kuliah di Indonesia bolehkan ya 🤗♥️."
__ADS_1
Pagi hari sudah menyingsing Dirga dan Kafa sudah siap berangkat, apalagi dengan Dokter Armand dengan membawa banyak koper di tangannya.Dengan segala hal yang amat ribet membuat Dirga kalang kabut membantunya.
"Kalian tadi malam kemana?, apa yang kalian lakukan?" tanya Dokter Armand dengan amat curiga, menatap intens terlebih kepada Dirga.
"Kami hanya tidur bersama." jawab Dirga dan diartikan dengan hal yang amat berbeda oleh Dokter saat ini.
"Apa?, kau sudah gila." ucap Dokter Armand.
"Jangan salah paham dulu Dokter, aku hanya ketiduran di sebelah Dirga." jawab Kafa yang mencoba menjelaskan agar Dokter tak salah paham.
"Ingat kalian masih kecil, jangan berbuat yang aneh-aneh !!" protes Dokter Armand dengan sebalnya.
"Emangnya kenapa?,kami kan sudah dewasa, yang aneh itu Dokter, sudah tua tetapi tetap saja melajang." ujar Dirga meledek Dokter .
Mereka bertiga pun naik mobil dengan Dirga yang menyetirnya.Dokter mamandang Dirga.
"Apa ada yang salah dengan ucapanku itu?" tanya Dirga dengan mengerucutkan bibirnya.
"Sialaaan,beraninya kau anak ingusan aku ini pria yang lebih tua,bersikaplah sedikit hormat padaku." ucap Dokter Armand dengan sebal.
"Tak mau, lagipula carilah istri, jangan mimpi dapat anak gadis seperti Kafa,dia ini milikku ." tegas Dirga sambil tersenyum miring pada Dokter, dengan maksud meledek karena saat ini Dokter mengira kalau Kafa benar-benar bermalam dengan Dirga.
"Sialaan anak ingusan beraninya kauuu...!!" Dokter mengumpat karena merasa terhina.
"Dokter jangan dengarkan Dirga, dia bohong aku hanya tidur di sebelahnya saja kok." ucap Kafa yang polos dan lugu ,Dokter pun panas dingin akan jawaban mereka berdua .
Gamang manakah yang benar ucapan Kafa atau Dirga.
Bersambung...
__ADS_1