Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 89 "Panas"


__ADS_3

Sambil membungkuk ke arah wajah Dokter seketika tubuh ramping Susan menggodanya.


Dokter mendorongnya agar Susan tak terlalu dekat dengannya, karena kebetulan aromanya parfum Susan yang menyengat itu membuat Dokter agak pusing. Karena dorongan tidak sengaja malah membuat tubuh ramping dan molek Susan malah jatuh di pangkuan Dokter Armand.Susan memanfaatkan waktu yang tepat itu dengan memeluk erat tubuh kekar Dokter Armand dengan melingkarkan tangan mulusnya itu ke pinggang Dokter.


Dengan tatapan intens Susan menatap wajah Dokter Armand yang tampan dengan usianya yang tak lagi muda ,namun karena Dokter itu selalu menjaga kesehatan dan selalu makan makanan yang sehat membuat wajahnya itu tetap awet muda. Bagaikan seorang pria yang berumur masih belasan tahun.


Dan juga sikapnya yang masih saja seperti anak-anak.


"Ayo Dokter tunjukkan padaku, katanya kau tadi setelah makan mau memperlihatkan itu kepadaku?" Susan menggoda Dokter Armand.


Dokter Armand memang mempunyai sikap seperti anak kecil, namun jiwa seorang pria normal didalam dirinya itu masih tetap utuh.


Dia memandang wajah Susan yang terlihat cantik, serta tubuh sintalnya itu yang begitu molek.Maka seketika membangunkan hasrat sebagai pria normal dalam dirinya.Tubuhnya merasakan energi luar biasa datang menjalar ke semua area tubuhnya dia pun membalas pelukkan Susan. Dengan merengkuh tubuh moleknya dan mendekatkan ke dada bidang nya.Memeluk dengan tangan kirinya, satunya mengangkat dagu Susan agar sejajar dengan wajahnya Dokter Armand. Dia pun merasakan tubuhnya tersengat listrik mengalir kuat dan menempelkan bibirnya dengan penuh gai*ah.


Menyes*p, dan ******* pelan namun pasti. Begitu dengan Susan membalas pagutan itu dengan lembut dia menali rambut panjangnya


Setelahnya semakin mendekatkan tubuhnya agar menempel pada badan Dokter Armand.


Mereka berpagutan dengan tubuh Susan yang menghadap langsung ke arah Dokter Armand dan duduk di pangkuannya, sambil memeluk.


Saat hawa panas menyeruak saling bangkit, Dokter tak bisa lagi menahannya.Susan amat senang dengan perlakuan Dokter yang makin agresif padanya.Dalam batinnya dia akan rela jika dia melepas Dirga dan jatuh ke pelukkan Dokter yang berusia lebih tua darinya.


Baginya cinta tak terlalu penting saat ini, jika Dokter Armand lebih menyukai gadis seksi itu maka dia pun merelakan Dirga dan merelakan semuanya demi Dokter yang lugu tetapi saat ini berubah menjadi semakin agresif seperti seekor singa yang sedang kelaparan.


Dan saat bersamaan ternyata ada seorang pembantu yang melihat Dokter Armand dan Susan saling berpagutan di bangku, dengan badan saling menempel satu sama lainnya.


Susan nampak memerah pipinya, dan dengan span mini yang terangkat terlihat paha putih mulus Susan terkespose sempurna,pembantu itu secara tak sengaja melihat adegan panas mereka berdua yang saat ini berlanjut.


Dokter Armand menc*umi tengkuknya Susan, dan seraya gadis itu mengerjapkan matanya.

__ADS_1


"Astaga, apa yang kulihat?, tuan muda tidak ada di rumah,mereka berdua malah sedang asyik syuting film panas."batin pembantu itu namun tetap melihat mereka berdua semakin mengganas.


"Ya,gimana denganku dong?,aku juga belum menikah.Ya Tuhan kenapa apes banget aku." batin pembantu itu, dengan mengelus dada.


"Tapi sayang kalau gak di lihat ya mubadzir." batin pembantu itu dengan berdiri di dekat celah menatap Dokter dan Susan yang saat ini meneruskan kegiatannya.


🍃🍃🍃🍃🍃


Di sekolah


"Apakah Ardi benar-benar meninggal dunia?" tanya kepala sekolah dengan mengernyitkan kedua alisnya yang tebal.


"Benar Pak, dan Ardi meninggal seperti orang yang kehabisan banyak darah." tegas dari Dokter Ardan dengan jongkok mengamatinya.


"Apa kau pernah mengalami ini sebelumnya? apa ada kasus serupa sebelumnya?" cecarnya kepala sekolah karena takut sekolahnya akan mendapat berita buruk setelah kematian Ardi.


"Mohon maaf Pak, namun baru kali ini saya mengalami kasus ini" ucap dari Dokter Ardan.


Tubuhnya sudah terbujur kaku tak bernyawa, dan agak menyeringai serta mata terbelalak tidak dapat di katupkan lagi.


"Sebaiknya kalian berdua itu pulang Kafa dan juga Dirga saya akan mengurus ini." usir dari Pak kepala sekolah pada mereka berdua itu .


"Tapi pak, "protes Dirga


"Sudah pulang saja pokoknya, jangan bilang kalau Ardi meninggal dunia ya kalian berdua itu tidak boleh menyebar gosip!!"cecar Kepala Sekolah sambil mengeluarkan Dirga dan Kafa dari UKS lalu menguncinya.


"Doooor..." pintu pun di tutup rapat.


Kafa dan Dirga segera pulang dan naik motor Dirga lalu menarik lengan Kafa melingkarkan ke pinggangnya agar mendekat. Kafa merasa agak canggung karena itu.

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak bau keringat kan?" ledek Dirga sambil tersenyum.


Kafa tak menjawab ledekkan pria yang mulai dari tadi menggodanya. Karena jalanan tidak terlalu macet maka mereka berdua itu sudah di depan rumahnya.Saat memarkir sepedanya Dirga di hadang seorang pembantunya ia lalu berbisik ke telinga tuan mudanya.


"Tuan muda ,nona Susan dan Dokter yang tinggal sedang asyik berciuman saat ini." ujar pembantu itu dengan lirih sekali seraya Dirga tak marah sama sekali malah dia bertambah senang.Wajahnya semakin sumringah sekali mendengar laporan pembantunya itu.


"Ha... haa...ha.. "Dirga tertawa lepas.


"Biiik,buatkan kami minuman dingin ya,gerah nich,bawa aja kemari, jangan ganggu mereka berdua."tegas Dirga tak mau mengganggunya memilih untuk mendinginkan tubuhnya di luar


"Iya Tuan muda." ujar pembantu itu , segera masuk ke dapur dan membuatkan jus .


Kafa melihat Dirga dengan tatapan aneh dia pun mengernyitkan kedua alisnya.Dirga lalu menarik lengannya Kafa agar tidak masuk ke dalam rumah. Merek berdua duduk di dekat kolam ikan dan saling mengobrol santai.


"Aku ganti baju dulu." ucap Kafa dengan lirih


"Nanti sajalah duduk disini saja sebentar, kita cari angin segar ok." bujuk Dirga pada Kafa .


Agar tidak mengganggu Dokter Armand,Dirga ingin tertawa terbahak-bahak saat ini namun dia menahannya sekuat tenaga.


"Dasaar pria tua, suka daun muda dan seksi ternyata." batin Dirga, sambil tersenyum kecil.


"Awas saja, lain kali akan ku nikahkan kalian berdua, ha...ha...ha..., aku dan Kafa tak ada halangan hi..hi..hi.." batin Dirga saat ini dan sambil senyum-senyum sendirian.


"Kenapa kau tersenyum sendirian?,apa ada yang lucu?" tanya Kafa sambil melihat wajah Dirga yang memerah, karena dia terkena terik sinar matahari.Apalagi setelah dia berlatih maka tubuhnya penuh keringat.


"Tidak, lihatlah ikan kecil-kecil itu lucu kan?" ujar Dirga untuk mengalihkan pertanyaannya Kafa, agar tidak curiga kepadanya.


Saat membuat jus pembantu itu bergumam, karena merasa sangatlah aneh sekali kenapa juga tuan mudanya tak marah malah tertawa.

__ADS_1


"Kenapa tuan muda malah senang?, idih aku kok ya gak paham dengan perilaku tuan muda itu." pembantu itu bergumam sambil mencibir dan selesai membuat jus alpukat kesukaan tuan mudanya itu.


Bersambung...


__ADS_2