
Semua nampaknya akan baik-baik saja untuk sementara ini.Kafa melihat Dirga melihatnya untuk sejenak saja,dia pun menggodanya dari kejauhan dengan menutup kelopak matanya satu, ke arah Kafa. Sontak para anggota siswi dan semua cheer leader semua bersorak.
"Hu..huuuuu...."
Dan Berhuuu ria, karena melihat Dirga di atas lapangan, tepat di tengah lapangan basket itu memberikan kiss bye,Kafa sedikit terkejut dan merasa aneh juga canggung sekali.
"Apa yang dia lakukan??" batin Kafa.
Di hadapan banyak orang melakukan itu, Kafa merasa malu memerah pipinya,banyak sekali fans Dirga memandang Kafa saat ini, dengan pandangan tidak suka. Merasa mereka telah menemukan seorang mangsa karena sudah berani sekali berhubungan dekat dengan idola mereka. Kafa tak mengetahui pandangan tak suka itu, hanya cuek tidak mengindahkan.
Berpura-pura tidak mengetahui maksud dari para perempuan yang memandanginya saat ini.Kafa berpura-pura menyalakan musiknya di ponsel miliknya dan memakai head set.
Setelah pertandingan selesai Kafa pun pergi ke arah kamar mandi, karena kebetulan dia ingin membersihkan tangannya yang kotor.
Di dalam kamar mandi ternyata banyak para gadis yang menatap Kafa sangat tajam, tidak suka, namun dia dengan cueknya tetap terus melanjutkan mencuci tangannya di wastafel.
Ternyata saat ini ada hantu kamar mandi, dia berdiri di samping Kafa dengan wajah pucat nya, dan juga rambut panjang terlihat sangat menyeramkan, karena Kafa sudah terbiasa.
Maka dia tidak terkejut sama sekali dengan kehadiran hantu itu,dia pun ingin mengatakan sesuatu pada Kafa.
"Mereka mempunyai niat tak baik denganmu, apa yang kau lakukan?,sehingga semua gadis akan berbuat jelek padamu?" tanya hantu itu.
Kafa memakai head set nya, dan berpura-pura menerima sebuah panggilan telephone dari orang lain, agar para anak gadis yang berada di kamar mandi itu tidak curiga kepada Kafa .
"Aku tidak tahu, aku juga tidak tertarik untuk mengurusi urusan orang lain." ucap Kafa dan menyelesaikan cuci tangannya, dan mukanya agak masam melihat bayangannya di kaca.
Lalu segerombolan murid wanita masuk ke dalam kamar mandi untuk merundung Kafa.
__ADS_1
Mereka di pimpin oleh Nada seperti biasa dia adalah gadis yang selalu menyukai hal yang berbau perundungan,baginya bisa merundung orang lain bisa membuatnya , itu merasa lebih unggul dari lainnya, dan haus akan kekuasaan membuat dia sering merundung banyak siswi yang lemah, apalagi Kafa adalah anak yatim piatu yang juga tidak mempunyai kekuasaan di sekolahan, dan tidak populer sama sekali.
"Hei, gadis ja*ang mau kemana?" tanya Nada sambil memberi tanda pada teman-temannya untuk mengepung, dan menutup pintu kamar mandi.
"Nada, dengar!! aku tak suka dengan hal yang berbau perundungan, dan juga aku tidak suka dengan tindakanmu ini !"suara Kafa terdengar memberi peringatan di telinga Nada.
"Tumben sekali gadis sok imut, dan sok baik ini berani memberiku petuah !!" ucap Nada,dia sambil mengunyah permen karetnya ,lalu dia mengeluarkan dari mulutnya itu, dan maju ke arah Kafa.
Setelahnya bekas permen karetnya itu yang ia kunyah, dia tempelkan ke rambut Kafa, maka rambut Kafa pun menggumpal membuatnya sangat marah sekali akan tindakkannya Nada yang sudah kelewatan itu.
"Lihatlah, rambutku jadi kotor Nada, ini harus di gunting !!" ujar Kafa sambil melihat rambut menggumpal karena bekas permen karet dari Nada. Dia pun merasa sebal dengan gadis ini
Saat hantu kamar mandi akan membantunya, Kafa hanya melarangnya dan menggelengkan kepalanya saja. Karena Kafa ingin memberi pembalasan langsung kepadanya.
"Oh, ingin mengguntingnya, tenang saja aku sudah bawa ini." ujar Nada dengan membawa gunting di tangannya, karena akan mengerjai Kafa. Teman-teman Nada pun mengerumuni dan memegangi tangan Kafa agar tak bisa mengelak.Nada pun semakin mendekat dan menggerakkan gunting itu di dekat rambutnya
"Kau ini benar-benar anak nakal Nada !!" ucap Kafa dengan menyeringai.
"Kau tidak ingat, gadis ja*ang yang sok baik, beberapa bulan yang lalu kau keluar dengan om-om." ujar Nada sembari menyeringai ke arah Kafa.
"Dia bukan om, dia adalah Dokter." sanggah Kafa, dan mengernyitkan kedua alisnya.
"Ya walaupun dia Dokter, tapi aku tahu kau tinggal berdua dengannya bukan?!" ujar Nada.
"Darimana kau tahu?!, kau itu menguntitku?" tanya Kafa dengan terkejut, karena kenapa ia bisa tahu serumah dengan Dokter Armand.
"Hei... mana ada seorang gadis baik-baik itu tinggal bersama seorang pria, dan kau seolah anak gadis yang polos..!??" ujar Nada lagi dan semakin meremehkan Kafa saat ini.
Kafa hanya menunduk lemas, karena semua tuduhannya tidak berdasar namun dia merasa memang benar dia tinggal bersama Dokter itu karena dia sudah di usir oleh warga kampung.
__ADS_1
Setelah itu dia tidur di rumah Dokter Armand.
Membuat pernyataan Nada itu ada benarnya juga, Kafa hanya lemas, menundukkan wajah tirusnya tidak bisa menjawab tuduhan Nada .
"Kenapa kau diam?.Ha..ha..ha..,dan sekarang kau menggoda pria lain lagi?!" tanya Nada dia pun mendekat akan menggunduli Kafa yang sudah tidak bisa menjawab pertanyaan dari Nada, karena dia merasa omongannya tidak sepenuhnya salah.
"Jangan bermimpi gadis ja*lang, sok suci dan sok polos, kau harus tahu diri!!, disini semua gadis tak menyukaimu..."sambil menggunting rambutnya .
"Cekrik...." beberapa rambut indah Kafa mulai terpotong.
"Atau kau, memang senang bermain dengan banyak pria?,jangan mimpi !, kami sangatlah muak dengan kepolosanmu." ujar Nada dan dia akan menggunting rambut Kafa lagi.
Saat akan meneruskan tindakkannya dia pun di tepis, tangannya oleh Dirga.
"Kalian pergilah !!" ucap Dirga lalu melihat Kafa tidak membalas ataupun membantah tuduhan Nada padanya.
"Dengarkan, aku tidak berencana memukul para gadis, tapi dia adalah kekasihku pergi dari sini !!!" ucap Dirga kesal dan memerah kedua bola matanya, nampak sangat marah.
"Tapi Dirga, kau itu kan sudah tahu gadis ini hanya berpura-pura polos saja." sanggahnya Nada, karena kesal Kafa di bela olehnya.
"Beraninya kau!!, lihatlah kauuu menggunting rambutnya !!" sambil memegang rambut Kafa yang di potong Nada.
"Ha, kau benar-benar buta , Heiii... Dirga buka matamu,dia hanya perempuan ja*ang,sadar!" seru Nada, dan pergi dari kamar mandi itu.
Kafa dan Dirga hanya diam membisu,karena melihat Kafa di rundung namun dia tak bisa menyanggah semua omongan dari Nada, dia merasa kalau Kafa saat ini merasa dirinya itu sangat menyedihkan.
"Kenapa kau hanya diam?, lihatlah rambut indahmu di potong olehnya." suara lirih Dirga membuatnya malah ingin menangis, kenapa dia malah mengingat kedua orang tua nya.
"Hiks...hiks...hiks..hiks...huu..." Kafa mulai menangis , di lihat oleh hantu kamar mandi dan juga Dirga saat ini.
__ADS_1
Bersambung...