
"Saya meminta maaf pada kalian semua para pengunjung... " sambil menangkupkan tangan dan mengiba kepada semua pengunjung saat ini.Kafa hanya terdiam melihatnya bertindak demikian serta ia mengamati ekspresi semua para pengunjung.
Dengan wajah tampak sedih, agak kacau dia pun mencoba untuk memohon kepada semua pengunjung, rela untuk mendahulukan hewan peliharaannya yang baginya dia adalah anak kandungnya sendiri,dengan mengiba di depan semua pengunjung.Walupun tidak semua dari pengunjung bersimpati padanya saat ini.
Hanya beberapa saja yang nampak kasihan padanya, dan tidak sedikit yang menyeringai dengan tatapan tajam padanya ,dengan raut wajah tidak suka sama sekali kepadanya.
Karena wanita itu sudah berani menyerobot antrian semua orang, membuat banyak orang geram akan tindakkannya yang gegabah itu .
Membuat banyak pengunjung muak dan tidak suka dengannya, namun walaupun dia sudah meminta maaf dan memohon tidak membuat semua pengunjung bersimpati kepadanya .
Dia pun menitihkan air mata kesedihan di pipi kanan kirinya, dengan tangan kanannya yang membawa kandang kucing saat ini.
Dokter Armand pun keluar dari ruangannya saat ini, menatap lekat semua pengunjung yang sedang duduk mengantri,dia pun mulai membuka suaranya saat ini.
"Dengar jika kalian semua berada di posisi ibu ini apakah yang akan kalian lakukan?" tanya dari Dokter Armand pada semua pengunjung.
Dokter Aramand mengamati semua wajahnya para pengunjung, terlihat mereka semua acuh karena antrian yang amat panjang membuat mereka tak mau di serobot begitu saja.
"Tapi Dokter kami sudah antri sangat lama.., namun wanita itu dengan seenaknya saja dia menerobos ke ruang Dokter." kilah dari salah satu pengunjung dan menggendong hewan peliharaanya.
"Iya ,aku setuju sekali lagipula kucing kalau melahirkan sangat mudah tanpa dokter pun dia akan melahirkan." protes dari pengunjung lainnya dan membuang muka, karena hal ini membuat waktu semakin lama ,untuk hewan meiliknya di periksa oleh Dokter Armand.
"Mohon maaf, aku berjanji kalau aku tak akan berani menyerobot anda lagi lain kali, hanya kali ini saja."sambil memohon menangkupkan kedua telapak tangannya , dia pun memelas agar semua pengunjung mau mendahulukan dirinya , karena kucingnya mau melahirkan .
"Begini saja, kalau begitu untuk pengunjung yang mau antri silahkan, dan untuk yang tak sabar mohon maaf." ucap yang bijaksana dari Dokter Armand pun mulai keluar dari bibirnya.
__ADS_1
Dia memasukkan kandang yang berisi kucing yang akan melahirkan tersebut, dia menutup pintu ruangannya, karena akan membantunya untuk melahirkan anak kucingnya saat ini .
Semua pengunjung nampak kesal karena dia sudah lama mengantri namun Dokter Armand malah mendahulukan hewan peliharaan yang baru datang,menurut mereka semua itu tidak benar adanya, seharusnya Dokter Armand tak melakukan demikian.
"Sudah ayo kita pergi dari sini lagipula, kita bisa mencari Dokter lainnya ya kan." protes dari salah satu pengunjung mempengaruhi beberapa pengunjung lainnya.
"Iya ,ayooo kita pergi.cih.." sambil membuang muka sebal, dan keluar dari klinik.
Lalu banyak pengunjung yang marah saat ini atas perilakunya tersebut, banyak dari mereka meninggalkan klinik dan akan mencari Dokter yang lainnya untuk hewan peliharaannya.
Merasa kesal Dokter Armand yang tidak mau mengindahkan protes dari semua pengunjung
Kafa melihat itu semua hanya bisa menghela nafas, baginya tidak mudah menjadi seorang Dokter hewan.
Sore hari ini membuatnya kelelahan namun ia merasa semua hal yang terjadi membuatnya semakin mengaggumi sosok Dokter Armand.
Karena selama ini pekerjaannya yang berat membuatnya tetap bersabar, dengan semua sikap para pengunjung yang beraneka ragam.
Akhirnya hanya ada beberapa pengunjung saja yang masih tetap setia mengantri untuk memeriksakan hewan peliharaan kesayangan mereka .
Kucing jantan itu menunggu seperti seorang manusia yang khawatir, di depan pintu ruang Dokter Armand. Kafa pun duduk di samping dan melihat itu merasa sangat takjub sekali.
Seperti seorang manusia, dia itu mempunyai perasaan khawatir akan pasangannya saat ini
Dia menunggu dengan setia di depan pintu ruangan Dokter Armand saat ini.
__ADS_1
Untuk sang pemilik dia pun merasa agak lega sekarang,karena kucingnya itu sudah di bantu oleh Dokter Armand.
Sisa para pengunjung yang masih bersabar, dan tetap mau mengantri mereka itu duduk menggendong hewan peliharaannya mereka masing-masing saat ini. Hanya tinggal sedikit pengunjung yang masih saja setia mengantri dengan sabar.Mungkin sekitaran lima orang saja.
Sembari beristirahat Kafa melihat wajah sang pemilik kucing yang sedikit lega, tersirat akan rasa sayangnya pada kucing miliknya saat ini kekhawatirannya nampak sudah berkurang.
"Maafkan aku ya ,aku rasa aku tadi sudah tak sopan kepadamu dan juga aku sangat gugup sekali." permintaan maaf yang tulus kepada Kafa dari sang pemilik kucing itu, memegang tangannya Kafa dengan pandangan wajahnya teduh hangat.
"Tidak apa-apa, aku rasa anda mengalami hal yang sangat sulit hari ini semoga kucing anda melahirkan dengan selamat."jawab Kafa pada wanita pemilik kucing tersebut dengan sopan.
"Terimakasih ya." berterimakasih pada Kafa saat ini.
"Sama-sama ."jawab dari Kafa dengan lirih lembut dan dengan sopan santun.
Semua pengunjung yang sabar menatap lekat ke arah Kafa,mereka semua tersenyum manis dan akan terus bersabar sampai tiba giliran dari mereka masing-masing.
"Meong...meong..." suara kucing jantan milik wanita itu di depan pintu.
Wanita itu sesekali mengelus bulunya yang lembut, karena nampak kucing jantan sudah tak sabar lagi menunggu pasangannya untuk melahirkan para bayinya.
Karena kucing biasanya melahirkan bayi lebih dari satu anak kucing dalam sekali persalinan biasanya sekitar lima sampai tujuh ekor anak.
Mungkin karena itu kucing milik dari wanita ini sedikit kesulitan melahirkan, dalam perut kucing itu banyak bayi yang harus di lahirkan saat ini.Dan beberapa jam sudah berlalu tapi pintu ruangan Dokter Armand ini masih saja belum terbuka .
Bersambung...
__ADS_1