
Akhirnya Dokter Armand pun membawa pergi Kafa bersamanya malam ini,setelah apa yang dia lihat Kafa telah di usir warga dan di fitnah Bu Zubaidah.
Namun tak langsung membawa pulang dia membawa Kafa ke tempat yang agak sepi di dekat sungai ,Dokter Armand berharap Kafa menangis dan melampiaskan kesedihannya agar tak terlalu bersedih saat dia pulang ke rumah nantinya.Dia pun meneteskan air mata merembes, berlinang di kedua pipinya saat ini
Dokter Armand hanya diam melihat Kafa yang bersedih, merasakan kepedihannya juga saat ini, kenapa gadis sekecil ini sudah mendapat cobaan amat besar di hidupnya ini dan secara bersamaan.
"Menangislah aku tahu rasanya apa sangat sakit?, aku ini juga pria yatim piatu." Dokter Armand bercerita tentang kehidupannya pada Kafa,karena merasa sangat sedih juga saat ini,melihat Kafa menangis sebenarnya sangat tidak tega.
"Aku juga pernah tak makan ,itu selama satu minggu, aku harap kau jangan bersedih lagi." Dokter Armand mencoba menghibur Kafa agar dia tak menangis lagi.
"Hu..hu..hiks..hiks..hiks..." Tangis dari Kafa semakin keras.
Dia pun mengusap berkali-kali dan menatap ke arah depan dengan tatapan agak kosong.
Dokter Armand mengelus punggung Kafa,dan menatapnya lekat mengingat dahulu masih muda belia seusia Kafa,tepat dia di usir oleh keluarga dari orang tuanya, karena orang tua Dokter Armand sudah meninggal,dia itu telah dia abaikan oleh sanak keluarganya,semua harta warisan di rampas oleh sanak keluarga, mulai sejak saat itu Dokter Armand mandiri.
Akhirnya bisa menjadi Dokter berkat usaha dan jerih payahnya selama ini,keteguhannya juga patut di beri apresiasi,namun Dokter saat ini betah hidup melajang walaupun usianya sudah tak muda lagi, usia Dokter Armand 42 tahun dan sedangkan Kafa masih sangatlah muda usianya hampir 18 tahun ,tahun ini dia akan lulus sekolah.Walaupun usia Dokter itu 42 tahun namun wajahnya nampak berseri- seri seperti pria yang masih berusia 30 tahun.
__ADS_1
Setelah Kafa berhenti menangis dia mulai merasa baikan, walaupun terlihat matanya masih sembab.Dokter Armand menyalakan mobil menuju ke rumahnya saat ini.Mereka sudah ada di depan rumah Dokter Armand.
Rumah yang kecil bergaya minimalis namun sangat bersih dan sangat rapi, nyaman untuk tinggal beberapa orang,karena Kafa kemarin sudah menginap di rumah Dokter Armand dia sudah tak asing lagi dengan suasananya.
"Masuklah ayo kita makan dulu aku lihat kau sangat kurus sekali, oh ya jangan khawatir aku akan bertanggung jawab." Dokter Armand berkata dengan suara lirih dan lembut pada Kafa, dia pun mengeluarkan semua koper.
Dan tidak lupa membawa kandang Gotchi masuk kedalam rumahnya.Malam ini Kafa akan tinggal bersama seorang pria lagi di rumah Dokter Armand tentunya.
Kafa sangatlah canggung dan beberapa kali menggaruk pipinya,dia menatap ada kamar kecil yang saat ini akan jadi kamar tidurnya. Kafa memandanginya jauh berbeda dengan kamarnya, namun mau bagaimana lagi dia harus menerima keadaan ini.
"Dengarlah kau akan tinggal disini, jika ada orang yang tak baik aku akan melindungimu." Dokter Armand berusaha menenangkan Kafa agar tidak bersedih,dan dia mau Kafa nyaman tinggal bersamanya.
"Terimakasih Dokter, bagaimana saya harus membalasnya?" Kafa memandang wajah dari Dokter Armand yang sangat tampan walau dia sudah berumur paruh baya.
"Sama-sama,kau bisa membantuku di klinik hewan jika kau mau."Dokter Armand berbicara sangat lirih dan sopan kepada Kafa, dan juga mengamati wajah Kafa yang masih muda .
Mengingatkannya saat ia dahulu bersekolah masih SMA, dan sangatlah penuh perjuangan sampai sekarang dia menjadi seorang Dokter.
__ADS_1
"Belajarlah dengan baik dan aku yakin kau akan jadi gadis sukses nanti." bisik Dokter Armand lalu menyeruput teh hangat miliknya.
"Sruuuut..."
"Terimakasih Dokter, aku akan berusaha keras mengingat semua nasihat Dokter." Kafa mulai bersemangat dan sangat senang sekali bisa bertemu dengan Dokter Armand , baginya dia adalah malaikat penolong ,setiap saat untuk menyelamatkan hidupnya, khususnya saat ia dalam keadaan bahaya.
"Setelah kau membersihkan diri... kau boleh tidur besok kau akan bersekolah ." Dokter Armand mengingatkan Kafa agar dia cepat beristirahat karena besok masih bersekolah.
"Iya Dokter ."
Kafa pun segera pergi ke kamar mandi untuk, membersihkan badannya, setelah itu dia siap untuk tidur sudah kelelahan seharian ini.
Saat merebahkan tubuhnya di atas kasur, dia malah mengingat foto kedua orang tuanya itu masih tertinggal di kamarnya dan lupa untuk membawanya.
"Besok saja sepulang sekolah pasti aku akan mengambilnya." Kafa bergumam meringkuk di kasur berukuran kecil itu,lalu dia mencoba mengatupkan kedua kelopak matanya .
Bersambung...
__ADS_1