
Akhirnya setelah Kafa menjual rumahnya ia juga berpindah tempat. Maka bersama-sama dengan bibinya memulai kehidupan yang baru
Kafa menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, dia pun membuka toko roti di pinggiran kota, dan kebetulan tempat yang ia pilih sangat strategis. Jadi penjualan sangat bagus sekali. Di bantu oleh bibi dan beberapa asisten lainnya.
Sembari berkuliah, tentunya Kafa mengambil jurusan kedokteran. Jurusan yang ia damba mulai dari SMA. Karena lama tidak berjumpa dengan Dokter Armand, dan juga Dirga.
Kafa mulai membaik tidak sering bertemu makhluk halus, penglihatannya tetap seperti dahulu. Namun kali ini dia sudah tak sering bermimpi buruk, seperti semasa SMA dulu. Kafa saat ini telah berkuliah di semester ke enam, maka sebentar lagi dia akan lulus.
Hari ini adalah gerhana bulan total, malam ini tentu sangat berbeda dengan hari biasanya.
Kafa sudah tahu kalau malam ini pasti akan terjadi banyak hal, karena gerhana bulan total yang terjadi adalah salah satu pertanda, kalau akan terjadi hal mistis .
Tengah jam 00.00 tepat maka malam pun akan segera berganti hari. Bayangan hitam itu mulai datang masuk ke dalam tubuh Kafa.
Seperti ada sesuatu menghujam dirinya bak pedang yang menancap di jantung.
Kini Kafa telah di bawa ke dalam alam para makhluk tidak kasat mata. Di saksikan oleh gerhana bulan total malam ini. Kafa yang tak bisa berkutik oleh mahkluk yang sudah lama mengincar tubuh dan jiwa gadis itu.
"He...he...he..., kini kau akan menjadi milikku, aku akan selamanya hidup abadi Kafa, he.. He...he...." ujar Iblis sambil menampakkan wujud aslinya dengan wajahnya yang amat mengerikan berwujud seperti seorang wanita
Dia menyeringai, dia tak berwujud ular yang pernah menampakkan dirinya pada Kafa, kini ia berwujud seperti wanita, dan ia mirip sekali dengan wajah Mama Dirga.
"Kau tahu ,Mamanya Dirga sudah aku makan jiwanya, karena itu aku kini berwajah seperti sekarang. Namun aku terlihat sudah mulai tua aku ingin kembali muda seperti sedia kala.Cih Maka dari itu aku harus meminum darahmu dan memakan jiwa anak gadis bermata biru sepertimu."
"He..he..he.." terkekeh, terlihat giginya yang kehitaman ,dan wajahnya keriput.
__ADS_1
"Dasar kau, apakah kau membunuh banyak nyawa yang tidak bersalah hanya untuk hidup abadi?"
"Tentu saja, apakah kau tidak menginginkan, kau tidak takut padaku?"
Mendekat ke arah Kafa.
"Aku tidak takut sama sekali padamu, bunuh saja aku, maka setelah itu pastinya kau juga akan mati di tanganku sendiri !!" pekik Kafa dia melotot ke arah sang Iblis itu.
Dari kedua bola mata birunya keluar cahaya dan sang Iblis pun mulai terbakar api yang bewarna biru itu.
"Ah...Sialan kurang ajar kau , gadis sialaaan."
"Arg, argh."
.....
Sedang Kafa merasa sesak nafas, di karena kan api itu berkobar , membara mengeluarkan asap tebal. Kafa kesulitan bernafas sehingga ia hampir mati .
Namun saat ia hendak membuka matanya, ternyata ada sesuatu yang hangat di bibirnya, menempel membuatnya membuka mata.
Karena benda hangat yang tepat menempel di bibirnya itu, dia bisa bernafas lega, dan tak sesak nafas lagi.
Saat membuka mata ternyata Dirga lah yang memberi nafas bantuan pada Kafa, entah dari mana pria itu datang tiba-tiba .
"Kau sudah sadar, aku mencarimu kemana- mana, dan aku tahu kau berada disini, aku melihatmu pingsan, lalu kau juga hampir tak bernafas maka dari itu aku memberimu nafas buatan maafkan aku Kafa." ucap Dirga tepat di telinga Kafa.
__ADS_1
Namun Kafa tak menjawabnya, dia pun malah melingkarkan kedua tangannya di pinggang pria itu, lalu ia mencium bibir Dirga, dengan penuh perasaan mereka berdua pun beradu kasih saling bertautan bibir dan membelitkan lidah mereka melepas kerinduan, di malam bulan purnama itu, akan tetapi beberapa dari makhluk halus melihat mereka berdua yang sedang asyik memadu kasih.
Akan mengganggu dan merusak suasana mereka. Namun saat melihat ke arah Kafa mereka memilih kabur tidak melanjutkannya.
Beberapa bulan kemudian Dirga pun melamar Kafa, karena dia sangat ingin menikahi gadis yang ia cintai itu. Lamaran Dirga tentu juga di terima oleh gadis bermata biru itu.
Dengan di saksikan beberapa teman, dan juga bibi Kafa mereka melangsungkan lamaran itu.
Namun di tengah-tengah acara ada seorang pria masuk, dan tidak mau jika Kafa dilamar oleh Dirga.
"Aku tidak setuju, jika Kafa dilamar oleh pria sepertimu , dasaaar. !!!" Pekik pria itu.
"Apa hakkmu melarang Kafa menikah dengan ku?, dasar dokter tua." ujar Dirga sebal dia mengernyitkan kedua alisnya.
"Aku juga mau menikah Dirga, karena aku kan lebih tua darimu, biarkanlah dokter ini untuk melepas masa lajangnya." rengek Dokter Armand.
"Kan ada aku." ujar Susan dari belakang , dia datang memakai baju kebaya bewarna pink.
Memakai lipstik yang senada, dan mendekati dokter Armand.
"Ha, kau melamar Susan saja ok." ucap Dirga meringis merasa kalau pendukungnya telah tiba.
"Haaaaa, kabuuur..." ujar Dokter Armand.
Acara lamaran pun lancar akhirnya, Dirga dan Kafa akan melaksanakan pernikahan, namun menunggu Kafa dan Dirga lulus kuliah dulu .
__ADS_1
Tamat 🤩😍🤗