
Alangkah baiknya jika saat tertidur kita tidak sendiri karena saat mengalami kelumpuhan tidur, minimal ada seseorang yang tahu maka dia akan membangunkan kita .
Seperti misal tidur di dekat kedua orang tua kita atau saudara. Namun karena Kafa saat ini terjebak dalam mimpinya dan belum sadar jika ia sedang masuk kedalam tipu muslihat makhluk halus.Yang berharap bisa menguasai raga Kafa.Dan kedua orang tua Kafa hanyalah ilusi saja agar Kafa tidak berusaha bangun .
"Bangunlah, lagipula kami masih berharap kau tidak putus asa." bisik Dirga dan menepuk pundak Kafa dengan lembut, serta memeluk tubuhnya agar segera merasakan hangat dan bangun dari mimpi buruk itu.
"Ayo bangunlah Kafa, aku yakin kau bisa tahu kalau itu hanya mimpi dan ilusi saja." Dirga pun meneteskan air mata karena wajah dan tubuh Kafa sudah terasa dingin sekali, namun nafasnya masih ada namun tersengal-sengal.
Dokter Armand hanya diam saja melihatnya, karena masih tidak paham kenapa Dirga bisa melakukan hal seperti itu. Baginya ini di luar nalar tidak masuk akal sama sekali.
"Hei,apa yang kau lakukan itu??" tanya Dokter Armand pada Dirga.
"Aku hanya mencoba menbangunkannya, dia dalam bahaya jika tak segera bangun akan.." ujar Dirga kepada Dokter Armand menitihkan air mata , karena Kafa masih saja tetap belum bangun.
"Apa yang sebenarnya terjadi jelaskan dulu!?" Dokter Armand menundukkan wajah, dan juga badannya duduk di samping Kafa dan Dirga.
"Dia bermimpi seolah itu nyata, namun jika dia tak mau kembali ke dunia nyata maka dia benar-benar mati." suara lirih Dirga ,dengan di penuhi air mata di kedua pipinya saat ini.
"Hiks...hiks...hiks...kenapa hal ini terjadi pada gadis ini?,betapa nasibmu ini sungguh..." isak tangis Dirga dan memeluk erat tubuh Kafa .
__ADS_1
Tubuhnya mulai dingin wajahnya yang tirus dan cantik berubah pucat pasih.Dia tak mau bangun lagi mungkin Kafa sudah bertemu lagi dengan kedua orang tuannya, sehingga tidak membuatnya ingin kembali ke dunia nyata.
Dirga berfikir ini adalah kali terakhir bertemu dengan Kafa, Dokter Armand menggendong tubuh Kafa ke dalam mobil akan membawa ke rumah sakit, saat akan menyalakan mobil ternyata Kafa telah membuka kelopak mata nya yang bewarna biru lalu dia menatap lekat ke arah Dokter Armand.
Sontak Dokter Armand dan Dirga sangatlah senang ,girang tak kepalang karena dia sadar dari kelumpuhan tidur yang dia alami .
Mereka berdua langsung memeluk tubuh Kafa dan dia pun hanya terkejut dengan apa yang dia lihat ,dua pria sangat menghawatirkannya.
Dirga dan Dokter mulai melepaskan pelukkan mereka, lalu melihat wajah Kafa yang pucat pasih berubah segar dan kembali normal lagi.
"Akhirnya kau sadar juga, aku sangat hawatir padamu, jangan seperti itu lagi ." ujar Dirga dan mengelap semua air mata di pipinya.
Matanya masih sembab karena barusan dia menangis, Dokter Armand hanya tersenyum sangat manis sekali melihat gadis cantik nan rupawan ini sudah kembali, dia tersadar dari mimpi panjangnya.
"Ayo kita masuk kedalam klinik lagi." ajakkan Dokter Armand, mereka bertiga masuk lagi kedalam klinik dan Kafa masih belum sadar sepenuhnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi??"tanya Kafa
"Kau tadi tidur di lantai..." ujar Dirga.
__ADS_1
"Kau tak sadarkan diri." ucap Dokter Armand.
"Aku kira kau tak akan hidup kembali, nafas mu tadi hampir habis, dan tubuhmu itu dingin seperti mayat." Dirga menyeringai dan lebih mendekatkan wajahnya pada Kafa.
"Kemana wanita berkacamata tadi Dirga?" tanya Kafa dengan tiba-tiba sambil menatap wajah Dirga.
"Wanita berkacamata yang mana??" jawab dari Dirga keheranan.
"Kau pasti bermimpi Kafa,tak ada pengunjung sama sekali hari ini bahkan sampai Dokter ini sampai masih tetap sepi." celoteh Dirga dia mengernyitkan kedua alisnya menatap wajah Kafa yang masih linglung, dan kebingungan.
"Tidak, aku melihatnya tadi bersamamu, dan... aku juga menghidangkan makanan dan jus di.."Kafa beranjak melihat ke dalam kulkas itu dan kedepan ruang tunggu tidak ada siapa- siapa, bahkan semua makanan dan minuman yang Kafa sajikan semuanya tidak ada.
Dia merasa sangatlah aneh sekali,karena dia yakin benar kalau yang di alami itu adalah hal nyata, bahkan Gotchi benar-benar tidak ada di kandangnya saat ini.Kafa pun berkeliling di klinik untuk beberapa kali untuk memastikan.
Dokter Armand dan Dirga hanya melihatnya dari kejauhan, mereka berdua juga sangatlah bingung kenapa Kafa bertindak demikian,dan mungkin Kafa masih belum tersadar sepenuh nya ataukah ada hal yang aneh dari Dirga dan Dokter Armand.
Karena hanya mereka berdua saja yang tahu, dalam klinik ini mereka hanyalah bertiga Kafa, Dirga, dan Dokter Armand saja.
Jika itu benar-benar hanyalah mimpi kenapa Gotchi tak ada di dalam kandangnya saat ini.
__ADS_1
Maka Kafa berfikir kejadian yang ia alami itu semua bukan hanya mimpi saja,jadi beberapa dari kejadian itu ada yang merubahnya juga mungkin ada yang ingin Kafa berfikir kalau ia hanyalah seorang gadis yang gila tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mimpi .
Bersambung...