Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 49 "Rumah Sakit Angker 2"


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di tengah malam ini?" Dokter Armand memandang Dirga dengan marah, dia menggosok beberapa kali kelopak matanya karena masih belum sadar benar, dia kira ini hanya bermimpi saja.


Dokter Armand berfikir kalau Dirga dan Kafa sedang mengerjainya atau mungkin ,Dokter Armand masih tidak paham kalau dia masih bermimpi ataukah sudah bangun dari tidurnya


"Dokter, ayoo kita pergi dari Rumah Sakit ini, aku sudah curiga dari tadi siang ada hal yang janggal dengan Rumah Sakit ini!!" Dirga mulai mengemasi semua barangnya, memasukkan semuanya ke dalam tas ranselnya, dan Kafa juga demikian.


"Lalu, malam-malam seperti ini harus pergi dari Rumah Sakit dan pulang begitu saja ,apa kalian sudah gila!?" Dokter Armand terkejut lalu melihat jam miliknya masih menunjukkan tepat 01.00 wib masih tengah malam .


"Sudahlah ayo Dokter, benar yang di katakan Kafa, penjelasannya nanti saja !!" Dirga sudah selesai mengemasi barangya dia semuanya sudah siap hanya tinggal lari secepatnya dan melarikan diri dari Rumah Sakit ini.


"Teng..." jam berdentang tepat pukul 1 malam.


Sangat keras sekali di telinga sehingga terasa aura malam ini menjadi semakin magis, suara dentang jam membuat degup jantung mereka bertiga juga semakin tak beraturan.


"Ayo Kafa kau di belakangku, dan jangan lupa beritahu aku kalau ada makhluk halus berada di dekatku." ujar Dirga memberi peringatan ke Kafa, agar dia menjadi penunjuknya saat ini.


"Apa yang kalian bicarakan ini, omong kosong memang kalian darimana?" tanya dari Dokter Armand tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Sudahlah Dokter percaya saja !!, kita harus keluar secepatnya dari sini." Dirga bersiap- siap membuka pintu, dibelakangnya ada Kafa juga Dokter Armand yang masih memakai seragam rumah sakit.


Mereka bertiga berjalan mengendap-endap dan mulai membuka pintunya, dengan pelan.


"Ceklek." suara dari pintu yang terbuka pelan- pelan namun pasti, tepat di depan sekarang ada sosok makhluk halus tersenyum namun pandangannya mengerikan memandang Kafa


"Tutup pintunya Dirga !!" teriakkan Kafa lalu membuat Dirga reflek langsung menutupnya.

__ADS_1


"Door..." suara pintu yang tertutup rapat dan di kunci dari dalam.


"Aduh gimana ini, Kafa apakah banyak sekali kenapa kau baru melihatnya?" tanya Dirga ke Kafa karena biasanya Kafa akan tahu hanya dalam sekali pandangan kalau ada makhluk halus di sekitarnya.Namun pada Rumah Sakit ini dia tidak merasakannya,dan baru tahu saat malam ini saja.


"Aku tidak tahu gimana ini, apakah kita lewat jendela saja?" usul Kafa dan melihat jendela ternyata di bawah masih tak ada hantu atau makhluk halus lainnya.


"Iya ayooo kita lewat jendela saja, lebih cepat gimana kalau memakai sprei ini buat talinya." sambil menarik sprei ,selimut dia pun menali nya dan menyimpul agar bisa panjang sampai bawah.


Beberapa menit kemudian tali darurat mereka buat jadi, tetapi tidak sampai bawah namun cukup bisa untuk turun, setelah mengikatnya di tempat yang kuat dan bisa menahan tubuh mereka agar tidak jatuh, Dirga memutuskan untuk turun pertama kalinya.


Dia menuruni dengan cepat dan setelahnya loncat karena tali tak sampai ke bawah, hanya tiga per empat saja.


"Buak..." Dirga jatuh ke atas tanah setelah dia meloncat. Dia bangkit dan meringis kesakitan sambil memegangi pinggulnya.


"Ayo Dokter tunggu apalagi turun cepatlah?!" Dirga dari bawah memberinya aba-aba agar Dokter Armand cepat turun dan melarikan diri dari Rumah Sakit ini.


Dokter Armand mulai berkeringat dingin, dia ketakutan melihat bawah,perutnya pun terasa kram, ada ngilu tiba-tiba pada tubuhnya,tidak bisa bergerak.Dia hanya diam mematung dan tubuhnya seakan membeku ada sebongkah es yang menyelimuti dirinya saat ini.


"Apa yang di lakukan orang tua itu?" gerutu dari Dirga dan menyeringai karena keburu tak sempat melarikan diri. Dia mulai geram juga gemas akan Dokter Armand yang tak segera turun dari atas sana.


"Ckkk, dasar orang ini apa perlu ku dorong?!" gerutu dari Dirga lagi menatap dari bawah .


Dokter Armand masih tetap tak beranjak dari tempatnya sekarang diam hanya mematung,


berkeringat dingin dan kebingungan.

__ADS_1


"Apa kita harus meninggalkan orang tua ini Kafa?" tanya Dirga dengan sebal mengerucut kan bibirnya kepada Kafa karena,ada orang yang penakut seperti Dokter Armand.


"Ayolah Dokter kita bisa cepat pulang !!,dan gotchi sedang menunggu kita saat ini hmm!" Kafa memberi semangat pada Dokter Armand dan menatapnya dari bawah agar berani turun


"Baiklah, aku akan berusaha." ujar Dokter tapi dengan tubuh yang bergetar ketakutan, dan keringat dinginnya yang mengucur deras dari sekujur tubuhnya saat ini.


Dokter mulai mau menuruni tangga dengan pelan-pelan saja, dia berusaha menenangkan tubuh dan fikirannya saat ini, agar bisa turun secepatnya.Kedua kelopak mata Dokter pun di tutup dengan rapat agar dia tak semakin takut dengan ketinggian saat ini.


Akhirnya Dokter Armand pun turun sampai bawah, dan mereka bertiga berlarian menuju keluar gerbang Rumah Sakit itu.


Namun saat tepat di gerbang itu tertutup dan di kunci dengan rapat,gembok yang besar dan juga kuat, gerbang Rumah Sakit ini sangatlah tinggi , dan harus memanjat jika mau keluar dari dalam sini.


"Sialaaaan... kenapa banyak rintangannya?" Dirga mengumpat namun dia mulai memanjat gerbang, karena tubuhnya yang tinggi kuat, serta cekatan maka Dirga dengan mudahnya melewati begitu saja.


Kafa dan Dokter Armand mulai memanjatnya juga akhirnya mereka bertiga bisa keluar dari Rumah Sakit yang angker itu. Namun tak ada kendaraan yang lewat sama sekali malam ini.


Dirga pergi ke Rumah Sakit naik taksi, tidak membawa motornya tadi siang.


Mereka bertiga akan mencari taksi untuk pulang malam ini juga .


Ternyata di depan mereka saat ini ada anak kecil membawa bonekanya tepat di depan,ia membawa sebilah pisau yang sangat tajam di tangan kananya itu lalu dia menyeringai ke arah Kafa.


Dia pun mendekatinya akan menghujamkan pisau tepat di jantungnya dan dengan tatapan menyeringai, penuh hasrat membunuh.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2