
"Terserah kau..."Ujar Kafa dan menyeringai.
Beberapa menit kemudian datanglah satu bus dengan rombongannya,bus berhenti tepat di depan halte bus, lalu Kafa yang akan masuk mencari dompetnya. Celingukkan mencarinya
"Astaga?, dimana dompetku apakah terjatuh." Gumam dari Kafa sambil mengacak-acak isi dalam tasnya, di dalam tasnya itu hanya ada beberapa buku pelajaran, alat tulis dan juga ada beberapa tisu basah dan alat make up.
Ada juga ponsel model lama , tak itu saja ada beberapa foto Ibu dan Ayahnya, tiba-tiba jatuh terbang tertiup terkena angin entah darimana.
Kafa pun mengambil fotonya dengan secepat kilat, dan memasukkan lagi ke dalam tasnya.
Lalu melanjutkan mencari dompetnya yang tadi ia taruh dalam tasnya.
Dirga hanya mengamati Kafa yang masih saja kebigungan mencari dompet miliknya.
"Hei kau,mau naik bus tidak?, kalau tidak aku berangakat nich!" Ujar dari sopir bus yang tak sabar menunggu Kafa .
Dia sibuk mencari dompetnya yang biasa di taruh di tasnya, namun sekarang udah raib seperti di telan bumi, tidak ada sama sekali.
__ADS_1
"Tinggal saja Pak, aku kira dompetku jatuh ." Ujar Kafa kecewa karena dompetnya dalam tas kosong, tak ada jejak sama sekali.
"Baiklah kalau begitu, aku tinggal."Ujar sopir bus dan meninggalkan Kafa.
Akhirnya Kafa pun menelusuri jalan yang dia lewati, sambil celingukkan mencari dompet yang biasanya di gunakan untuk menyimpan uang. Biasanya Kafa tak pernah sama sekali ceroboh lagipula tidak mungkin di jambret .
Kalau ada jambret atau pengutil, kenapa tidak mengambil ponselnya juga .
Dirga yang tahu itu mendekati dan tersenyum lagi, melihat tingkah konyol Kafa yang fokus mencari dompet . Dia mengira dompetnya itu jatuh entah dimana, dan masih celingukkan berusaha keras agar dompetnya tertemukan.
Dirga menghampirinya seraya tersenyum dan berkata.
"Aish, tak usah aku akan jalan daripada aku naik motormu itu." Kafa menolak kebaikan dari Dirga yang mau memboncengnya dan mengantar pulang.
"Gadis ini sangat sulit di tangani, aku harap kau tak curiga padaku, aku akan mengantar sampai tujuan."Ledek Dirga sambil melihat wajah Kafa yang sedang marah ,mencari dompetnya yang raib dengan tiba-tiba.
"Ckkk, sudahlah ayo lagipula aku tak seperti Miko, tak mempunyai mobil mewah ,namun aku punya motor keren seperti pemiliknya." Sambil bergaya pria sok keren berharap Kafa akan tersenyum manis, namun ternyata tidak seperti harapannya, Kafa tetap marah tidak menemukan dompetnya.
__ADS_1
"Sialaaan..."
Dia pun makin sebal duduk di samping bibir jalanan, berfikir keras untuk mengingat-ingat terahir kali dia mengeluarkan dompetnya itu.
"Terahir kali aku membeli roti, dan minuman astaga apa aku lupa menaruhnya di kantin sekolah!!" Kafa pun bergumam sendirian dan menepuk jidatnya.
"Astaga sekolahan sudah tutup, dan apa yang harus aku lakukan?"Gumam Kafa dan terlihat bersedih sekali. Dia pun mengehela nafasnya beberapa kali.
"Ayolah, naik motorku aku akan mengantarmu dan aku janji, tidak berbuat macam-macam." Dirga pun tersenyum manis dan melihat Kafa yang sedang putus asa, mencari dompetnya yang hilang.
"Baiklah aku akan naik motormu, maaf ya aku kira aku sangat egois, dompetku terjatuh dan aku kebingungan." Permintaan maaf dari Kafa yang terdengar sangat tulus di telinga Dirga , membuat jantungnya berdesir, dan menatap lekat gadis bewarna biru muda indah itu.
Dirga pun sesaat mematung tak percaya akan ungkapan permintaan maaf dari Kafa dengan tiba-tiba, membuatnya terpanah dan perasaan pria ini membuncah indah bak mendapat lotre kemenangan yang tak terhitung jumlahnya.
"Hei, kenapa kau melamun ayo kita pulang?" Ajakan Kafa ke Dirga memecah lamunannya.
"Ehm,... baiklah kau tunggu disini aku akan mengambil motorku." Ujar Dirga pada Kafa dan segera mengambil motor sportnya.
__ADS_1
Saat berjalan dia sangat senang sekali.
Bersambung...