Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 57 "Kesurupan"


__ADS_3

Keesokan harinya Kafa pun sudah berada di sekolah sekarang pukul 11.00 wib sebentar lagi akan jam istirahat dan makan siang, tapi saat ini Kafa ada ujian dadakan yaitu materi Bahasa Inggris, dia semalam tak belajar dan kelelahan langsung tidur , karena setelah dia membantu di klinik Dokter Armand kemarin sore dengan banyak pengunjung maka tidak sempat membaca materi ulangan hari ini.


Waktu terus bergulir sekarang pun jam sudah berubah,menjadi pukul 12.00 wib,dan saatnya semua murid untuk beristirahat karena belnya sudah berbunyi dengan kencang.


Kafa pun mau tak mau mengumpulkan hasil ujiannya ke depan kelas,dan keluar kelas agak terpaksa, raut wajahnya agak masam karena ujian kali ini dia tak begitu bisa, beberapa dari soalnya sangat sulit sekali.Namun selebihnya soal yang di kerjakan bisa di kerjakan dengan baik. Saat dia berjalan pergi ke arah kantin,di belakan sudah ada Nada menepuk pundaknya Kafa dia tersenyum seolah-olah mengenalnya dengan akrab, tetapi Kafa melepaskan tangan Nada yang melingkar di bahu Kafa.


"Hei, siapa pria yang kemarin?" tanya Nada dia menatap wajah Kafa dengan intens,dan mengunyah permen karetnya meniup-niup dan menggembungkannya.


"Bukankah Dokter sudah menransfer uangnya kenapa masih menggangguku?." ujar Kafa lalu menghentikan jalannya,lalu menatap penuh curiga kepada Nada.


"Ehm, begini dia Dokter...apakah dia om mu?" tanya Nada semakin Kepo pada Kafa lalu dia memberikan ponsel miliknya.


"Bukan , lagipula kenapa ponselmu ini kau berikan padaku?"Kafa mengernyitkan kedua alisnya,dia manatap Nada dengan rasa curiga


"Baguslah, kalau begitu kau masukkan nomer ponselnya ." perintah gadis tengil ini seenak nya pada Kafa.


"Tak mau, jika dia marah padaku bagaimana?" ujar Kafa dengan sangat polosnya pada Nada, dia mengembalikan ponselnya.


Kafa pun berjalan lagi menuju warung kantin dan memesan makanan, dia duduk tepat di bawah pohon mahoni yang kecil menjulang dan cocok untuk tempat berteduh.


Beberapa saat pun Dirga datang dan duduk di sebelah Kafa, sembari mengamati wajah Kafa yang terkena sinar matahari kemerahan.

__ADS_1


"Kau gerah?" tanya Dirga dan menempelkan satu kaleng minuman dingin di pipi Kafa.


"Terimakasih." jawab Kafa dan dia menerima minuman kaleng dingin itu, tetap menempel kan di pipinya.


"Sama-sama." jawab Dirga sambil tersenyum.


Beberapa saat makanan Kafa datang dia pun melahabnya, karena Kafa tak sempat makan di rumah Dokter Armand tadi hampir saja dia kesiangan.Hampir saja telat karena pagi tadi dia bangun kesiangan, masih untuk gerbang sekolahan masih terbuka.


"Kau kelaparan?,eh aku mau tanya beberapa hari aku tidak melihatmu." tanya Dirga pada Kafa dia mendekatkan wajahnya pada Kafa.


"Ehm, iya sepulang sekolah aku membantu di kliniknya Dokter Armand memang kenapa??" tanya Kafa sambil memakan nasi rames yang hangat,karena dia benar-benar lapar maka dia tetap mengunyah nasinya walau saat ini dia masih berbicara dengan Dirga.


"Ya ,aku kira kau kemana?,aku ingin mengajak jalan-jalan,lagipula kau tak lelah siang sampai malam bekerja?"tanya Dirga dengan menatap wajah Kafa yang masih menikmati makanan di atas meja.Dia tidak terlalu mendengarkan ocehan Dirga mengunyah makanannya, dan dia menyelesaikan secepat kilat .


"Maafkan aku ya, karena aku juga butuh uang makanya aku harus bekerja di sore hari." bisik lirih Kafa sambil minum es teh setelah selesai menghabiskan nasi ramesnya secepat kilat.


"Apakah aku boleh membantu juga di klinik Dokter Armand?" tanya Dirga pada Kafa dan dia berharap bisa di terima di klinik, dan bisa mengamati Kafa . Dia pun tersenyum kecut karena Dokter Armand bisa saja menolaknya.


"Nanti kau boleh tanya langsung." jawab Kafa.


Tiba-tiba banyak anak bergerombol mereka semua berbisik-bisik, karena ada salah satu siswa yang sedang kesurupan saat ini.

__ADS_1


"Dengar ada anak kesurupan di UKS." bisik salah satu siswa yang bergerombol.


"Iya, aku dengar dia berteriak histeris dan dia meracau tidak karuan." jawab siswa lainnya .


Dia adalah itu salah satu dari seorang siswa anak pria sekarang sedang di bawa ke UKS.


Kafa dan Dirga saling menatap satu sama lainnya dengan serius.Kafa menghabiskan minumannya dengan secepatnya, dia pun membayar semua makanan dan minuman yang ia pesan,lalu segera pergi ke arah UKS.


Lalu dia berjalan dengan cepat ke arah UKS bersama Dirga. Mereka pun melihat banyak siswa yang bergerombol di dekat pintu, dan memang ada siswa yang sedang kesurupan saat ini, dia berteriak dengan sangat histeris.


Suaranya memekikkan telinga terlihat wajah pria itu pucat, dan bibirnya kebiruan, matanya hanya terlihat putihnya saja, badanya terlihat kejang-kejang. Beberapa guru memeganginya agar dia bisa tenang. Dia meracau tak karuan. Membuat semua siswa bergidik ngeri karena dengan apa yang di lihat sekarang, tidak bisa di nalar dengan logika dan akal sehat.


"Pergiiii.. pergiii... kaliaan..argh..!!" pekiknya.


"Lepaskaan...lepaskaan..."sambil menyeringai kearah semua orang matanya melotot, dan hampir saja kedua bola matanya loncat keluar secara bersamaan.


"Pergilaaahhh...atau semua akan aku bunuh!!" semakin meracau tidak karuan ,dia melotot dan meyeringai.


"Ha...ha..ha...ha..." tertawa terbahak-bahak.


Semua guru hampir kewalahan karena tubuh anak yang kesurupan memberontak sangat kuat, hampir sesekali guru yang memegangi terlepas mendapatkan cakaran dari siswa itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2