Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 68 "Tidak Bisa Tidur"


__ADS_3

Bersama Kafa dia pun berjalan beriringan dan terulas senyum manis khas Dirga yang amat bahagia.Menatap penuh perasaan membawa beberapa barbeque yang sudah matang ,tetap masuk kedalam Villa miliknya saat ini.


Dokter Armand berjalan di belakangnya saja sambil menatap mereka berdua merasa kalau hatinya, saat ini teriris sangat perih,ia merasa pria tua ini sangat cocok untuk melihat kedua remaja itu bahagia. Baginya dia hanya saksi .


Namun saat ini yang sebenarnya menahanya tetap berpura-pura kalau tidak terjadi apa-apa, berusaha kalau dia tidak terpengaruh dengan pemandangan yang dia lihat di depannya.


Padahal perasaanya yang sebenarnya adalah sangat kecewa, sedih,dan merasa tak percaya diri pada dirinya sendiri.Kenapa dia tidak jadi seorang pria muda saja, dengan begitu pasti Kafa akan jatuh cinta padanya.


Mereka pun akhirnya duduk bersama di dekat perapian saat ini ,di dalam ruang tamu yang bernuansa clasic serba kayu jati ,terlihat unik berkelas dan mewah. Namun karena kayu jati nampak sangat kokoh, kuat serta eksentrik .


Kafa pun duduk sambil mengelus beberapa kali lengannya masih terasa dingin, Dirga lalu dengan sigap memberinya selimut agar tubuh Kafa tidak kedinginan lagi.


"Trimakasih ."ucap Kafa sambil tersenyum manis kepada Dirga saat ini.


Dirga membalasnya dengan senyuman manis juga padanya,sambil membenahi selimutnya agar tetap membalut tubuh Kafa.


Sesekali perapian itu di beri tambahan kayu bakar, agar tetap menyala tak padam api nya.


"Dirga,oh ya berapa lama villa ini sudah berdiri sekokoh ini?" tanya Dokter Armand menatap lekat kedua bola mata Dirga saat ini.


Dirga yang berjongkok seketika berdiri setelah memberi tambahan kayu bakar di perapian itu


"Aku kira sudah lama entahlah berapa tahun, kenapa Dokter????" Dirga balik tanya kepada Dokter dan segera duduk di sebelah Kafa .


"Ehm tidak, benar-benar klasik aku rasa usia bangunan ini kurang lebih ratusan tahun." Dokter Armand sambil melihat sekeliling , setiap sudut ruangan memang bernuansa elegan, masih dengan interior jaman dahulu.


Karena mungkin keluarga Dirga menjunjung kelestarian adat leluhurnya, maka semua tak ada yang berani sama sekali untuk mengubah nilai dari bangunan ini sendiri, dari segi bahan kayu , interior, semua pernak-perniknya masih tetap terjaga.Hingga sampai saat ini bahkan area perkebunan yang di milikki Dirga mulai dari kebun buah, sayur, hingga kebun bunga.


"Besok pagi setelah sarapan akan aku ajak turun, dan kalian bisa menikmati kebun buah dan sayuran di bawah mau tidak???" Dirga sumringah karena akan berencana membawa Kafa ke kebun bunga miliknya yang luas.

__ADS_1


"Oew, kau benar-benar dari keluarga kaya raya rupanya." ucap Dokter Armand sambil melihat wajah Dirga nampak sangat senang sekali .


Namun Dokter Armand saat ini tersenyum kecut karena kalah saing , jika di bandingkan Dirga yang mempunyai bermacam-macam kebun, mulai buah, sayur, dan bunga, bisa di bayangkan semua hasil pertaniannya sudah membuat kaya tujuh turunan sekalipun.


Nyali Dokter Armand seketika menciut bagai balon udara yang kehabisan hidrogen kempes tak bersisa.Dia pun agak melamun karena dia tak memilikki harapan untuk menyukai Kafa.


"Sialan... kenapa sainganku berat sekali???" batin Dokter Armand sambil menghabiskan makanannya.


"Ya masak aku juga harus mempunyai banyak kebun dulu, siaalaaan." batin Dokter Armand dia mengumpat dirinya sendiri, karena tidak mempunyai peluang mengalahkan Dirga.


Waktu pun terus berputar tak terasa obrolan mereka sangatlah seru sekali mulai bercerita tentang masalalu dan pas masa kecil sampai hal yang di takuti.


Akhirnya Mereka bertiga sekarang beranjak ke kamar masing-masing,karena Dirga dan juga Dokter Armand tidur satu kamar mereka pun pergi ke ruangan kamar yang sama.


Kafa tidur sendirian di kamar lainnya, saat ini para pria itu pun berbincang dahulu. Karena tadi waktu baru datanga ada hal di tanyakan oleh Dokter pada Dirga masih belum sempat untuk membicarakannya lagi.


"Dokter Apa yang ingin kau tanyakan padaku tadi, aku sangat penasaran??"Dirga mendekat ke Dokter Armand yang akan beristirahat.


"Sialan..hanya itu yang ingin anda tanyakan?" tanya Dirga penasaran pada Dokter Aramand.


"Tentu saja memang apalagi??" tanya Dokter Armand dengan sebal.


"Jangan harap kau anak ingusan , mau pamer kebunmu itu padaku,dasar kurang ajar!!" batin Dokter Aramand sambil menatap Dirga sebal.


"Aku kira mau tanya apa ternyata cita-cita,ckk sudahlah kita tidur saja, pertanyaan apa itu?"


sambil membelakangi Dokter Armand karena kecewa pertanyaannya itu tidak sama dengan harapan Dirga.


Mereka pun mulai mengatupkan mata mereka Dokter Armand tidur dengan lelapnya, jadwal Dokter memang padat maka dia kelelahan.

__ADS_1


Tapi berbeda dengan Dirga matanya pun tak dapat terpejam, maka dia pun bangkit menuju kamar Kafa, nampak kamarnya gelap hanya ada lampu tidur yang menyala,Kafa ternyata sudah tertidur dengan pulas.


Dirga pun merebahkan tubuhnya di samping gadis bermata biru. Kafa walaupun tidur tidak mendengkur,dan tak bersuara seperti seorang putri tidur, terlihat anggun dan cantik seperti tokoh di film kartun-kartun tersebut.


Dirga hanya mengamatinya dari sampingnya beralaskan kedua tangannya yang di tangkup kan.Dia menamatkan wajah cantik gadis yang bermata biru , mulai dari kedua alisnya yang bagus, hidungnya yang mancung, wajah tirus, sampai dagunya yang lancip.Akhirnya mata nya tertuju pada bibirnya Kafa bewarna merah muda ,ranum dan alami tak memakai lipstik sama sekali, bahkan Kafa tidak pernah sama sekali memakai make yang tebal.


"Kenapa perasaanku kacau??" batin dari Dirga saat ini sambil beberapa kali menelan saliva.


Degup jantung Dirga semakin tak beraturan, bahkan di ruangan yang sepi senyap ini akan terdengar bunyinya, jika Kafa terbangun.


"Bahkan saat tidur,dia seperti seorang putri." batinnya dia mulai menggeser badanya yang jangkung,tinggi besar itu mendekat ke tubuh Kafa yang sedang meringkuk tertidur pulas.


Kini badanya yang besar itu sudah mendekat pada gadis kecil, tetapi Kafa hanya tertidur pulas, tak menyadari ada seorang pria sudah menyusup ke dalam kamarnya.


"Kenapa jantungku berdegup seperti ini??,dan bagaimana ini kalau aku tak bisa tidur sampai besok pagi, sialaan!!!" batin Dirga menggerutu karena hawa di bukit sangatlah dingin sekali.


Selimut Kafa di tarik olehnya dengan amat pelan ,agar tak membangunkan putri tidur ini, kemudian ikut masuk ke dalam selimutnya.


Kafa dan Dirga tidur menggunakan satu selimut.


"Aduh... kenapa jantungku ini semakin tidak aman?,biarkanlah mau gimana lagi, dingin jika tak memakai selimut." batin Dirga sambil memadangi wajah Kafa yang sedang terlelap.


Setelah beberapa menit Dirga yang tak bisa menutup kelopak matanya, dan sangat gugup dengan suara jantungnya berbunyi tak karuan


Tubuh Kafa menggeliat dan menempelkan tangannya ke arah wajah Dirga, sontak Kafa memegangi dan membuka kelopak matanya.


Mereka pun saling menatap satu sama lain, Kafa ingin berteriak namun Dirga membekap.


Agar Kafa tak bisa berteriak malam ini karena Dokter Armand sedang tertidur pulas.

__ADS_1


"Diamlah aku tak akan mengganggu aku janji." ucap Dirga sambil melepas bekapan kepada mulut gadis bermata biru itu.


Bersambung...


__ADS_2