Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 92 "Kematian Ardi 2"


__ADS_3

Malam yang di penuhi angin kencang beserta hujan yang semakin lebat saja,di luar nampak hujan mengguyur semua permukaan bumi.


Hujan dengan membawa susana bertambah dingin itu,beserta di iringi suara petir dan juga guntur yang menggelegar.Malam ini memang sangat dingin dan mencekam jika di lihat dari luar, banyak makhluk hidup itu memilih untuk berdiam diri di dalam rumah mereka masing- masing berlindung dari derasnya hujan yang membasahi semua permukaan yang ada.


Namun hanya satu manusia yang saat ini ia memakai mantel hitam itu,dan sedang sibuk menggali tanah yang basah juga berlumpur dengan susah payah.Dia itu terlihat beberapa kali kesusahan saat menggali tanah tersebut.


"Aduh....!siaaalaaan!,kenapa hujannya lebat? aku jadi bertambah kesusahan menggalinya." umpat pria itu sesekali dengan melanjutkan menggali tanah di sebuah ladang jagung dan terlihat lahan luas itu di tumbuhi jagung yang siap di panen.Karena tanah yang di galinya basah dan juga berlumpur terkena air hujan.


"Clak...Clak...Clakk..."


"Clak...clak...clak.."


Bunyi seseorang menggali tanang basah di sekitar ladang jagung, dengan susah dia itu sudah membuat lubang seukuran manusia.


Setelahnya menyeret memasukkan ke dalam liang lahat yang ia buat sendiri.Hujan deras tidak kunjung berhenti juga, dia masih tetap mengguyur dan orang memakai mantel itu kotor terkena tanah berlumpur dan basah di sekujur tubuhnya. Setelah menutup liang itu dengan tanah dia pun merapikannya dengan menginjak-injak beberapa kali.


Sesekali kilatan petir menyambar-manyambar memberi sedikit penerangan ladang, seorang yang memakai mantel hitam itu sedikit lega .


"Haaaa...Akhirnya selesai juga tugasku,maka aku tak harus kebingungan mengurusi mayat itu lagi,ha.ha.ha."ujarnya sambil menyeringai


Clap...


Clap...


Clap...


Jedaaaar...


"Swusssshhhh...."


Suara angin,guntur,petir saling bersahut-sahut an seakan cuaca hari semakin memburuk dan malam dengan suasana hitam pekat, di iringi suara guntur dan petir yang saling barsahut- sahutan.Pria itu mengemasi semua peralatan dan membawanya pergi.Dia terlihat seperti akan menyalakan sebatang rokok, namun dia ingat kalau hujan turun deras maka puntung rokoknya akan basah, maka dia memasukkan kembali ke dalam saku celananya.

__ADS_1


"Hallo, ini aku pekerjaanku sudah selesai,aku mau uangku di lebihkan ok!, dan jangan lupa janjimu aku menunggunya !!" sambil menutup ponselnya, dia menyeringai memasukkan ke dalam saku celananya.


"Ha....ha...ha..." dia tertawa terbahak-bahak.


"Awas saja jika kau tidak menepati janji, maka nyawamu yang akan melayang !!" gumam pria memakai mantel hitam itu, terlihat matanya sangat tajam dan tatapannya sangat dingin.


Dia pun naik mobilnya, yang dia parkir di bibir jalan raya tidak ada seorang pun yang lewat.


Masuk dengan terburu-buru sambil melihat ke arah kanan,dan ke kiri setelah benar-benar tak seorang yang melihatnya dia menginjak pedal gas dengan cepat pergi ke arah berlawanan .


Entah ia akan pergi kemana, dengan tertawa sepanjang perjalan dia melihat sekelilingnya hanya ada hujan deras, petir,dan guntur yang menemani malam dingin ini.


🍃🍃🍃🍃🍃


Di rumahnya Dirga saat ini mereka berdua itu sedang melanjutkan makan malamnya,sambil melihat rak buku Dirga,Kafa masih menikmati makan malamnya.Setelah menyelesaikan dia menyisihkan piring dan gelasnya di samping.


Kafa berdiri memandangi satu persatu buku yang berjejer rapi sekali memenuhi rak buku di rumah Dirga itu.Kafa dengan jeli membaca satu persatu judul bukunya.Karena dia saat ini berfikir mungkin jika mencari buku bacaan tentang makhluk halus ,maka dia akan dapat solusinya. Dirga menyalakan ponselnya dan setelahnya melihat Kafa dengan antusiasnya membaca semua judul buku, dia dalam lemari bacaan itu. Dengan fokusnya sambil sedikit bergeser ke arah kanan.


"Aku hanya mencari sebuah buku." jawab Kafa


"Hem,memangnya buku apa yang sedang kau cari ?,aku akan membantumu." ucap Dirga, dia berdiri dan mendekati ke arah Kafa sembari mengamati satu persatu buku yang berjejer rapi dengan seksama.


"Tentang makhluk halus yang hidup lama,dia bisa hidup abadi, jika ia meminum darah dari perjaka, dan memakan jantungnya." ucapnya sambil fokus mencari buku yang ia maksud.


"Apa????" tanya Dirga sembari menatap lekat wajah Kafa dengan padangan terkejut, kedua bola matanya akan keluar semua. Bahkan dia hanya mendengar dari bibir tipis Kafa sudah merasa bulu romanya berdiri semua.


"Sialaaaan makhluk apaaa itu?,kenapa hanya mendengar dari bibirmu,sudah membuat aku ketakutan??"gerutu Dirga dan tak melanjutkan mencari buku yang Kafa maksud.


Dia duduk dengan sebal karena dia merasa menjadi seorang pria yang menyedihkan, dia adalah pria perjaka tulen maka bisa jadi dia menjadi sasaran empuk makhluk itu.


"Emang kenapa dia memilih perjaka?, juga memakan jantungnya , iiih serem bangeeet." sambil beberapa kali mengelus dadanya saat ini hawa dingin semakin menyeruak, dan juga petir di luar seakan berlomba, saling bersahut sahutan.

__ADS_1


"Memang gak ada makanan lainnya?!" tanya Dirga dengan sebal , dia merasa dirinya juga terancam.


"Aku hanyalah mendengarnya dari beberapa makhluk halus, tidak begitu tahu, kenapa kau begitu ketakutan?" tanya Kafa dan duduk di samping Dirga.


"Tentu saja aku takut, aku masih perjaka, dan juga mempunyai jantung yang normal." ucap Dirga dengan nada tinggi, dia pun mendekat ke arah Kafa dan mengerjapkan beberapa kali kelopak matanya terlihat akan memberi usul kepadanya, dengan mencurigakan.


"Kenapa kau seperti itu?" tanya Kafa curiga.


"Bagaimana kalau orang tidak perjaka?,apa dia tidak akan di makannya?"tanya Dirga dan merasa kalau dia mengahiri title perjakanya maka ia tidak akan dalam bahaya.


"Aku tak tahu memang kenapa?,kau bertanya seperti itu?" protes Kafa dan membuka buku di tangannya sembari fokus membaca.


"Bagaimana kalau aku mengahirinya dengan mu saja?, hi...hi...hi..."saran Dirga agar Kafa setuju usul yang diberikan olehnya sambil cekikikan membayangkan yang tidak-tidak.


"Kau ini,bicara apa?!,sembarangan saja jaga mulutmu Dirga !"gerutu Kafa dan memaling kan wajahnya ke arah lainnya,merasa sebal.


Merasa omongan Dirga ngelantur dan perlu di beri pukulan agar ia tersadar dari hayalannya.


Kafa mengabaikannya Dirga agar dia berhenti mengajukan usul yang tidak masuk akal itu.


"Ayolah Kafa,aku itu dalam bahaya,tidak ada salahnya jika mencoba jika statusku berubah maka aku akan selamat."rengeknya kepada Kafa agar menyetujui usulnya.


"Diamlah ,aku sedang membaca !!" protesnya agar Dirga menghentikan rengekkannya pada Kafa.


Untuk sementara Dirga diam namun di dalam hatinya saat ini merasa takut, nasibnya akan sama dengan Ardi anggota team basketnya.


Telah meninggal dunia secara tiba-tiba,dan dengan kejadian itu Dirga,merasa nyawanya sedang terancam. Maka wajahnya tertekuk merasa putus asa, karena incaran makhluk yang tak kasat mata itu adalah seorang pria masih perjaka dengan jantung normal yang berdegup indah.Bulu roma Dirga mulai berdiri merasa omongan Kafa sangat menakutkan.


"Haaa, sialaan...makhluk apa itu?,begitu aku mendengarnya membuat risau saja !!!" gerutu Dirga sambil mengacak-acak rambutnya .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2