
Saat keluar dari kantor polisi ini Kafa terlihat agak melamun, dia juga terlihat bersedih tak seperti biasanya. Dirga pun melihat wajahnya merasa ada yang aneh padanya.
"Kenapa kau melamun?, apakah kau sakit?" tanya Dirga, dengan lirih pada Kafa saat ini.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit bersedih, dan rasanya hatiku sakit sekali." ucap Kafa dengan gontai dan merasa kesedihan dari Bu Khotimah sangat menyakitkan, kehidupan itu membuat Kafa tersadar, tidak pernah sama sekali berbanding lurus dengan keinginan kita
"Bagaimana kalau kita menyegarkan fikiran?, aku tahu tempat yang bagus untuk membuat mu kembali bersemangat lagi." ujarnya Dirga membuka pintu mobilnya, Kafa pun masuk ke dalam mobilnya.
"Kita mau kemana??" tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca, dia masih merasa sedih.
"Ehm, kau akan tahu nanti naik saja." ucapnya sambil tersenyum lembut ke arah gadis yang mempunyai kedua bola mata bewarna biru itu
Mungkin kehidupan di dunia ini terasa amat berat bagi semua orang, walaupun demikian takdir yang amat pahit memberikan kekuatan pada semua orang. Tidak semua orang bisa melaluinya begitu saja, dengan jalanan terjal dengan tingkat kesulitan masing-masing.Tapi memang tidak jarang rasa sakit itu membuat semua manusia semakin terpuruk dalam hari yang suram. Tak Bu Khotimah saja yang saat ini merasakan rasa sakit.Bahkan Kafa merasa kehidupan yang ia lalui setiap hari sangatlah berat ,tanpa kehadiran kedua orang tuanya .
Perjalanan le sebuah pantai yang indah, dan memakan waktu yang lama sekitar tiga jam perjalan jika tidak macet. Dirga telah melalui separuh perjalanannya saat ini, lalu memutus kan untuk memberhentikan mobilnya di tepi jalan karena agak lelah.
"Kenapa berhenti?"tanya Kafa.
"Tak apa-apa, aku hanya ingin berhenti saja sejenak." jawab Dirga lalu memakan rotinya.
"Ehm, apakah kau lelah?" tanya Kafa sambil melihat wajah Dirga.
"Iya,aku lelah biarkan beberapa menit,seperti ini ok." ucap Dirga sambil memandangi di luar pemandangannya sangatlah indah, banyak pohon berdiri kokoh, dengan rimbunnya hidup dan dengan liarnya.
__ADS_1
"Apakah kau suka mengambil gambar?" tanya Dirga sambil mengeluarkan kameranya.
"Oh, kau mengajakku jalan-jalan untuk ini,kita mengambil gambar pemandangan indah ya?" gumam Kafa sambil melihat pemandangan .
"Tersenyumlah Kafa, aku tahu kau tadi masuk mengunjungi bu Khotimah, lalu terlihat sangat sedih setelahnya." ujar Dirga, dan menatapnya
"Iya, aku sangat bersedih sekali, kau tahu saat aku melihatnya, aku merasa sangat rindu ibu dan juga ayahku." ucap Kafa terlihat bersedih.
"Hiks..hiks...hiks..hu..." Kafa menangis untuk beberapa saat, sembari mengusap air mata di kedua pipinya.
Dirga tidak berani bertanya dan juga berusaha menghibur. Hanya diam membiarkan saja dia menangis untuk sesaat agar perasaannya, itu lebih baik jika emosinya bisa meluap walau pun hanya untuk sesaat saja.
Setelah beberapa saat Kafa tidak menangis lagi, dia pun agak baikan, emosi nya sudah terkontrol dan terlibat lebih baikkan daripada tadi. Dirga pun membuka suaranya.
"Iya, terimakasih ya ,kau sudah bersabar dan karena aku kau kerepotan." ucap Kafa sambil mengusap ingus di hidungnya dengan tisu .
"Ayo, kitaaa lanjutkan perjalanannya,kau bisa tidur,satu jam lagi kita akan sampai di sebuah pantai yang sangat indah..." ujar Dirga,dan dia pun tersenyum sumringah ke arah Kafa.
"Aku tak mau tidur, nyalakan saja musiknya." saran Kafa ,dan terlihat agak senang, mood nya membaik setelah menangis.
"Baik tuan putri..." sambil menyalakan musik di mobilnya.
Satu jam kemudian mereka berdua itu sudah sampai di sebuah pantai yang sangat indah.
__ADS_1
Mereka berdua pun melebarkan tikar dan juga menata beberapa makanan dan minumannya, Karena hari minggu banyak sekali pengunjung pantai,mereka sangat menikmati siang hari yang cerah ini. Tentu suara deburan ombak di lautan seperti alunan melodi, dengan banyak karang, pasir dan juga anginya yang bertiup di sekitar pantai membuat rambut panjang Kafa berkibar indah. Dengan kedua bola matanya yang biru itu.Terlihat dari kejauhan dia, gadis itu terlihat normal dan baik-baik saja. Padahal hatinya masih merasa sangat sakit, dan juga perih saat ini, karena banyak hal dan kejadian yang harus ia lalui. Dengan semua hal buruk hingga pinggang nya masih ada bekas jahitan masih belum menutup. Dengan berpura-pura baik saja memang terlihat normal, namun dia mencoba berteman dengan takdirnya saat ini.
Kafa pun bangkit dan berjalan menyusurinya, pasir di pantai itu bewarna putih, dan terkena angin yang agak kencang jadi bisa masuk ke dalam mata. Kafa sesekali melihatnya ke arah deburan ombak yang bekejar-kejaran sembari merasakan bebasnya gelombang air, riaknya yang saling bersahut-sahutan dengan bebas, membuat Kafa iri padanya .
Terlihat Dirga mengambil beberapa gambar pemandangan air laut, dan juga pengunjung untuk di jadikan koleksinya. Dia pun berdiri di dekat sebuah karang di tepi pantai. Kafa pun berjalan pelan mendekatinya namun dengan menahan rasa sakit bekas jahitan di pinggang nya yang masih belum menutup dengan baik.
"Apakah masih sakit lukanya?" tanya Dirga sambil melihat wajah Kafa yang memerah terkena sinar matahari siang ini.
"Iya masih, tapi tidak apa-apa.Aku sangatlah senang bisa melihat debur ombak di lautan yang nampak indah." ujarnya sambil berdiri di dekat Dirga, mereka berdua menatap ombak.
Dirga tersenyum menatap keindahan Alam, berupa pantai dengan segala yang dimiliki nya,semua yang ada sangat bisa membuat perasaan rileks. Sesaat kita bisa menitipkan perasaan penat dan juga perasaan bersedih kita pada sang ombak itu. Agar bisa melalui hari selanjutnya dengan bebas tanpa beban.
Kafa pun kini duduk di pasir dan memandangi wajah Dirga yang tersenyum sangat bahagia.
"Mungkin, aku merasa memang bukan gadis beruntung, namun saat bertemu dengan hal seperti ini ,tiba-tiba aku merasa bisa menjadi beruntung, sangat beruntung sekali,walaupun semua kesedihanku terkumpul menjadi satu. Maka aku tidak kuasa membendung air mata maka akan ku tumpahkan saja, agar setelah itu aku tidak terlalu terbebani.Terimakasih ya telah membuat perasaanku membaik kini." batin Kafa, dia menatap ke arah Dirga yang sedang asyik saat ini mengambil gambar ke arah ombak di lautan.
Kafa duduk di temani butiran pasir putih,yang terhampar luas di tepi pantai yang indah.Dan sedang Dirga kini asyik mengambil gambar.
Beberapa saat Dirga melihat wajah Kafa yang tersenyum ke arahnya,dia mengambil gambar nya dari kejauhan. Terlihat wajah Kafa yang manis dan juga tirus, saat tersenyum manis ke arahnya terlihat lebih baik daripada tadi .
Kini perasaanya lebih baikan, mereka berdua menikmati waktu senggang di pantai sangat indah itu, sembari asyik mengambil gambar.
__ADS_1
Bersambung...