Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 41 "Tersesat Di Dalam Hutan 2"


__ADS_3

"Siapakah gadis itu kenapa malam-malam tak memakai sandal?"gumam Dokter Armand dan mengamatinya dengan seksama ,dia itu juga mengingat Kafa saat malam menyendiri dan menangis di bawah pohon yang tinggi,saat itu turun hujan lebat dan ada petir menyambar- nyambar juga.


"Kenapa aku mengingat Kafa?,apa dia Kafa?" gumam Dokter Armand dan akan keluar dari mobilnya, memastikan si gadis kecil itu apa Kafa yang sudah tiba.


🍃🍃🍃🍃🍃


Laju taxi pun semakin kencang pak supir itu benar-benar mengebut, bak pembalap kelas kakap, Kafa khawatir takut terjadi hal tidak di inginkan,namun dia sudah terlanjur menerima syarat yang di ajukan pak supir kalau sudah di jalan mengebut tak boleh takut.


"Gimana ini kenapa pak supir ini sangatlah ugal-ugalan?" gerutu Kafa dengan suara amat lirih dia sangat kesal, karena sebagai seorang pelanggan Kafa sangat tak nyaman sekali.


"Aduh jika aku protes ya entar malah supir ini marah." Batin dari Kafa maka dia pun memilih tetap diam, namun dengan berpegangan di sisi kursi belakang sekuatnya, karena laju dari mobil taxi semakin kencang .


Pak Supir sambil sesekali menyanyi dengan suaranya yang cempreng,dia dengan santai walau di speedometer sangat kencang ,Kafa pun semakin tak nyaman dan takut ,tapi dia masih berusaha tetap diam supaya dia bisa menyusul Dokter Armand tepat waktu.


Beberapa menit pun sudah berlalu akhirnya taxi yang di kendarai Kafa tiba di tempat yang di tuju. Kafa mengajak supir itu karena takut jika tak ada temannya dia dalam bahaya.


"Pak mari ikut saya nanti pulangnya bersama- sama lagi ya ,karena Dokter Armand sekarang tersesat." Kafa memohon kepada supir taxi itu dengan memelas agar dia mau mengantarnya saat ini.


"Baiklah neng sekalian bayarnya nanti ya." Supir itu tersenyum menyeringai karena dia akan mendapatkan uang banyak hari ini.


Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalan dengan membawa senter di tangan mereka .

__ADS_1


"Tuh kan kenapa malam-malam kesini Neng, disini angker?" ujar Pak Supir itu kepada Kafa dia pun menyibak beberapa tumbuhan ilalang yang berada di sekitaran jalan ini dan sambil menyenteri agar bisa terlihat.


"Dokter Armand kebetulan tersesat pak, kalau kita tidak datang menghampiri dia akan tidur di hutan sendirian." ujar Kafa pada Pak Supir itu dia pun mengamati keadaan sekeliling di hutan ini, nampak dingin ,senyap, mencekam dan berkabut tebal, dan belum ada beberapa suara hewan buas terdengar mengerikan.


"Ya Tuhan semoga Dokter Armand baik-baik saja, kenapa harus tersesat di sini?"batin Kafa sambil menggelengkan kepalanya, dia pun meneruskan perjalanan.


Hutan semakin malam semakin mencekam, suara beberapa hewan buas yang siap akan melolong kapan saja,di langit tak ada bintang atau rembulan, maka keadaan semakin gelap gulita, Kafa menyusuri jalan ternyata ada satu mobil di depannya, bisa di pastikan kalau itu adalah mobil Dokter Armand, dan Kafa mulai mempercepat langkahnya dan mendekat .


Namun saat Kafa tepat berada di dekat mobil ternyata tak ada Dokter Armand, pintu mobil sudah terbuka,Kafa semakin menghawatirkan Dokter Armand, kenapa tak ada dalam mobil.


"Aduh Neng kemana temannya ?,apa di bawa makhluk halus di hutan ini?" tanya Pak Supir taxi itu sambil bergidik ngeri karena tak ada seorang pun yang berani melewati hutan itu.


"Jangan bilang begitu Pak, mari kita cari dulu mungkin berada di sekitaran sini." ujar Kafa lirih semakin khawatir karena ucapan dari Pak Supir itu ada benarnya juga, disini tidak ada tanda-tanda orang lewat sama sekali, hanya Dokter Armand dan taxi yang di parkir di bibir jalan saat ini.


Akhirnya setelah berkeliling sekitar tidak ada jejak Dokter Armand, dan Kafa pun yang lelah semakin khawatir dengan keadaannya Dokter Armand saat ini, apa yang terjadi kepadanya.


"Aduh, Dokter ada dimana?" gumam Kafa dia celingukkan hampir setengah jam, berkeliling di sekitaran hutan itu namun dia tidak dapat menemukannya.


"Aduh neng aku lelah dari tadi keliling tidak ada orang disini, apa kita pulang saja besok kita cari lagi?" tanya Pak Supir itu sembari menekuk lututnya sudah kelelahan ,selama setengah jam berkeliling hutan yang gelap dan berkabut, serta mencekam hawa dingin menyeruak membuat bulu kuduk meremang.


"Jangan Pak aku mohon ya, kita cari satu kali lagi kalau tak ketemu, kita harus lapor polisi." Kafa bergumam dengan menundukkan wajah nya mungil dan tirus itu, karena ia sebenarnya juga kelelahan ,kakinya terasa kesemutan .

__ADS_1


Namun karena sangatlah menghawatirkan Dokter Armand dia harus tetap mencarinya.


"Satu kali lagi ya neng, kalau tidak ada kita pulang ya." Pak Supir pun mengeluh karena sudah kesemutan kakinya, hawa dingin yang menusuk membuat kaki mudah kram .


"Iya Pak." sambil mengangguk.


Hutan ini pun semakin malam semakin terasa aura mistisnya, sangat mencekam kabut tebal udara dingin menggigit,tidak itu saja kemana Dokter Armand itu kenapa masih saja belum di temukan.


"Dokter kemanakah kamu?"tanya Kafa namun dalam hatinya saja.


Beberapa menit pun berlalu namun tetap tak di temukan ,akhirnya mereka berdua pun akan kembali ke kota, dengan harapan kalau Dokter Armand yang hilang itu akan di temukan oleh para polisi.


Saat menuju ke arah jalan pulang dan mereka berdua melihat mobil Dokter Armand, Dokter Armand tergeletak di belakang mobil dengan tersungkur, ternyata ia pingsan tak sadarkan diri.Kafa pun melihat ada sekelebat bayangan seorang gadis seusianya terbang cepat lalu dia menyeringai ke arah Kafa.


"Aduh Neng, bapak bilang juga apa ya disini angker,tadi teman neng tak ada, namun lihat sekarang udah pingsan di sini." ujar Pak Supir dengan mengelus beberapa kali tengkuknya yang merinding,karena ngeri akan kejadian ini


"Lebih baik kita pulang menuju Rumah Sakit aja ya Pak." Kafa memandangi bayangan tadi mulai menghilang, dan dia tertunduk setelah melihat tak ada lagi bayangan gadis bertubuh kecil, berbaju lusuh dan menyeramkan.


"Baik neng." Pak Supir pun membantu Dokter Armand ke taxi miliknya dan menuju kembali ke kota,mereka bertiga kembali dengan arah berlawanan saat ini, namun Dokter Armand masih pingsan tak sadarkan diri.


Dalam perjalanan Kafa memandangi wajah Dokter Armand sangatlah pucat pasih, sekujur tubuhnya dingin sekali.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2