
"Entah kau bohong ataupun jujur, aku akan percaya tenang saja." Batin Dirga padanya.
Namun mereka berdua nampak sama-sama menguatkan, Kafa masih tetap tertekan atas penglihatannya itu setiap saat harus melihat semua makhluk halus di semua tempat yang ia singgahi.Ternyata di tempat samping ada sosok makhluk halus penunggu warung yang melihat, menatap dengan tatapan sangatlah tajam, matanya merah menyala dia melihat ke arah Kafa dan Dirga, namun karena Kafa tidak melihat kearahnya maka dia tak menghampiri
Kafa menundukkan wajahnya karena takut jika dia akan menghampiri jika melihat Kafa dan Dirga, namun Kafa tidak membahasnya sama sekali. Pura-pura tak melihat dan tidak tahu menahu itu adalah cara Kafa agar tetap terhindar dari masalah.
"Mbk, mau pesan apa ?"tanya dari salah satu waitress itu, membuat Kafa berjingkat sangat terkejut,karena dia kira makhluk itu mendekati
"Sini mbk, aku aja yang pesan." Dirga yang mau memesan makanan dengan memberi tanda pada waitress tersebut.
"Baiklah ini mas." Waitress itu memberikan buku menu dari warung ini, setelah itu Dirga memesan beberapa makanan ,waitress itu pun kembali ke tempatnya lagi.
"Kenapa kau kelihatan ketakutan?,dan apakah kau tak nyaman?" Dirga melihat Kafa mulai berkeringat dingin,dan wajahnya juga berubah agak memucat seketika.
"Tidak apa-apa habis ini kita pulang saja dan aku rasa aku tidak enak badan." Kafa berpura- pura untuk tak melihat makhluk yang bermata merah itu tepatnya berada di warung sebelah.
Mungkin karena itu banyak pengunjung yang datang di warung sebelah, pengunjungnya itu tidak ada henti-hentinya bahkan para pelayan disana kewalahan, seperti di serbu beberapa kawanan tentara perang yang sedang lapar .
__ADS_1
Terlihat antriannya panjang sekali bahkan ada beberapa yang rela makan di luar warung itu. duduk di tepian bibir jalan dan rela kepanasan ada juga beberapa pengunjung yang makan di bawah pohon mangga agar tak terlalu merasa kepanasan.
Dirga pun mengawasi warung sebelah itu ,dan sesekali matanya itu melihat para pengunjung yang berdesak-desakkan.
"Mbk kenapa pesananku lama sekali?, kami sudah kelaparan nich!" ujar salah satu dari pengunjung, dia adalah seorang ibu-ibu yang membawa dua orang anak, dan juga bersama suaminya, mereka berempat sudah tak sabar menunggu pesanan mereka yang sangatlah lama,karena memang terlihat banyak sekali pengunjung di warung itu.
"Iya nich aku juga dari tadi sudah menunggu lama lho mbk, tetapi kenapa ya masih belum dateng pesanan saya?" pengunjung lainnya menggerutu karena sudah tak sabar perutnya keroncongan, namun para pelayan masih saja mengabaikan ,karena kewalahan dengan para pengunjung yang mebludak itu.
Walaupun banyak yang menggerutu anehnya tetap saja mereka tidak beranjak dari tempat duduk dan mencari warung lainnya, mereka tetap saja menunggu walau pelayannya lama sekali melayani mereka .
Dirga mengangguk menahan dengan sekuat tenaga rasa penasarannya, padahal ingin tahu kenapa keadaan ganjil berada tepat didekat warung yang mereka kunjungi saat ini.
Beberapa saat Dirga dan Kafa makan siang karena menu makan siang mereka itu sudah datang,ayam bakar dan minumannya hanya membutuhkan beberapa menit mereka sudah menghabiskan makanan mereka, setelah itu mereka pun pergi meninggalkan warung .
Saat ini mereka pun duduk di depan sebuah supermarket, untuk berbincang membahas masalah warung tadi, Kafa yang tadi terlihat pucat pasih sekarang pun sudah agak ceria dan terlihat baik-baik saja, Dirga melihatnya tersenyum dia mengira Kafa tadi kelaparan, namun setelah makan siang Kafa sudah tak pucat lagi.
"Apakah sudah baikan?" tanya Dirga kepada Kafa sambil tersenyum manis,mereka berdua pun minum es dingin menikmati udara sejuk di depan supermarket di bibir jalan.
__ADS_1
"Iya agak baikkan, kau tahu kenapa warung sebelah tadi ramai sekali?, karena disana ada penunggunya." ucap Kafa dengan lirih ,sambil meminum es nya dia sangat serius berbicara pada Dirga saat ini.
"Benarkah?,lalu orang yang antri semua itu terkena pengaruhnya?" tanya dari Dirga pada Kafa memandang lekat wajahnya Kafa yang nampak dari samping.
"Tentu saja, kenapa mereka semua tak akan pernah beranjak walaupun lama sekali menu makanan tiba?" tanya Kafa sambil menoleh ke arah Dirga,dia menyeringai menatapnya lalu tersenyum tipis sesudahnya.
"Kenapa?,ceritakanlah lagipula aneh sekali ya banyak yang menggerutu tetap saja mereka masih menunggu dengan setia."Dirga nampak keheranan sambil menggelengkan kepalanya beberapa kali,tanda ia tak paham akan situasi yang ia lihat sewaktu makan siang.
"Ya karena penunggunya itu mempengaruhi semua pengunjung, agar tidak bisa beranjak dari tempatnya." Kafa pun menjelaskan pada Dirga sambil meminum es nya lagi .
"Oh,begitu padahal warung yang kita singgahi sepi lebih enak, tak terlalu lama pelayanannya tapi aneh ya." Dirga tak habis fikir kenapa hal demikian yang tak terfikir dengan logika,bisa terjadi namun mau bagaimana lagi,karena dia tak bisa melihat makhluk halus Dirga masih belum percaya sepenuhnya.
"Aku kira kau tak akan pernah percaya, karena aku setiap hari dan juga setiap saat melihat mereka, jadi aku tersiksa." Kafa curhat pada Dirga kalau dia sangat tersiksa setiap saat .
Karena bisa melihat semua makhluk halus itu memanglah sangatlah melelahkan sekali,dan bahkan tak sekali pun beberapa detik saja dia hidup normal seperti gadis lainnya,padahal ia hanya ingin menjalani hidup normal layaknya manusia lainnya, namun karena kedua mata Kafa yang kebiruan bisa untuk melihat semua makhluk halus,maka dia mau tidak mau harus membulatkan tekad,serta mau menguatkan mentalnya juga. Agar bisa terbisa menjalani kehidupan seperti biasa seperti manusia yang normal lainnya, walaupun dia berpura-pura tak ada apa-apa, padahal yang sebenarnya terjadi berlainan sekali dengan keinginan hatinya.
Bersambung...
__ADS_1