
"Ehm, ehm,ehm, ya ini gosong karena kalian." protes Dokter Armand mengernyitkan kedua alisnya ,dan mengerucutkan bibirnya .Setelah itu dia segera membalik sate barbequenya.
Karena sudah terlanjur gosong mau apa daya di kata.Namun bau sangitnya itu sangat enak walaupun bisa di pastikan dagingnya terasa pahit dan keras.
Dokter Armand membakarnya lalu mengganti dengan tusukan sate barbeque yang baru.
Namun sate barbeque milik Dirga nampaknya matang sempurna, terlihat pas tidak gosong sama sekali dia pun memberikan untuk Kafa.
Beberapa tusuk saja,Kafa langsung menggigit dan merasakan sate barbeque dari Dirga pas enak di lidahnya. Melihat itu Dokter Armand semakin cemberut kenapa sate buatanya tak berhasil malah gosong tidak bisa di makan.
"Kau pandai juga Dirga, dagingnya lembut tak keras, dan pas matang sempurna." ucap Kafa sambil menggigit satenya dengan amat lahab
"Baguslah kalau kau itu suka, makanlah yang banyak ." jawab Dirga sambil melayangkan pandagannya yang teduh pada Kafa, serasa dunia milik berdua, mereka lupa kalau Dokter Armand menyaksikan merasa terbakar api cemburu,ada rasa sesak di dadanya yang ikut menyeruak dalam hatinya,berhimpitan namun tak mau mengungkapkannya.Hanya bisanya menggigit jari melihat Kafa dan Dirga saat ini.
Dokter Armand dengan kekesalannya makan barbeque, dia melampiaskan kemarahan dan rasa sebalnya pada sate yang ia makan ,dan menggigitnya dengan kuat-kuat menatapnya saja cukup membuatnya silau, Kafa dan Dirga lupa kalau saat ini Dokter Armand di antara mereka berdua.Sesaat setelah menghabiskan beberapa tusuk ,mereka tersadar kalau Dokter sedang tidak berselera dan menatap mereka dengan pandangan tak suka.
"Maafkan aku ya Dok, ini khusus buat anda jangan marah."bujuk Dirga pada Dokter agar dia mau memaafkannya,sekaligus memberi sinyal kalau Dirga memang suka Kafa.
Sambil memberikan beberapa barbeque pada Dokter Armand.
__ADS_1
"Baiklah, aku kira kau memang pria lihai." ujar Dokter Armand menerima sepiring sate lalu langsung melahapnya .
Dirga berharap Dokter Armand mundur teratur tidak bermimpi untuk menyukai gadis belia ini
Karena Dirga merasa paling cocok jika dia di pasangkan dengan Kafa, usianya sama-sama belasan masih muda dan mempunyai fikiran yang sama.Sedangkan untuk Dokter Armand sekarang usianya sudah menginjak 42 tahun.
Dirga merasa paling pas dengan semua yang ada pada dirinya,karena Kafa akan menerima cintanya jika dengan semua kriteria yang dia milikki saat ini,dari segi usianya, ketampanan, fisik, juga pria yang kaya raya di bandingkan Dokter Armand yang hanya mempunyai klinik kecil, dan juga rumah yang mungil untuk dia tinggalli bersama hewan pengerat miliknya saja.
Sangat sederhana dengan semua hal itu pasti Dokter Armand sangat paham,perbandingan yang amat jauh.Bisa di katakan cintanya akan bertepuk sebelah tangan. Sudah bisa di pasti kan kalau kalah telak dengan pria tampan itu.
Usia sangat tua bisa dikatakan kalau matang sekali,berbeda sangatlah jauh dengan usianya gadis yang nampak ia sukai.Kalau di banding Dirga,Dokter Armand sangat cocok di jadikan sebagai seorang ayah,dengan usianya terpaut sangatlah jauh dengan Kafa tetapi bukan pula halangan jika Kafa menyukainya.
Karena Dirga anak yang supel ,baik hati, dan juga tampan dia bermaksud menunjukkannya pada Kafa, dia mempunyai Villa di bukit milik dari keluarga turun temurunnya.Berharap jika malam yang indah ini,Kafa mengetahui kalau dia bisa memberikan lebih daripada Dokter Armand yang hanya membuat dia bekerja di klinik kecil miliknya itu saja.
Dokter Armand pun merasa dirinya tak pantas mendapatkan gadis remaja bermata biru yang indah itu,Karena sangat paham maksud Dirga kalau pergi mengajak piknik di bukit ini serius dengan Kafa, ingin mendekati gadis berwajah tirus, anggun dan cantik nan rupawan .
Dia menahan perasaannya itu sembari makan sate barbequenya,hanya di temani beberapa bintang yang menjadi saksi perasaanya kalau pria tua ini sedang sakit hati.
Karena merasa terlambat kalau usia 42 tahun dia menyukai gadis kecil, muda, dan belia itu sedang bercengkrama dengan seorang pria.
__ADS_1
Pria itu memang pas menjadi pasangan gadis kecil belia bernama Kafa.
Tiba-tiba angin dingin di luar hutan ini mulai bertiup agak kencang,api unggun berkobar mulai begoyang tak karuan.
Debu dan asap dari perapian pun bertebaran, membuat mata pedih kemasukkan kotoran dari asap .
"Hem, kenapa anginya kencang sekali?,ayo kita lanjutkan di dalam." ajak Dirga pada Kafa dengan suara lembutnya dia menggandeng lengan gadis cantik menuju ke dalam Villanya
"Dokter ,ayo kita lanjutkan di dalam saja aku kira akan masuk angin kalau kita tetap disini." Dirga mengajak Dokter Armand juga masuk ke dalam Villa miliknya.
Bersama Kafa dia pun berjalan beriringan dan terulas senyum manis khas Dirga yang amat bahagia.Menatap penuh perasaan membawa beberapa barbeque yang sudah matang ,tetap masuk kedalam Villa miliknya saat ini.
Dokter Armand berjalan di belakangnya saja sambil menatap mereka berdua merasa kalau hatinya, saat ini teriris sangat perih,ia merasa pria tua ini sangat cocok untuk melihat kedua remaja itu bahagia. Baginya dia hanya saksi .
Namun saat ini yang sebenarnya menahanya tetap berpura-pura kalau tidak terjadi apa-apa, berusaha kalau dia tidak terpengaruh dengan pemandangan yang dia lihat di depannya.
Padahal perasaanya yang sebenarnya adalah sangat kecewa, sedih,dan merasa tak percaya diri pada dirinya sendiri.Kenapa dia tidak jadi seorang pria muda saja, dengan begitu pasti Kafa akan jatuh cinta padanya.
Bersambung...
__ADS_1