Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 33 "Tanggung Jawab"


__ADS_3

"Ada apa ini kenapa ramai sekali?" Tanya dari Dokter Armand kepada warga karena mereka sudah berkumpul semua di depan gang itu.


"Ah ya ini pria yang pagi tadi mengantar Kafa, dan sekarang Kafa di bonceng pria lainnya." Bu Zubaidah mencoba bersilat lidah ,dia juga ingin memperkeruh keadaan agar Kafa bisa di usir oleh warga kompleks tersebut.


"Oh, kau menghasut para warga, kau tak takut dengan tuduhan palsumu!!!" Dokter Armand murka pada Zubaidah dan menatapnya tajam.


Bu Zubaidah mulai menelan selivanya karena merasa takut ancaman Dokter Armand yang agak menyeramkan.Dokter Armand melepas kaca mata hitamnya dan menyeringai kepada Bu Zubaidah sekarang.Bu Zubaidah tampak sangat kebingungan sekali. Namun Dokter Armand sangat tahu bahwa Bu Zubaidah lah biangnya dari semua ini.


"Kami tak mau tahu karena bukti sudah ada di depan mata!!!, kami harap Kafa harus angkat kaki dari komplek ini!!!" Pekik dari salah satu warga pria yang sangat geram tersulut emosi, setelah mendapatkan laporan Bu Zubaidah .


"Apa yang kalian bicarakan ini?,dasar kalian orang yang tak punya perasaan." Dirga protes dan sangat geram kenapa mereka sangatlah tega, padahal Kafa sudah tak punya orang tua bahkan dia tinggal sendiri, lalu sekarang Kafa akan di usir oleh para warga .


"Sudah jangan ikut campur urusan disini,kami hanya ingin Kafa angkat kaki dari sini!!" Usir dari para warga membuat Kafa semakin sedih


"Baiklah jika itu yang kalian inginkan,aku pasti pergi setelah itu kalian bubar." Ujar Kafa dan terlihat sedih dan murung sekali dia sangat ingin menitihkan air mata namun, dia masih bisa menahanya sekuat tenaga.


Dokter Armand pun melihat Kafa merasa iba, dan berusaha untuk menjelaskan pada semua warga yang sedang terjadi.


"Dengarkan jangan menuduh hal yang bukan- bukan, Kafa tadi malam pingsan dan aku ini hanya menolongnya." Ujar Dokter Armand pada semua warga agar tidak terhasut oleh ucapan Bu Zubaidah.


"Kami tidak percaya dengan ucapanmu, kami hanya melihat yang sedang terjadi saat ini." Sangkal salah satu warga tak mau berdamai.

__ADS_1


"Baiklah kalau kalian bersikukuh, biarkan aku bertanggung jawab!!"Dokter Armand mulai mengambil keputusan akan mengajak Kafa keluar dari kompleks itu.


"Bagaimana kau akan bertanggung jawab?" Tanya dari salah seorang warga mendekati Dokter Armand dengan pandangan tajam,dia melotot padanya.


"Ya aku akan membawanya, biar bisa tinggal denganku."Dokter Armand menjelaskan akan keinginannya pada semua warga, agar Kafa tinggal bersamanya saja, sebenarnya Dokter Armand beniat baik namun warga tetap saja mencurigai niat baik Dokter Armand.


"Dan kau mau tinggal hanya berdua dengan gadis ini, berarti kau akan bertambah bebas." Protes salah satu warga pada Dokter Armand


"Kalian ini repot sekali, mengusir gadis yatim piatu dan aku mau bertanggung jawab masih juga salah." ujar Dokter Armand pada semua warga yang sedang berkumpul di depan gang


"Sudah-sudah aku yang akan pergi ,lagipula aku akan tinggal bersama bibiku saja." Kafa mulai memotong perdebatan para warga dan Dokter Armand.


Tak mau ambil pusing dengan apa yang di katakan semua warga padanya,dia berharap bisa tinggal bersama bibinya di desa sebrang


Setelah selesai mengemasi barang-barang dia pun keluar rumah, dengan membawa dua koper berukuran besar Dirga membantunya.


"Sini aku akan membantumu, karena kau sepertinya kesulitan."Sambil mengambil koper besar yang di bawa Kafa.


"Biarkan aku saja."Dirga menepis tangan Dokter Armand karena merasa tidak suka.


"Kalian berdua pulang saja lagipula,aku akan pergi sendiri naik bus." Kafa pun membawa dua koper besar meninggalkan rumahnya .

__ADS_1


Akhirnya para warga pun lega sudah berhasil mengusir Kafa,mereka semua bubar seketika.


Saat dalam perjalanan Kafa menghubungi bibinya berada di desa seberang.


"Hallo bi, bisakah aku tinggal bersama bibi saja?" Tanya Kafa sambil menitihkan air mata


"Maaf Kafa, bibi sudah menjual rumahnya dan sekarang bibi berada di luar pulau."Jawab bibi Kafa ternyata dia sudah tak tinggal di desa seberang ,pupuslah harapan Kafa maka dia harus tinggal dimana.


"Oh. iya bibi maafkan aku sudah mengganggu aku tutup ponselnya." Ujar Kafa pada bibinya.


Setelah mendengar Dokter Armand merebut koper Kafa dengan paksa, memasukkan dua koper dan kandang gotchi ke dalam mobilnya


Lalu menarik lengannya memasukkan Kafa kedalam mobilnya, Dirga pun hanya menatap terkejut akan tindakan Dokter Armand yang tiba-tiba.


Akhirnya Dokter Armand pun membawa pergi Kafa bersamanya malam ini,setelah apa yang dia lihat Kafa telah di usir warga dan di fitnah Bu Zubaidah.


Namun tak langsung membawa pulang dia membawa Kafa ke tempat yang agak sepi di dekat sungai ,Dokter Armand berharap Kafa menangis dan melampiaskan kesedihannya agar tak terlalu bersedih saat dia pulang ke rumah nantinya.Dia pun meneteskan air mata merembes, berlinang di kedua pipinya saat ini


Dokter Armand hanya diam melihat Kafa yang bersedih, merasakan kepedihannya juga saat ini, kenapa gadis sekecil ini sudah mendapat cobaan amat besar di hidupnya ini dan secara bersamaan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2