
Tawanya semakin menggema di sudut dapur, dan Kafa hanya menahan rasa sakitnya mulai meregang nyawa,setelah itu karena dia sudah tak kuat lagi Kafa menggeliat di atas lantai.
Sekuat tenaganya menghampiri seorang yang menghujamnya dengan pisau belati tajam itu.
Namun karena luka di tubuhnya sudah terlalu parah, dia tidak kuat lagi menggeliat keringat dingin yang mulai menyeruak sekarang, dan sebesar biji jagung.Dan Kafa mulai memasuki dimensi lain yaitu alam kematian.
Kafa pun sudah tak berdaya dia hanya bisa pasrah akan hidupnya ini, yang pastinya akan berakhir dengan segera.Namun rasa sakitnya tepat pada jantungnya masih kian terasa dan tak henti-henti nya deru nafas Kafa mulai tak beraturan, hanya tinggal hitungan saja.
Wajahnya yang pucat pasih dan tubuhnya di bawah lantai sudah menggelepar bagai ikan yang tak ada airnya,mata mulai Kafa melihat cahaya terang kuning keemasan.Saat ini dia di sambut oleh kedua orang tua yang sudah lama meninggal dunia.
Merasa sangatlah senang Kafa hanya bisa pasrah bahwa dia akan selama-lamanya pergi dari dunia ini, berkumpul dengan hangat lagi dengan kedua orang tuanya .
"Kafa...Kafa..Kafa... ini aku Dokter Armand, kenapa kau pucat sekali dan tidur di bawah lantai???" tanya Dokter Armand yang melihat Kafa berguling di bawah lantai yang dingin.
Kafa terlihat pucat pasih dengan tangannya memegangi tepat di atas dadanya,Dokter pun beberapa kali menggoyangkan badannya dan mulai curiga dengan tubuh Kafa yang mulai membiru dan pucat.Dokter menggendongnya dia atas sofabya dan memberi sedikit minyak kayu putih di bawah hidung ,telapak kaki
Dokter juga memberi selimut tebal menutupi semua tubuh Kafa agar tidak kedinginan.
Namun Kafa masih tetap pucat pasih dan tubuhnya semakin membiru, maka Dokter menyangka kalau Kafa terkena Hipotermia.
Padahal suhu di ruangan tidak dingin sama sekali.Dokter menghangatkan ruangan dapur dengan pangatur suhu .Lalu menggosok kaki Kafa dengan minyak kayu putih agar hangat.
__ADS_1
"Kenapa anak ini aneh sekali?" gumam Dokter
"Disini tidak dingin kenapa tubuhnya nampak pucat sekali??" gumam dari Dokter Armand sambil mengecek suhu udara di dapur.
Dirga pun masuk ke dalam dapur sekarang. Dia melihat Dokter Armand sekarang sedang menggosok kaki Kafa dengan minyak kayu putih.Lalu dia pun segera mendekatinya.
"Kenapa Kafa sangat pucat sekali Dokter?" tanya Dirga ,dia mengernyitkan kedua alisnya dan melihat Kafa yang membiru, serta masih tak membuka kedua kelopak matanya.
"Apa dia sedang pingsan?" tanya Dirga lagi.
Namun Dokter Armand hanya menggeleng saja, karena dia juga baru tahu kalau Kafa tidur di atas lantai, menggelinding dan dia segera menggendong ke atas sofa.
Dengan wajah tampak kebigungan karena saat ini, Kafa hanya diam pucat dan tidak sadarkan diri.Mengira Kafa sedang sakit.
Lalu Dirga membangunkan Kafa memeluk tubuhnya, sambil duduk di dekat sofa.
Dokter Armand hanya diam namun tidak mengira kalau Kafa sedang dalam bahaya.
Saat memeluk Kafa Dirga berbisik lembut di telinganya, mungkin hal ini bisa membuatnya bangun dan membuka kedua kelopak mata Kafa yang indah itu.
"Dengar,aku rasa kau mengalami kelumpuhan tidur, aku akan memelukmu agar kau tahu itu bukanlah nyata." Bisik Dirga kepada Kafa dia pun memeluknya erat.Agar merasa hangatnya pelukkan itu , membuat Kafa mau sadar dari kelumpuhan tidurnya.
__ADS_1
"Aku mohon bangunlah, Dokter Armand sudah datang, dan aku masih disini hmm." bisiknya lagi dengan lembut,kedua tangan Dirga masih memeluk Kafa,wajah Kafa menempel di dada bidang Dirga.
Dokter Armand hanya diam tidak tahu kalau kelumpuhan tidur bisa saja mengakibatkan kematian. Dan terasa nyata saat dalam dunia mimpi, namun kematian nyata adanya.
Jika Kafa tidak kunjung bangun dari hal itu, maka dia akan meninggal dunia .
Hal ini sangat berbahaya sekali karena semua manusia pernah mengalaminya,saat tidur kita bisa saja di ganggu oleh makhluk halus yang tak kasat mata, dia mengganggu dan masuk kedalam mimpi itu.Namun saat dalam mimpi memang benar-benar berkuasa.
Maka mereka bertindak sesuka mereka ,dan alhasil jika tidak lepas dari jeratan makhluk halus itu, maka kematian akan datang secara sungguhan.Karena saat tidur kita merasakan kematian sementara.Tubuh kita lemah dalam merasakan respon dari hal apapun karena dia kelelahan.Sebaiknya sebelum tidur kita harus melakukan yang namanya berdoa, dan juga membersihkan kamar tidur kita.
Alangkah baiknya jika saat tertidur kita tidak sendiri karena saat mengalami kelumpuhan tidur, minimal ada seseorang yang tahu maka dia akan membangunkan kita .
Seperti misal tidur di dekat kedua orang tua kita atau saudara. Namun karena Kafa saat ini terjebak dalam mimpinya dan belum sadar jika ia sedang masuk kedalam tipu muslihat makhluk halus.Yang berharap bisa menguasai raga Kafa.Dan kedua orang tua Kafa hanyalah ilusi saja agar Kafa tidak berusaha bangun .
"Bangunlah, lagipula kami masih berharap kau tidak putus asa." bisik Dirga dan menepuk pundak Kafa dengan lembut, serta memeluk tubuhnya agar segera merasakan hangat dan bangun dari mimpi buruk itu.
"Ayo bangunlah Kafa, aku yakin kau bisa tahu kalau itu hanya mimpi dan ilusi saja." Dirga pun meneteskan air mata karena wajah dan tubuh Kafa sudah terasa dingin sekali, namun nafasnya masih ada namun tersengal-sengal.
Dokter Armand hanya diam saja melihatnya, karena masih tidak paham kenapa Dirga bisa melakukan hal seperti itu. Baginya ini di luar nalar tidak masuk akal sama sekali.
Bersambung...
__ADS_1