Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 101 "Pulang Ke Rumah"


__ADS_3

Setelah kejadian yang amat menyedihkan itu, Kafa berpamitan untuk segera pulang kepada sang pemilik kedai mie di pinggir jalan raya.


Kafa pun melanjutkan perjalanannya ke arah rumahnya, dan arwah anak kecil itu mengikuti sepanjang perjalanan Kafa pulang.Dia sangat menyukai Kafa ,baginya gadis bermata biru itu bisa menjadi temannya saat ini.


"Kak, aku ikut kakak ya, karena kakak sendiri maka aku akan menemani kakak." ujar arwah anak kecil itu, dan berjalan mengikuti langkah Kafa saat ini.


Kafa tak menjawab sama sekali obrolan anak kecil itu, karena di jalan banyak orang saat ini.


Jika dia berbincang dengan arwah,orang akan mengira kalau Kafa itu adalah gadis gila.


"Kakak, tak berani menjawab pertanyaanku, karena banyak manusia yang melihat ya??" ujar arwah anak kecil itu pada Kafa, dia pun tersenyum sumringah sekali.


Sepanjang perjalan menuju ke rumahnya Kafa arwah itu bercerita tentang semasa hidupnya, sangat bahagia hidup hanya berdua saja, dan dengan ibunya .Ayahnya sudah sangat lama meninggal dunia. Tapi mereka berdua merasa tetap beruntung masih di berikan kehidupan .


Hingga suatu hari anak kecil itu berjalan di jalan raya, dia hendak membeli mainan yang ia sukai, namun saat berjalan ke arahnya dia malah tertabrak mobil dan meninggal dunia.


Sejak itu ibunya hanya tinggal sendiri saja,ia sangat ingin meminta maaf kepada ibunya , karena setiap hari harus melihat ibunya yang murung, karena sudah kehilangan putra kecil satu-satunya itu. Dia itu sudah beberapa kali mencoba bilang minta maaf kepada ibunya .


Namun karena ibunya tidak bisa melihat atau mendengar suara makhluk halus maka, arwah anak kecil itu merasa putus asa, hanya bisa memandang dari dekat ibunya yang sedang bersedih. Karena sudah merasa lega kali ini arwah anak kecil itu mengikuti Kafa, sampai kini tiba di sebuah rumah mungil milik Kafa.


Setelah tahu keadaan rumahnya yang kotor sudah lama tak ditinggalinya, ataupun tak di kunjungi sama sekali olehnya,rumah itu benar -benar sangat amburadul, banyak debu serta sawang di mana-mana. Kafa bergegas untuk membersihkannya, karena dia sangatlah tak nyaman sekali, jika ia harus tinggal di tempat yang kotor apalagi banyak debunya .

__ADS_1


"Hatciiiing...Hatciiing.." Kafa pun bersin-bersin karena semua ruangan di penuhi banyak debu


Setelah beberapa jam maka rumahnya mulai terlihat bersih, dan juga rapi bisa untuk tidur, dan tinggal dengan nyaman.


Arwah anak kecil itu pun turut senang karena Kafa bisa tinggal di rumah lamanya,rumahnya kecil namun nyaman jika untuk tinggal hanya satu orang saja lebih dari cukup.


Beberapa menit Kafa membersihkan badan nya di kamar mandi, untuk bisa menghilang kan semua bau keringat dan debu yang ikut menempel di badannya.Setelah itu dia pergi ke depan ruang tamu dan mendapati arwah anak kecil tertidur di kamar miliknya.


Dia tertidur amat pulas dengan meringkuk dan memegang guling, Kafa mendekati anak itu dan mengelus rambutnya untuk beberapa kali, karena merasa hidupnya tidak jauh beda dengan yang di alaminya saat ini. Namun dia berlawanan dengan kehidupan Kafa itu, harus merelakan kepergian kedua orang tuanya itu juga karena kecelakaan mobil.


Mereka berdua mempunyai kesamaan nasib dan Kafa merasa iba pada anak itu, membiar kan untuk sementara waktu berkeliaran dekat Kafa,tak biasannya dia berbuat begitu,karena biasanya amat muak dengan makhluk halus , dan tidak mau apalagi di buntuti seperti saat ini, Kafa sangat kasihan merasa kalau anak kecil ini perlu menjadi teman kecilnya untuk sementara saja.Perlahan-lahan dia berencana akan menjauhinya.


Di komplek ini nampaknya aman-aman saja tidak ada sesuatu yang mencurigakan sama sekali,begitu tenang bahkan lebih tenang dari biasanya.Kafa merasa sangatlah senang bisa kembali ke rumah masa kecilnya.Jika ia harus mengingat-ingat masa kecilnya yang dahulu bersama kedua orang tuanya maka, semua itu adalah yang membuatnya hidup selama ini.


Kafa yang lapar hendak membuat mie instan karena perutnya berbunyi,beberapa menit mie kuah hangat sudah dia sajikan di meja makan nya, dan memakan nya dengan pelan-pelan.


Mie yang panas itu tiba-tiba mengingatkan pada ibunya semasa hidup dahulu, saat dia masih kanak-kanak.Ibunya akan meniupkan mie panas Kafa agar tidak melepuh lidahnya.


"Kafa sini biar ibu dinginkan, ibu takut kalau lidahmu akan melepuh nak." ucap ibunya dulu


Hanya ada sisa-sisa bayangan dan juga masa lalu nya saja, walaupun begitu Kafa sangatlah merasa rindu berat hingga saat memakannya meneteskan air mata lagi di kedua pipinya.

__ADS_1


"Kak, lihatlah mie mu kuahnya bertambah." ledek arwah anak kecil itu melihat Kafa yang sedang menangis,karena jelas ia merindukan seseorang pastinya.


Kafa diam tetap tidak menjawab ledekkannya, Kafa memakan mie nya dengan mengenang kedua orang tuanya saat ini.


"Ini teh hangatnya Aina, minumlah ini selagi masih hangat." ucap Ayah Kafa dahulu saat masih hidup.


"Hiks...hu...hu...hu...huaaa..." Kafa menangis seperti anak kecil yang merengek untuk minta di belikan mainan oleh orang tuanya.


Arwah anak itu tidak berani lagi meledek atau sekedar menghibur Kafa, karena dia tahu rasa rindu yang teramat itu, namun tidak akan bisa bertemu hanya bisa jika mereka itu satu alam saja, Kafa masih menangis sesenggukan, dia sampai duduk di atas lantai.


Seorang anak gadis yang begitu merindukan sosok kedua orang tuanya, dengan perasaan yang sedih sekali menangis. Sekarang dia itu hanya punya sisa-sisa kenangannya, di dalam benaknya dan di dalam memorinya.


Setelah perasaannya lebih tenang Kafa pun meneruskan makan mie dingin yang sudah mengembang, dan sudah lembek itu. Dengan tatapan kosong dia menatap cangkir air dan tidak fokus sama sekali.


"Ayolah kak Kafa, semangat!!, aku menemani kakak, jadi jangan merasa bersedih lagi yaaa." ujar arwah anak kecil berdiri di sampingnya.


"Kenapa dari sekian banyak makhluk halus itu kedua orang tuaku saja tidak pernah bertemu denganku??" gumam Kafa berfikir sejak dapat melihat makhluk halus, sudah banyak sekali makhluk yang dia temui,namun dia tak pernah bertemu orang tuanya.


"Menurutmu kenapa bisa begitu?" tanya Kafa tiba-tiba kepada arwah anak kecil itu, dengan wajahnya yang masih sembab, banyak sisa air mata yang meleleh di kedua pipi dan juga kelopak matanya itu.


"Kenapa kak??, aku juga tidak tahu, aku kan barusan mengenal kakak." ujar arwah anak kecil itu heran dengan pertanyaan yang dia tanyakan tiba-tiba pada makhluk halus.

__ADS_1


Sejenak Kafa pun berfikir kenapa hanya kedua orang tuanya yang meninggal itu tidak pernah sama sekali muncul di hadapannya, karena ia begitu merindukannya. Dan dia merasa kalau ini aneh sekali.


Bersambung...


__ADS_2