
Sepulang sekolah Kafa langsung mampir ke klinik Dokter Armand,namun seperti biasanya Dokter masih belum datang, maka Kafa mulai membersihkan semua area klinik terlebih dulu
Tak lama pun di susul Dirga masuk ke dalam kilinik.Dirga menatap Kafa lekat yang sedang fokus membersihkan area klinik.
"Kafa, kenapa kau tidak menyapaku waktu di sekolahan tadi ??" tanya Dirga merasa sedikit bersedih, karena mulai dari makam orang tua Kafa, tidak melihat Kafa sama sekali.
"Aku tadi sedang sibuk, jadi aku tidak sempat menyapamu." jawab Kafa, mengepel lantainya agar tidak berdebu.
"Apakah kau menghindariku?,tadi malam kau tidur dimana?" cecar Dirga ,bertanya kepada Kafa penasaran.
"Aku tidak menghindarimu,hanya saja aku ini ingin hidup sendiri saja Dirga ,maaf ya." ucap Kafa, dia pun menyelesaikan semua tugasnya membersihkan klinik Dokter Armand.
"Baiklah jika kau menghindariku, maka aku akan terus ikut membantumu di klinik tiap hari kalau begitu." jawab Dirga dengan sebal.
"Dengar, lakukanlah kegiatanmu sendiri, dan jangan mengikuti aku Dirga, aku hanya ingin hidup damai." ujar Kafa memohon pada pria itu, agar dia berhenti untuk bersikap seperti anak kecil, dan supaya Dirga tidak mengekor pada Kafa terus.
"Tapi waktu itu kau kan menerimaku." ucap Dirga lirih kepada Kafa, menatap lekat kedua bola matanya yang biru terang ,seperti warna langit di siang hari yang cerah.
"Anggap saja aku tidak serius waktu itu, kau boleh mecari gadis lainnya." ucap Kafa dan ia pun menghela nafas panjang.
"Aku tak mau,kenapa kau itu seenaknya saja? aku itu hanya menyukaimu bukan orang lain." sanggahnya dengan sebal, dia terlihat mulai mengangkat kedua alisnya yang tebal.
"Ehmm, maafkan aku Dirga jika kau memang bersungguh-sungguh biarkanlah aku menjadi gadis mandiri," ujar Kafa dengan serius kali ini
"Apakah kau mau aku membiarkan mencari uang?, dan hidup sendirian saja." ucap Dirga.
"Maksudku, aku ingin menjadi gadis yang tak bergantung hanya pada seorang pria." jawab Kafa dengan bijaksana, dia memandang lekat wajah Dirga agar dia memberinya kebebasan.
__ADS_1
"Hemmm... haaa..." menghela nafas panjang.
"Baiklah, kalau begitu terserah tapi aku tetap akan berada di dekatmu, dan membantumu." jawab Dirga, ia pun menaruh sesuatu di atas meja. Ternyata dia membawa makan siang .
"Hem,apa kau membelinya dalam perjalanan kesini?" tanya Kafa sambil tersenyum manis.
"Makanlah, aku tahu kau itu pasti tadi malam hanya makan mie instant, iya kan??"ujar Dirga karena, dia sangat sering tahu kalau Kafa itu tinggal di rumah lamanya, jarang memasak ia hanya makan makanan cepat saji, karena itu tidak baik untuk kesehatan.
"Terimakasih ya Dirga, kau tahu kalau aku itu hanya makan mie instant, karena aku tidak pandai memasak." ujar Kafa meringis setelah nya memakan makanan yang di bawa Dirga .
Beberapa menit kemudian setelahnya mereka berdua makan siang bersama, Dokter Armand datang melihat sisa bungkusannya saja.
Hanya menggelengkan kepala saja, dan dia masuk kedalam ruangannya, untuk bersiap.
Dokter Armand hari ini membuka kliniknya, setelah beberapa hari dia telah menutupnya.
Dirga membuka klinik ternyata banyak yang sudah antri untuk memeriksakan hewannya.
"Aku sedang berlibur." jawab Dokter Armand.
Dirga hanya meringis melihat mereka yang sedang mengobrol,karena memang sebenar nya kalau menginap di rumah Dirga itu lebih enak, daripada di rumahnya sendiri.Semua fasilitas di rumah Dirga lengkap.
Tak sama dengan rumah Dokter Armand yang setiap saat semua harus di kerjakan sendiri, tanpa bantuan pembantu sama sekali.Kalau di rumah Dirga dia hanya tinggal menyuruh beberapa pembantunya saja. Setelah itu bisa bersantai tidur, makan dengan enak, bebas bersantai kapanpun dia mau.
Hidup di rumah Dirga bagaikan berlibur bagi Dokter Armand, karena dia sangat nyaman sekali jika hidup di rumah Dirga bak seorang pangeran, di negeri Arab itu dengan segala kemewahan dan semua fasilitasnya .
"Tapi kau senang kan Dokter." batin Dirga.
__ADS_1
"Apalagi kau bisa bermain dengan gadis belia, jadi kau pasti krasan di rumahku." batin dari Dirga lagi menatap ke arah Dokter Armand.
"Waaahh,ada pegawai pria baru,tampan lagi sejak kapan dia bekerja disini??" tanya salah satu pengunjung wanita, dia membawa satu ekor anjing pudel berjenis kelamin wanita itu.
"Tentu saja nyonya aku ini tampan,aku baru beberapa hari bekerja disini." ujar Dirga yang mulai menyombongkan diri kepada seorang wanita paruh baya dengan membawa anjing.
"Oh, aku suka anak muda, jadi kalau aku ini berkunjung jadi bisa cuci mata, hi...hi..hi..." ucap salah satu pengunjung itu, dan tertawa kecil , melihat wajah Dirga yang tampan dan masih muda,membuatnya sedikit bertambah semangat.
"Anak muda sekarang ini, makin aneh-aneh." gerutu Dokter Armand dan memeriksa satu ekor kucing jenis persia.
"Lebih aneh lagi, pria tua yang betah melajang tidak takut kalau, keburu menjadi fosil apa..?" ledek Dirga dengan menyeringai ke arahnya Dokter Armand.
Dokter Armand tidak menjawab ledekkannya hanya mengerucutkan bibirnya itu saja yang ranum dan juga seksi menawan hati. Kafa itu hanya bisa menghela nafasnya beberapa kali karena melihat kedua pria itu adu mulut tidak jelas.Memandangi mereka berdua yang punya kesamaan yaitu sifat seperti anak kecil.
"Sudahlah, jangan saling meledek, kalian itu mempunyai kesamaan." ujarnya Kafa dengan tersenyum pada mereka berdua saat ini .
"Memang apa?" mereka berdua sama-sama kompak bertanya pada Kafa, dan sangatlah penasaran saat ini.
"Sudahlah, ayo kita bekerja karena kebetulan klinik Dokter sangat ramai, semangat ." ucap Kafa mengalihkan perhatian mereka berdua gar berhenti saling ledek meledek, dan tidak hanya bercanda. Karena antrian mulai agak panjang. Banyak orang yang memeriksakan hewan peliharaannya hari ini.
Karena mungkin juga beberapa hari memang Dokter tidak membuka kliniknya, karena tubuh Dokter baru pulih benar setelah kejadian pergi ke tempat yayasan panti asuhan,ternyata saat itu bertemu harus bertemu dengan beberapa makhluk halus. Dan yang paling menakutkan yaitu bertemu ular besar jadi-jadian membuat siapa saja yang melihat, bulu romanya akan meremang seketika.
Kafa masih tetap ingat bentuk dari ular besar itu, dia mengaku sebagai iblis berasal neraka jahanam, akan siap memakan banyak tubuh manusia dengan cara menghisap darahnya, memakan jantungnya khususnya oleh para lelaki yang masih berstatus perjaka.
Tidak segan sama sekali membunuh siapa saja yang berani menghalanginya.
Antrian ternyata semakin menyusut banyak para pengunjung pulang ke rumahnya setelah selesai memeriksakan hewan kesayangannya
__ADS_1
Dokter agak kelelahan juga, karena setelah ia beberapa beristirahat membuatnya agak kaku tubuhnya beberapa hari itu merasakan hidup yang nyaman, di rumah Dirga di ajak mencari uang merasa agak kebas dan berubah manja.
Bersambung...