
Akhirnya Kafa juga ketiduran di sofa bersama Dirga. Waktu cepat bergulir dan akhirnya pagi telah datang membawa hawa sejuk dan mulai mengusir malam, dengan kabut dingin yang.
Seolah-olah malam hanya tinggal tulisan dan juga sisanya akan di ambil alih oleh pagi,tetes embun membasahi semua permukaan daun dan rerumputan.Segar terasa menyenangkan.
Kafa dan Dirga berangkat ke sekolah bersama -sama tetapi sesampai di sekolah banyak dari siswa bergerombol dan juga bergosip depan gerbang sekolahan. Dirga memarkir mobilnya
Setelah itu mereka berjalan beriringan karena apakah yang terjadi di sekolah,kenapa banyak murid bergerombol sedang bergosip saat ini.
"Tadi ada orang yang membawa mayat anak pria dari toilet... Hiii... Megerikan apa ada dia mati karena di gigit vampir???" gosip yang terdengar dari salah satu siswa di sekolah.
Tidak sengaja terdengar oleh Kafa dan Dirga, mereka berdua pun mendekati kerumunan.
"Hei... Apa yang terjadi? ,kenapa ramai sekali apa ada hal buruk yang terjadi di sekolahan?" tanya Kafa pada salah satu siswa itu, dengan menatapnya . Raut wajah para siswa terlihat tegang dan agak ketakutan,terlihat jelas kalau ada hal yang buruk terjadi saat ini.
"Oh, Dirga kemarilah aku akan memberitahu gosip terbaru sekolahan kita ini." ajakan salah satu siswi yang genit, dan memberi tanda agar Dirga mendekatinya.
"Hem Aku, tak mau .." ujar Dirga sambil menyi langkan kedua tangannya ke depan dadanya yang bidang, membuang muka.
"Sialan..." umpat siswi itu menyeringai, karena kecewa oleh sikap Dirga padanya.
Dirga menarik lengan Kafa dan pergi masuk ke dalam gerbang. Ternyata ada korban satu siswa yang meninggal dunia di dalam toilet .
Kafa melihat mayat siswa itu, tak ada luka di tubuhnya,seperti biasa mayat itu sama persis dengan mayatnya Ardi yang meninggal dunia.
Dirga dan Kafa saling memandang satu sama lainnya, karena kejadian ini terulang kembali .
"Siapa yang pertama menemukan mayat ini?" tanya salah satu polisi pada siswa di dekat toilet. Dan salah satu siswa maju dia berkaca mata tebal, dengan rambut yang ikal.Bernama Radit, dia adalah siswa kelas sepuluh, ia adik kelas.Terlihat wajahnya pucat dan berkeringat
__ADS_1
Dia terlihat ketakutan dan badannya gemetar karena dia masih shock melihat kejadiannya secara langsung, dengan kedua mata sendiri.
"Kenapa kau ketakutan?" tanya polisi itu.
Dia tak menjawab hanya menunduk lemas, dan kakinya nampak bergetar, dan bibirnya pucat. Mungkin siswa ini masih belum bisa percaya akan kejadian yang menelan korban nyawa manusia di dalam toilet.Kejadian naas terjadi secara tiba-tiba .
Kafa memberinya minuman air putih karena biasanya orang panik jika segera minum air mineral akan segera tenang. Ia Menjadi lebih rileks. Setelah minum beberapa teguk dia pun terlihat lebih membaik, agak tenang dan tidak gemetaran.Radit kini siap dimintai keterangan oleh pak polisi.
"Kau berada di dekatnya saat kejadian?" tanya pak polisi itu.
Dia mengangguk sekali,lalu membenahi kaca matanya yang hampir jatuh.
"Apakah ada yang janggal dengan kematian siswa itu tadi?" tanya pak polisi itu sambil mencatat hasil introgasinya .
"Ti...tidak.. Pak.." jawabnya agak terbata-bata.
"Tidak tahu pak, tadi waktu dia akan pingsan, eh.. meninggal dunia dia ke kamar mandi dan pipis denganku." ujar Radit dan menundukkan kepala.
"Tiba-tiba setelah selesai pipis dia pingsan, eh maaf ya pak meninggal ma.. maksudnya." ujar Radit dengan terbata-bata, dan ia sambil berusaha sebisa mungkin menjawab pertanya an dari pak polisi itu.
"Apa ada hewan yang mengigitnya?" tanya pak polisi itu lagi pada Radit.
"Ti..tidak ada pak aku rasa tidak ada hal yang aneh, dan janggal sama sekali." jawabnya lalu Radit meminum air mineralnya lagi beberapa teguk untuk menenangkannya.
Terlihat keringat Radit banyak menetes di wajahnya, dan tangannya juga berkeringat dingin sehingga dia sangat gugup saat di mintai keterangan pak polisi.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih saya pamit dulu." ujar pak polisi itu undur diri dan mayat dari anak kelas 10 itu di bawa ke ahli forensik untuk di otopsi, apa penyebab dari kematian siswa tersebut.Hingga membuat orang amat penasaran.
__ADS_1
Banyak dari para siswa yang menggosipkan kejadian ini adalah sebuah pembunuhan,dan ada lagi yang karena gigitan vampir, karena siswa yang meninggal dunia secara tiba-tiba itu terlihat pucat seperti kehilangan darah .
Maka banyak yang berspekulasi di hisap oleh vampir, tetapi di dalam tubuh siswa itu tidak ada sama sekali bekas gigitan ataupun luka.
Karena kejadian ini sekolahan ini diliburkan selama sepekan lamanya, karena sekolahan masih di selidiki. Apa indikasinya sehingga satu korban siswa kelas 10 yang meninggal dunia di toilet pria setelah dia buang air kecil.
Banyak murid yang sangat senang karena sekolahan di liburkan. Kafa dan Dirga tidak beranjak pulang saat ini mereka duduk di sebuah bangku dekat taman. Mereka berdua berdiskusi menyelidiki kematian adik kelas dan sambil memakan roti dan meminum es soda.Beberapa menit kemudian datanglah beberapa arwah yang tinggal di sekolahan .
Seperti biasa mereka akan menggoda Dirga, arwah itu terbang melayang-layang sambil mengelilingi Dirga.Mereka tersenyum senang.
"Sudahlah jangan seperti itu, kemarilah aku ingin bertanya pada kalian semua!??" tanya Kafa, dia bertanya dengan tegas sehingga para arwah agak takut padanya.
Sedangkan Dirga merasa aneh karena baru pertama kali dia melihat Kafa berbincang ke beberapa arwah.Karena Dirga hanya tau kalau Kafa bisa melihat hantu, kalau berbincang ini adalah untuk pertama kalinya dia melihatnya .
Para arwah mendekati Kafa semuanya, akan tetapi wajah mereka melihat dan menatap ke arah Dirga.Terpesona akan seorang pria yang saat ini sedang duduk di dekat Kafa.
"Cepat jawablah apakah kalian tadi berada di sini ??" tanya Kafa melihat ekspresi mereka .
"Ehm, kami disini sejak tadi tapi kami tidak melihat kejadian siapakah yang membunuh siswa tadi..." jawab salah satu arwah dan dia melihat wajah Dirga dengan tersenyum manis
"Kalian itu hantu jangan menggoda manusia, lebih baik bantulah kami untuk memecahkan kasus ini, hmmm.."ucap Kafa kepada mereka dengan tegas.
Mereka semua menatap Kafa tidak biasanya, karena biasanya Kafa berbicara sangat lirih, lembut dan juga anggun tidak pernah sama sekali berbicara dengan nada yang tegas dan menakut-nakuti mereka.Sehingga kali ini Kafa membuat para arwah merasa takhluk,tunduk dan takut padanya.Mereka pun merasa segan pada Kafa dan menatap lekat-lekat wajahnya.
Gadis bermata biru itu yang membuat mereka takut, dan Dirga merasa Kafa sudah berubah tak seperti gadis anggun, manis yang biasa ia kenal. Kafa benar-benar jengkel di buatnya .
Kematian dua siswa berturut-turut membuat Kafa merasa harus segera mencari tahu apa yang membuat kejadian ini terulang lagi .
__ADS_1
Bersambung...