
"Hemmm, Haaaaaa." menghela nafas panjang
"Hei, apakah sudah bisa showernya?" tanya Dokter Armand dengan kebingungan sambil melihat Dirga yang masih membenahinya.
"Ini masih aku perbaikki, dengar Dokter anda kan sudah tua, kenapa seperti anak-anak??" protes Dirga sebal karena dia tahu kalau Kafa pergi karena pasti sudah melihat kejadian itu.
"Sialaaan, kenapa harus melihat Dokter gila ini? dalam keadaan seperti ini, kurang ajar !!" batin Dirga sambil membenahi shower agar air hangat itu bisa keluar lagi.
"Sialaaan!!" batin Dirga mengumpat.
"Ini sudah Dokter, jangan lupa ya jika keluar kamar mandi, ganti baju dulu dan pastikan itu handuk tidak jatuh sembarangan." melirik ke arah handuk yang melingkar pada pinggang Dokter Armand dengan sebal.
"Iya-iya kenapa bawel sekalu kau ini, aku kan tak sengaja." jawab Dokter Armand dia pun melanjutkan membilas tubuhnya dengan air hangat.
Dirga pun keluar dari kamar mandi dia hendak mencari Kafa, karena dia tahu kalau gadis itu pasti malu dengan kejadian yang tak di duga .
Dirga pun pergi ke arah dapur dan membawa beberapa camilan dan makanan, membawa beberapa minuman segar juga ia masukkan ke dalam kantong, setelah itu dia berjalan ke arah kamar Kafa , karena pasti dia berada di dalam kamarnya saat ini.
"Tok..tok..tok..,Kafa ayo kita melihat ruangan rahasia, kita tadi mau ke ruangan itu apa kau lupa?" ucap dari Dirga dengan setengah teriak agar terdengar di telinga Kafa.
Kafa pun langsung membuka pintu kamarnya
"Benarkah?,ayo lalu kenapa kau membawa kantong plastik itu??" tanya Kafa pada Dirga.
"Ini makanan dan minuman, lagipula biar kita tidak repot nanti disana." jawab Dirga dengan percaya diri. Lalu dia pun menariknya agar ia bisa berjalan cepat.
Mereka berdua menyusuri lorong dan berada agak jauh dari ruangan kamar Kafa.
Setelah melalui banyak ruangan akhirnya tiba juga di depan sebuah lemari besar,Dirga mulai memencet tombol di sekitaran situ, akhirnya lemari besar itu bergeser dan terbuka lebar.
Mereka berdua masuk kedalamnya, terlihat banyak buku komik, dan ada ruangan rahasia.
Dirga dan Kafa memasukkinya, kedua bola mata Kafa pun terbelalak indah menatapnya.
Alangkah terkejutnya ada sebuah ruangan rahasia di dalam Villa ini, karena Dirga masa kecilnya sangat kesepian apalagi kedua orang tua Dirga lebih sering sekali bekerja daripada menemani. Maka tidak heran kalau dia sering menyendiri di dalam ruangan rahasia ini.
__ADS_1
Menyalurkan hoby nya mulai membaca komik dan ada juga beberapa mainan anak-anak.
Semua mainan masih rapi di dalam tempat kardus, dan rak-rak kecil itu karena tidak ada yang masuk kecuali Dirga ke dalam ruangan rahasia ini.
Semua itu adalah kenangan masa silamnya, seorang pria yang mulai beranjak dewasa itu.
Semakin lama semakin tumbuh dan mainan yang berada di ruangan itu adalah bukti dan saksi bisu teman yang setia menemaninya di waktu dahulu kala. Mulai dari bola, alat musik dan juga mobil-mobilan mainan anak pria.
"Ini semua adalah mainanku saat aku kecil, dan karena kedua orang tuaku itu lebih sering bekerja maka aku hanya sendirian." ujar Dirga menyeret lengan Kafa ke arah tempat tidur kecilnya dahulu.
"Dan ini kamarku, dulu sewaktu aku masih kecil." ucap Dirga sambil memandang kamar dan mengingat kenangannya saat dia masih kecil sekali. Sering tidur dan menghabiskan waktu bermain dan bersenang-senang hanya seorang diri saja.
Nampak kamar kecilnya juga masih rapi dan agak berdebu, karena sudah lama sekali tidak di tinggali tuannya.
"Apa kau sangat kesepian?" tanya Kafa pada Dirga dan melihat wajahnya itu yang terlihat agak muram.
"Tentu, makanya aku lebih suka hidup di kota banyak teman disana, kalau disini aku sering kesepian." ucap Dirga lalu mengajak Kafa duduk agar tidak lelah.
"Baiklah kalau begitu, gimana kalau malam ini kita berbincang saja, dan bercerita masa kecil mu saja." ujar Kafa menghibur Dirga agar tak terlalu bersedih.
"Pantas saja kau sudah membawa banyak sekali makanan dan minuman." ucap Kafa tersenyum manis.
Dirga mempersiapkan agar tidak bolak-balik mencari makanan dan tidak kelaparan ketika berada di dalam ruangan rahasia itu.
"Tentu saja." sambil mengunyak camilan di mulutnya.
"Krauk...krauk..."
"Lagipula pumpung masih libur, kita habiskan waktu bersama , dengarkan musik ini." ucap Dirga sambil menyalakan musik MP3 milik nya yang agak usang namun masih berfungsi
🍃🍃🍃🍃🍃
Dokter Armand pun sudah tampan dan bersih wajahnya berseri-seri, celingukkan karena tak ada Kafa dan Dirga juga, maka dia pun pergi ke dapur untuk memasak makan malam .
Di lihatnya hanya ada sisa nasi dan beberapa telur, serta sayuran di kulkas. Akhirnya Dokter memutuskan membuat nasi goreng menu itu menurutnya sangat cepat dan mudah untuk di masak.Karena perutnya mulai keroncongan.
__ADS_1
Setelah semua bahan ,dan bumbu di siapkan dan juga komplit.Dokter pun memulai dengan menyalakan kompornya. Beberapa menit saja nasi goreng sayur dan telur sudah matang .
Namun karena dia hanya sendirian saja, tidak enak jika makan tak ada temannya. Akhirnya mengambil ponselnya dan mengirimi pesan kepada Kafa dan Dirga agar makan malam bersama.
Nampaknya setelah beberapa menit pesan dari Dokter tidak di baca maka Dokter pun memutuskan untuk memakan nasi goreng yang mulai agak mendingin.
"Kemana mereka ?,kenapa aku di tinggal lagi dasar anak muda jaman sekarang ?" gerutu Dokter lalu memakan nasi gorenngnya sendiri
Sang penunggu villa yang tahu kalau Dokter Armand yang sedang sendirian maka dia ikut duduk di sampingnya.
Beberapa kali menggoda Dokter Armand dia meniup tengkuknya, secara bulu kuduk dari Dokter pun meremang seketika.
Sambil dia makan nasi buatanya itu sendiri beberapa kali celingukkan, namun tidak ada siapa-siapa hanya ada Dokter seorang diri.
"Kenapa perasaanku jadi tak enak ya?" ujar Dokter sembari menghabiskan nasi goreng yang tinggal separuh itu.
Dengan perasaan agak gusar sudah di tinggal sendirian, di temani oleh sang penunggu villa.
🍃🍃🍃🍃🍃
Saat ini Dirga dan juga Kafa menikmati ruang rahasia,kebetulan ponsel milik mereka berdua tertinggal di kamar masing-masing.
Maka mereka berdua pun tak bisa membaca pesan yang masuk dari Dokter Armand.
Sambil mendengarkan musik mereka berdua melihat album kenangan masa kecil milik dari Dirga. Sembari bercerita semua pengalaman di masa kecilnya pada gadis bermata biru itu.
Kafa tersenyum mendengar ceritanya karena suatu hiburan mengenang masa lalu dengan melihat album kenangan masih tertata rapi .
"Lihat ini fotoku saat berdarma wisata, dan aku masih SMP." ucap Dirga sambil menunjuk foto yang tertempel lekat di album kenangan.
"Wah, wajahmu berbeda sekali dengan saat ini, aku hampir tak mengenalinya." ucap Kafa membandingkan foto lamanya dengan wajah Dirga yang sekarang amat berbeda sekali .
"Benarkah?, aku dulu kurus sekali dan lihat ini teman SMP ku dia adalah pria gendut yang suka makan." ucap Dirga menempelkan jari telunjuknya di atas foto itu.
Terlihat temannya itu memang seperti kue donat, bulat gembul dan sangat suka makan.
Berbeda sekali dengan Dirga yang kurus dan nampak hitam kecoklatan, namun temannya itu kulitnya bersih putih, dengan mata sipitnya
__ADS_1
Bersambung...