
Tepat di bawahnya ada dua orang yang duduk berdampingan Kafa dan Dirga, kelopak bunga itu berhamburan sangat indah, tak jatuh tepat di bawah pohon juga namun beberapa daun dan kelopak terbang melayang di atas aliran sungai yang sedang mengalir deras.
Indah terbawa arus air sungai saat ini, di atas rambut Kafa ternyata ada beberapa dedaunan kering,dan juga beberapa kelopak bunga tepat bersarang, Dirga pun mengambilinya sambil tersenyum merasa sangat bersalah atas apa yang sudah dia ucapkan kepada Kafa tadi .
"Terimakasih ya." Suara Kafa yang lirih sambil membalas senyuman Dirga, senyuman yang manis itu mulai membuat Dirga pun semakin merasa bersalah.
"Untuk apa berterima kasih?,aku yang harus meminta maaf padamu sudah berkata tidak baik." Dirga meminta maaf padanya agar tak ada kesalah pahaman antara mereka berdua.
Kafa hanya mengangguk lalu tersenyum kecil padahal yang dia katakan barusan adalah hal yang sebenarnya, namun karena Dirga masih tak percaya kepada Kafa, dia berusaha diam untuk tak mempermasalahkannya kali ini saja
Setelah camilan dan eskrim mereka sudah habis,mereka memutuskan untuk beranjak pulang, karena angin bertiup sangat kencang.
"Apa kau ingin pulang?" Dirga bertanya pada Kafa dengan nada lirih ,lembut dan sopan .
"Tentu saja mari kita pulang, lagipula disini semakin dingin." Kafa berdiri membersihkan kotoran di celananya, dan beberapa kali dia agak menggigil terkena angin yang bertiup dengan kencang .
"Benar sangat dingin ,kalau begitu pakailah jaketku." Dirga pun memberi jaketnya kepada Kafa dan memakaikannya juga.
__ADS_1
"Terimakasih karena kau sudah baik padaku, aku rasa aku mempunyai hutang budi ." Kafa bersuara lirih dan berjalan dengan lambat di samping Dirga.
"Hutang budi apanya?,tidaklah biarkan kita akan selalu dekat seperti ini." Dirga membatin dalam hatinya lalu ia tersenyum amat manis setelahnya.Dia sangatlah senang jika selalu dekat dengan Kafa setiap hari tak masalah baginya.
Mereka berdua kembali pulang dengan naik motor, beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di depan gang rumah Kafa.
Namun Bu Zubaidah dan beberapa warga lain sudah berada tepat di gang saat ini, mereka semua hendak menghentikan Kafa yang akan masuk menuju rumahnya.
"Hei, turunlah gadis jala*g!!! dasar kau tidak bermoral, seenaknya membawa beberapa pria masuk kedalam rumahmu!" Seru Bu Zubaidah sambil mencibirkan bibirnya yang bewarna merah menyala, karena dia sebal Kafa yang bisa membawa banyak pria tampan namun dia tidak bisa merasa sangat iri dan sebal .
Kenapa banyak orang sudah berada di depan gang rumahnya,mereka semua seperti warga yang akan berdemo,lalu teman Bu Zubaidah dan para warga lainnya ikut protes pada Kafa.
"Kami juga mendengar kalau kau membawa banyak pria masuk ke rumahmu." protes dari salah satu warga sambil mengamati Dirga melotot dan menyeringai.
"Apa kalian mempunyai bukti kalau Kafa ini gadis tidak baik-baik?" sanggah Dirga akan tuduhan yang sembarangan pada Kafa ,dia merasa geram karena Kafa adalah gadis yang baik-baik bahkan saat keluar dengannya dia hanya diam tak terlalu banyak bicara.
"Kau tahu tadi pagi dia diantar oleh pria yang membawa mobil, dan dia sangat tampan tak sepertimu pria kecil." Bu Zubaidah menyolot pad Dirga dengan tatapan meremehkan ,dia melihat Dirga masih berstatus pelajar, hanya masih kecil menurut Bu Zubaidah.
__ADS_1
"Hanya itu saja berani kalian menuduh Kafa gadis tidak baik-baik,dasar." Dirga murka atas tuduhan yang tak berdasar tersebut, mungkin saja seseorang telah menghasut para warga agar mereka menuduh Kafa melakukan hal yang tidak-tidak.
Namun mereka tidak mau tahu sangat kesal pada Kafa, padahal Kafa tak pernah membuat masalah pada semua warga ,saat ini malahan mereka semua menyudutkan Kafa kalau dia adalah gadis yang tidak baik,bergonta-ganti pasangan, hanya bermodalkan asumsi dari Bu Zubaidah saja,namun Kafa hanya diam tak menjawab dan menyanggah semua tuduhan itu,dia mematung ,dan membisu tak berbicara sepatah kata pun.
Dirga memandang Kafa dengan tatapan iba, karena tega sekali para warga menuduhnya dengan seenaknya sendiri pada Kafa yang tak bedosa ,namun mau apa di kata karena Kafa hanyalah gadis yang hidup sebatang kara,dia harus menjalani hidupnya yang keras penuh ujian ini. Mereka semua menyudutkan Kafa .
Namun beberapa menit kemudian ada sebuah mobil berhenti di dekat gang tersebut,mobil milik Dokter Armand sudah terparkir dengan cantik di situ,Dokter Armand keluar membuka pintu mobil,turun berjalan mendekat dengan perlahan-lahan.
"Ada apa ini kenapa ramai sekali?" Tanya dari Dokter Armand kepada warga karena mereka sudah berkumpul semua di depan gang itu.
"Ah ya ini pria yang pagi tadi mengantar Kafa, dan sekarang Kafa di bonceng pria lainnya." Bu Zubaidah mencoba bersilat lidah ,dia juga ingin memperkeruh keadaan agar Kafa bisa di usir oleh warga kompleks tersebut.
"Oh, kau menghasut para warga, kau tak takut dengan tuduhan palsumu!!!" Dokter Armand murka pada Zubaidah dan menatapnya tajam.
Bu Zubaidah mulai menelan selivanya karena merasa takut ancaman Dokter Armand yang agak menyeramkan.Dokter Armand melepas kaca mata hitamnya dan menyeringai kepada Bu Zubaidah sekarang.Bu Zubaidah tampak sangat kebingungan sekali. Namun Dokter Armand sangat tahu bahwa Bu Zubaidah lah biangnya dari semua ini.
Bersambung...
__ADS_1