Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 21 "Naik perahu Di tengah Danau 2"


__ADS_3


"Eh, di sana ada perahu tak terpakai, maukah kau naik bersamaku?" Ajakan Dirga pada Kafa agar mau, dengan suara lembut dan sopan .


"Hemm, baiklah aku akan naik perahu itu, lalu apakah masih bisa dan tidak bocor?" Tanya Kafa, sangatlah penasaran sambil menatap wajah Dirga agak bingung dan malu, pipinya merona melihat wajahnya Kafa yang sangat cantik jelita, terutama kedua bola mata Kafa yang bewarna biru sangatlah indah sekali.


"Tentu saja tidak, jika bocor maka tak akan mengapung." Ujar Dirga salah tingkah, karena Kafa sudah mau menerima ajakkannya saat ini.


"Benarkah, kalau begitu baiklah." Kafa pun mendekati perahu itu bersama Dirga.


"Ya Tuhan mimpi apa aku semalam ya..., aku sangat senang... dia mau denganku...yeeess." Ujar Dirga dalam hati kecilnya saat ini, sambil tersenyum manis, dan salah tingkah melihat wajah Kafa yang terkena sinar mentari sore.


Temaram sinar sang mentari sore dikala ini bersembunyi di balik awan putih yang mulai mengepul, dan menjadi saksi mereka berdua naik perahu kecil, menikmati pemandangan yang sangat indah, banyak sekali pengunjung di tepi danau sedang berpiknik di bibir danau.


Mereka sesekali mengamati Dirga dan Kafa, seperti sepasang kekasih, namun nyatanya bukan, Kafa sangatlah senang baginya hal ini adalah hal luar biasa tak pernah dia menaikki perahu kecil bersama seoang pria, bahkan dia belum pernah sekalipun bersama Ayahnya di semasa hidupnya. Karena itu hal sederhana yang seperti ini membuat perasaanya senang, tidak itu saja dia mulai membuka hati , karena mempunyai seorang teman mau menemani.

__ADS_1


"Eh, Kafa boleh aku tanya sesuatu padamu?" Tanya Dirga pada Kafa dengan sopan agar tak menyinggung Kafa.Dan menatap kedua bola mata Kafa yang kebiruan sangat indah.


"Boleh , mau tanya apa?"Tanya balik Kafa pada Dirga saat ini sambil menatap wajahnya


"Ehm, kau orang luar negeri?" Tanya Dirga dengan lirih sambil melihat ekspresi wajah Kafa, dia pun tersenyum manis melihat wajah Kafa agak kemerahan terkena sinar mentari.


"Bukan, memang kenapa ?,apa karena mataku ini kau jadi penasaran?"Tanya balik Kafa pada Dirga karena memang banyak orang mengira kalau Kafa adalah keturunan seorang bule.


"Iya, aku kira kau orang bule, karena matamu yang indah." Ujar Dirga sambil menelan seliva dan memandang lekat kedua bola mata Kafa.


"Bukan, aku asli dari Indonesia Ayah, Ibuku juga semua Indonesia."Jawab Kafa kepada Dirga, dia melihat sekeliling danau nampak tenang dan tentram seperti hal yang sangat dia inginkan karena setiap hari dia itu harus melihat semua makhluk halus, arwah yang bergentayangan membuat dia stress dan amat muak sekali.


"Benarkah?,setahuku gadis yang bermata biru sepertimu itu hanyalah keturunan bule, pasti dari luar negeri."Ujar dari Dirga agak melamun melihat kedua bola mata yang indah miliknya Kafa, membuat dia semakin terpesona.


"Tidak, Ayahku dan Ibuku sudahlah tak ada sebenarnya aku juga ingin sekali bertanya kenapa kedua bola mataku biru?"Ujar Kafa pada Dirga sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Dan melihat pemandangan di Danau semakin sore semakin indah ,karena terkena pancaran sinar mentari yang menerobos celah-celah di tiap dedaunan, dan juga pohon-pohon di bibir Danau semakin terasa takjub di buatnya, jika di lihat dari kejauhan Dirga dan Kafa seperti berada dalam lukisan yang berbingkai .


"Tapi tak apalah karena aku rasa kau jangan bersedih lagi, kita berteman ya."Ujar dari Dirga pada Kafa agar mau menerimanya sebagai seorang teman.


"Terimakasih ya."Ujar dari Kafa dengan tulus.


Terlihat Kafa ini adalah hanya seorang gadis yang sangat kesepian, setiap hari terlihat dia amat murung, berjalan sendiri,bermain sendiri tak pernah bercanda sama sekali, sekalipun dengan seorang teman gadis yang sebayanya di rumah atau pun di sekolahan.


Dirga berharap dia bisa menjadi temannya agar Kafa tak murung lagi, membuat hidup Kafa lebih bahagia dan bewarna.


Mereka pun menikmati naik perahu di tengah danau itu dengan suasana sore yang semakin indah ,para pengunjung juga banyak bermain sepeda di bibir danau,ada juga beberapa yang membawa makananya sambil melukis serta ada juga yang memancing ikan.


Mereka semua sangat berbahagia berpiknik di danau ini. Bersenda gurau bermain dengan keluarga mereka masing-masing.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2