
"Aduh Neng, bapak bilang juga apa ya disini angker,tadi teman neng tak ada, namun lihat sekarang udah pingsan di sini." ujar Pak Supir dengan mengelus beberapa kali tengkuknya yang merinding,karena ngeri akan kejadian ini
"Lebih baik kita pulang menuju Rumah Sakit aja ya Pak." Kafa memandangi bayangan tadi mulai menghilang, dan dia tertunduk setelah melihat tak ada lagi bayangan gadis bertubuh kecil, berbaju lusuh dan menyeramkan.
"Baik neng." Pak Supir pun membantu Dokter Armand ke taxi miliknya dan menuju kembali ke kota,mereka bertiga kembali dengan arah berlawanan saat ini, namun Dokter Armand masih pingsan tak sadarkan diri.
Dalam perjalanan Kafa memandangi wajah Dokter Armand sangatlah pucat pasih, sekujur tubuhnya dingin sekali.
Beberapa menit kemudian mereka sudah ada di dalam Rumah Sakit ,Dokter Armand mulai di rawat oleh beberapa perawat , ada Dokter juga yang menanganinya. Kafa tetap dengan setia menunggu sampai Dokter bangun dari pingsannya.
Jam menunjukkan pukul 00.15 wib ternyata dia pun melihat Dokter Armand masih tidak sadarkan diri. Namun Dokter Armand sudah agak mendingan tadinya pucat sudah agak berkurang saja. Suhu di tubuhnya juga sudah normal kembali,Kafa tetap berada di Rumah Sakit untuk menjaga Dokter Armand.
"Semoga cepat bangun ya Dokter , kenapa anda pergi ke tempat sejauh itu dan sampai tersesat juga?" Batin Kafa sambil memegang tangan Dokter Armand,yang sedang berbaring di ranjang putih kecil berukuran mini cukuplah untuk satu orang saja.
"Apakah Dokter pergi ke saudaranya?"gumam dari Kafa lalu dia pun memandangi wajahnya lagi, terlihat Dokter Armand sedang menitih kan air mata di kedua pipinya. Meleleh bagai air hujan namun tak membuka kedua kelopak matanya . Tetap terlelap meski dia menangis.
"Apa yang terjadi?,kenapa Dokter menangis? padahal matanya masih terpejam." Kafa mulai curiga pada Dokter Armand sejak di temukan di hutan dan pingsan, serta ada hantu yang mendekati tadi membuat merasa kalau ada yang tak beres dengan Dokter Armand.
"Apakah Dokter Armand sedang terjebak di dalam mimpinya?" tanya Kafa pada dirinya sendiri dan berusaha untuk membangunkan Dokter Armand.
🍃🍃🍃🍃🍃
__ADS_1
Di dalam mimpi Dokter Armand memimpikan kedua orang tuanya itu,mereka bertiga masih berkumpul menjadi keluarga yang harmonis .
"Ibu kenapa masakanmu enak sekali?" Dokter Armand memakan semua makanan masakan dari Ibunya,dia duduk di meja makan bersama Ayahnya juga, setelah menghabiskan semua Dokter Armand lalu tidur di pangkuan Ibunya, di depan televisi saat ini sambil sesekali dia di belai rambutnya oleh Ibu Dokter Armand .
Ayahnya melihat itu sangatlah senang sambil membaca buku, tampak mereka bertiga amat harmonis.Dan Dokter Armand merindukan hal itu makanya dia tak mau bangun dari ilusi itu.
Merasakan hal sedemikian adalah impian dari Dokter Armand, karena sangatlah rindu sudah lama ia tidak merasakannya, bertemu dengan kedua orang tuanya itu,Dokter Armand berfikir jika ia bermimpi, ataupun hanya ilusi saja.
Maka dia sudah lega dan tak mau bangun ke dalam dunia sesungguhnya.Dia lalu memilih hidup dalam ilusi dan halusinasi mimpi alam bawah sadarnya saja. Saat ini dia masih saja terbuai akan tipu daya arwah yang ia temui di hutan malam tadi .
Namun walau demikian kenyataanya Dokter sedang menangis menitihkan air mata, walau dia sekarang masih tak sadarkan diri.
🍃🍃🍃🍃🍃
Agar Dokter Armand tetap terjebak di dalam kenangan masa lalunya, setelah itu dia akan mati dan tak akan bangun lagi dari mimpinya.
Kafa pun mulai menceritakan tentang masa lalunya pada Dokter Armand yang masih tak sadarkan dirinya, dengan perlahan-lahan saja suara Kafa sangat lirih dia berharap suaranya terdengar sampai mimpi Dokter Armand,agar dia bangun tidak terbuai oleh ilusi mimpinya .
"Aku juga sangatlah menyayangi kedua orang tuaku, lagipula siapa yang suka hidup hanya sendiri di dunia ?"Kafa bercerita kepadanya dengan penuh perasaan, agar Dokter Armand tersadar.
"Aku juga muak... terkadang juga ingin mati."
__ADS_1
"Tak jarang aku hanya ingin pergi dari dunia yang semakin membuatku muak."
"Lagipula tak ada hal yang akan berarti jika hal yang kita inginkan sudah tidak ada ."
"Dokter fikir kematian akhir dari segalanya, tapi kenyataanya adalah bukan, aku harap.."
"Dokter bisa membedakan mana ilusi,dan kehidupan yang nyata."
Kafa melihat wajahnya Dokter Armand masih sedih, menitihkan air mata dengan mata yang terpejam.Namun Kafa di dekatnya sudah mau berusaha bercerita agar terbangun dari mimpi dan ilusi buatan hantu .
Walaupun Dokter Armand masih terbuai dan tak mau sadarkan diri. Waktu berlalu dengan cepatnya Kafa tertidur di sampingnya Dokter Armand, dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar di tepi kasur berukuran mini itu.
Walaupun dengan posisi tak nayaman sama sekali,dia itu terlelap karena sudah kelelahan seharian dengan aktivitas dan juga menjaga Dokter Armand yang tidak kunjung sadar dari pingsannya. Kafa bermimpi sangatlah indah.
Mereka berdua pun sama-sama tidur terlelap di Rumah Sakit, dan tidak menyadari jikalau ada suster beberapa kali sudah memeriksa keadaannya Dokter Armand, namun tak mau mengganggu maka tak membangunkan Kafa.
"Biarkanlah mereka sedang tidur lelap." Suster pun menutup pintu dengan pelan sekali agar tak mengganggu dan membangunkan pasien lainnya juga.
Di luar Rumah Sakit nampak sangat tenang tidak ada suara sama sekali,hanya beberapa suster dan Dokter yang sedang bekerja shift malam, walaupun malam ini sangatlah dingin dan juga menggigit, namun untuk beberapa orang tetap menjalankan aktivitasnya.
Waktu pun berlalu dengan cepat malam akan segera pergi dan terusir oleh sang pagi, maka kabut yang amat hitam dan juga awan gelap seraya pergi meninggalkan tergantikan pagi hari yang menyingsing, dengan suara burung- burung kecil,di iringi sinar mentari hangat lalu masuk ke celah-celah jendela.
__ADS_1
Bersambung...