Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 27 "Membenahi Lampu Rumah 2"


__ADS_3

"Sebenarnya aku tidak terlalu suka lampu." Ujar Kafa dengan suara lirih namun Dokter Armand sudah berhambur pergi, entah dia pergi kemana.


Beberapa menit kemudian ternyata Dokter Armand membawa beberapa bola lampu, dan ternyata dia hendak akan memasang lampu baru di rumah Kafa agar nampak terang dan juga tak menimbulkan suasana suram.


Beberapa menit dia pun mengambil kursi dan memasang lampu baru di semua tempat yang lampunya padam. Kafa sangat senang duduk di sofa sambil memandangi, padahal sudah lama sekali Kafa tak pernah sama sekali ada seorang yang mengganti lampu di rumahnya.


"Terimakasih Dokter Armand, aku sudah di berikan Gotchi dan lampu di rumahku juga terang."Batin Kafa sambil tersenyum manis melihat Dokter Armand sedang memasang lampu di ruang tamunya.


Sedang Dokter Armand sangat fokus sekali memasang lampu , dan berharap rumah Kafa terang, karena Gotchi juga takut kegelapan.


Setelah selesai Dokter Armand pun mendekat ke Kafa,sambil menepuk dan membersihkan beberapa kali tangannya yang terkena debu .


"Oh, ingat Gotchi agak penakut dan tidak suka kegelapan, jadi jika kau keluar rumah biarkan rumahmu ini dalam keadaan menyala." Dokter Armand memberitahu Kafa agar rumahnya tetap keadaan menyala dan terang jika dia tak ada di dalam rumah.


"Baiklah Dokter terimakasih atas semuanya ." Ucapan terima kasih yang tulus Kafa kepada Dokter Armand, Kafa segera pergi ke dapur membuatkan teh hangat buat Dokter Armand.


Dokter Armand mengamati rumah Kafa yang agak tua dan terlihat usang, dia mengamati langit-langit rumahnya Kafa dan mendongak .


Kafa pun datang membawakan teh hangat untuk Dokter Armand, kemudian langsung di minum tanpa basa-basi karena Dokter sudah kehausan setelah membenahi lampu rumah.

__ADS_1


"Maaf Dokter aku tidak mempunyai makanan ringan, dan aku juga sering membeli makanan instan saja."Suara Kafa terdengar malu ,lirih di telinga Dokter Armand ,dia pun melihat Kafa agak kasihan dan merasa iba karena seorang gadis masih sekolah, hidupnya sebatang kara


"Oh iya, kau hidup sendiri dan apakah kau tak kesulitan?" Tanya Dokter Armand pada Kafa .


Dia sangat penasaran kenapa ada seorang gadis masih sekolah, tak mempunyai orang tua dan hidupnya agak berantakan, lagipula Kafa juga sendirian apakah tidak takut jika lampu rumahnya itu padam dan suasana di dalam rumahnya agak seram, dan suram.


"Maksudku, kau tak takut tinggal sendirian kan kau seorang gadis lagipula lampu rumah ini hampir semua padam."Ujar Dokter Armand terlihat mengkhawatirkan Kafa, sambil mata pun melirik keadaan rumah Kafa.


"Ehm, aku tidak takut kalau Dokter tahu aku ini gadis aneh pasti akan menjahuiku,lagipula gadis gila itu cocok untukku." Ujar dari Kafa ke Dokter Armand sambil tersenyum manis .


"Dasar gadis ini, karena ya kau itu..." Ujar dari Dokter Armand tapi tidak di teruskannya.


"Iya, Dokter aku berjanji akan merawatnya!!" Ujar Kafa sambil melihat Gotchi di meja ,dia sedang asyik main dalam kandangnya.


"Satu lagi sebelum aku pergi, kau ikut bekerja denganku di klinik , lagipula kau itu kan masih muda pasti butuh uang." Ujar Dokter Armand pada Kafa dan berjalan menuju pintu rumah.


"Baik Dokter, sepulang sekolah aku pasti akan membantu di klinik Dokter." Ujar Kafa dengan senang karena Dokter Armand itu sangat baik hati, mau membantunya membenahi lampu, memberi hewan peliharaan dan juga memberi pekerjaan ,bahkan menolongnya pada saat ia pingsan .Dia merasa kalau Dokter Armand itu adalah seorang malaikat pada kehidupannya.


"Aku pergi dulu." Pamit Dokter Armand dan ia pun masuk kedalam mobilnya, dan menuju pulang kerumahnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Dirga pun ternyata datang membawa makanan, juga dia sempat melihat ada seorang pria paruh baya, dia yang berpamitan pada Kafa keluar dari rumahnya.


Membuatnya penasaran sekali siapakah pria itu, dan Dirga mengernyitkan kedua alisnya .


"Siapa pria tadi aku tak pernah melihatnya?" Tanya Dirga pada Kafa sambil memberikan makanan untuknya.


"Makasih ya, tapi aku sudah kenyang, itu tadi Dokter yang tadi malam menyelamatkan aku." Ujar Kafa ke Dirga sambil tersenyum sangat sumringah karena hari ini Kafa itu merasakan sangat beruntung sekali,padahal dia belum pernah sama sekali merasakan hal seperti ini.


"Menyelamatkanmu, memang kamu kenapa?" Tanya Dirga semakin kepo, karena penasaran apa yang terjadi malam tadi sehingga bisa di selamatkan seorang pria asing yang tidak di kenalnya.Dia juga sangat curiga kepada pria yang tadi masuk mobil dan pergi, juga belum sempat melihat wajahnya dengan jelas.


"Tadi malam aku pingsan dan tidur di rumah Dokter itu, dan aku dapet hewan lucu darinya." Ujar Kafa sambil tersenyum lagi, dan masuk kedalam rumahnya. Diikuti oleh Dirga masuk ke dalam ruang tamu.


"Tak itu saja dia juga memberiku pekerjaan." Ujar dari Kafa bertambah sumringah sekali.


Melihat kata-kata yang keluar dari bibir Kafa membuat perasaan Dirga khawatir, dan juga curiga kenapa ada seorang pria asing begitu baik pada seorang gadis, dia hanya menelan selivanya, lalu ada perasaannya yang mulai berkecamuk di dalam dada Dirga membuat semakin gusar.


"Oh begitukah?" Kata Dirga dengan tersenyum kecut melihat Kafa yang sangat gembira pagi ini, namun Dirga hanya memandanginya dan menaruh rasa curiga kepada pria yang sudah baik kepada Kafa secara tiba-tiba itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2