Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 81 "Teman Kecil"


__ADS_3

Waktu terus bergulir pelajaran sudah berakhir.


Dan kini saatnya Kafa pulang dan bekerja di klinik Dokter Armand,karena jika tidak mandiri maka Kafa tak akan bisa menggapai cita-cita sebagai seorang Dokter Anak kelak.


Cita-cita yang tiba-tiba muncul membuatnya semangat menjalani hari-harinya.Jika dewasa setelah lulus kuliah dia akan mengabdi untuk menyembuhkan banyak sekali penyakit pada anak-anak, karena menurutnya banyak anak kecil yang membutuhkan pertolongan terlebih dengan intensif dan secepatnya.


Karena melihat Dokter Armand yang sangat telaten,dan sabar sekali menghadapi semua pengunjung serta pasien. Membuatnya ingin seperti itu suatu hari nanti. Karena menjadi seorang Dokter itu pekerjaan sangatlah mulia bisa membantu sesama.


Sepulang sekolah pun Kafa langsung ke arah klinik Doter untuk membantunya, namun saat akan masuk kedalamnya, Dokter malah keluar akan menguncinya.


"Dokter apakah hari ini kliniknya tutup?" tanya Kafa dengan penasaran karena dia fikir hari ini jika tutup maka dia akan belajar saja.


"Hari ini aku mau berkunjung ke suatu tempat kau mau ikut?" tanya Dokter Armand sambil berjalan ke arah mobilnya.


"Baiklah aku akan ikut." jawab Kafa dengan senang dan mereka berdua masuk ke dalam mobil dan menuju ke arah suatu tempat yang agak jauh dari perkotaan.


Di dalam mobil Dokter Armand menyalakan musiknya agar tidak bosan, dan sesekali dia melihat ka arah samping dan kanan jalanan.


"Jika kau lelah tidur saja, nanti kalau sudah sampai maka aku akan membangunkanmu." ucap Dokter Armand melihat wajah Kafa yang seperti kelelahan.


"Tidak Dok, aku hanya haus saja dan agak lapar." jawabnya sambil meringis karena tak sempat makan siang di kantin, tadi waktu dia istirahat hanya mengobrol dengan susan di bawah pohon kelengkeng.


Kafa memegangi perutnya yang mulai sedari tadi sudah berbunyi keroncongan, maka dari itu dia pun mengaku pada Dokter kalau lapar ingin makan siang .Dokter Armand melirik ke samping Kafa ternyata ada sebuah kantong plastik bewarna putih. Mulai di buka apa saja isi dalam kantong plastik tersebut.


Ternyata ada beberapa roti dan juga minuman membuat Kafa sangat senang, dia pun mulai membuka satu plastik roti dan melahapnya .


"Makan pelan-pelan saja,agar tak tersedak." ucap Dokter Armand sambil fokus menyetir mobilnya.


"Iya Dokter." sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Kafa yang menikmati roti rasa keju itu sangat suka, maka tak terasa setelah habis dia pun mengambil kemasan roti lainnya, sampai dia kekenyangan. Setelah meminum susu coklat satu kotak berisi 500 ml dia pun nampaknya akan tidur. Benar saja matanya pun mengatup karena sudah kenyang, terkena semilir angin dari celah mobil Dokter Armand maka dengan cepat tertidur pulas .


Dokter memandangi wajah Kafa yang tertidur lalu menepikan mobilnya segara di bibir jalan, kemudian membenarkan kursi duduknya Kafa agar saat tidur dia nyaman, karena perjalanan ke sebuah tempat yang akan di tuju lumayan memakan waktu agak lama.


Setelah itu Dokter pun melajukan mobilnya lagi dengan agak cepat.


"Benar-benar seperti anak kecil saja setelah makan dan kenyang tertidur pulas." ucap lirih Dokter Aramand sambil menyetir mobilnya dengan fokus dan cepat.


Setelah satu jam berlalu Kafa pun membuka kelopak matanya yang bewarna biru terang.


Namun mobil saat ini tidak berjalan sedang berhenti di sebuah SPBU, dan Dokter Armand nampak dari kejauhan sedang beristirahat di depan Coffee Shop, dia meminum secangkir kopi dan memakan camilan dengan seorang pria berusia hampir sama dengannya.


Kafa pun memilih untuk menunggu karena ia tak mau mengganggu percakapan Dokter dan temannya.Setelah beberapa menit pun berlalu benar Dokter pun mengakhiri percakapaannya dan membawa banyak sekali kantong plastik berisi banyak belanjaan di taruh di bagasinya.


Setelah itu dia masuk ke dalam mobilnya itu. Melihat Kafa sudah bangun Dokter memberi camilan dan minuman agar dia tidak bosan.


"Tidak, kita berangkat saja sebenarnya kita ini mau kemana Dokter?" tanya Kafa yang mulai penasaran kenapa sudah satu jam namun dia belum sampai ke tempat tujuan itu.


"Sebentar lagi sampai kau akan tahu." ucap Dokter sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian mereka berdua pun sudah sampai di tempat tujuan mereka.


Di depan sebuah gedung panti asuhan anak yatim dan piatu.Tidak terlalu besar bangunan namun ternyata banyak anak kecil yang mulai keluar berhamburan menyambut Dokter .


Karena mereka sudah hafal betul dari bunyi mobilnya, jika sudah berhenti mereka akan segera keluar untuk memastikan Dokter lah yang sedang berkunjung saat ini.


Para anak kecil yatim piatu ini keluar bersama berhamburan menyambut Dokter Armand,dan dengan riangnya mereka bergerombol semua memeluk Dokter Armand erat padahal ia baru keluar dari mobil. Mereka tidak sabar sekali .


Suara riuh semua anak kecil dengan riang pun menyambutnya. Dokter pun membuka bagasi mobilnya dan mengeluarkan semua kantong dan juga hadiahnya, beserta makanan yang dia bawa dari kota.

__ADS_1


Mereka nampak sangat antusias membawa masuk semua hadiah dari Dokter Armand itu.


Kafa melihatnya terbelalak kagum sekali apa yang dia lihat saat ini, membuatnya bahagia sekali, dan semakin mengagumi sikap Dokter yang pendiam sekaligus bijaksana ini,nampak juga dermawan sekali adalah sifat yang baru di ketahui olehnya.Kafa memandangnya dan tersenyum hangat.


"Bantulah Kafa barang-barang di bagasi, aku tunggu di dalam ok." ujar Dokter Armand dan dia pun di seret oleh banyak anak kecil yang tadi mengerubunginya.


"Baik Dokter." jawab Kafa.


Dia mulai membantunya dengan membawa beberapa hadiah dan kantong berisi makanan dan juga mainan untuk para anak yatim piatu.


Setelah semua selesai Kafa duduk di sebuah bangku, dan menatap ada seorang anak kecil yang sedang menyendiri saja saat ini.


Anak kecil yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang,tapi karena semua orang tidak memperhatikannya dan sedang sibuk menerima oleh-oleh Dokter Armand. Makanya Kafa mulai mendekatinya,dia sedang bermain pasir dan berbincang dengan makhluk kasat mata .Hanya Kafa sajalah serta anak kecil itu yang dapat melihatnya saat ini.


"Dik, kau ini sedang berbicara dengan siapa?" tanya Kafa dengan mengelus-elus pundaknya pelan. Sambil memperhatikan makhluk halus itu bermuka pucat dan masih kecil berusia sekitar 6 tahun sama dengan anak yang saat ini mengajaknya berbincang dengannya.


Namun anak kecil itu tak menjawab dan juga tidak mengindahkan pertanyaan Kafa.


Tetap asyik mengobrol saja ,makhluk halus itu mulai terusik dengan kedatangan Kafa dia menatap tajam ke arahnya juga menyeringai.


Karena baginya Kafa hanya pengganggu dan karena merasa tidak suka dia pun mengusir.


Dengan cara halus bangku yang di duduki Kafa tiba-tiba pecah .


"Braaakkkk."


Semua orang pun memandang Kafa dengan pandangan aneh.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2