Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 45 " Bercerita"


__ADS_3

"Drrt...drrt..drrt..." Kafa mengangkat ponsel miliknya lalu menjauh dari para pria dewasa yang sedang asyik mengobrol.


"Hallo ada apa?" tanya Kafa pada Dirga.


"Hei, aku menghawatirkanmu memang kau di Rumah Sakit mana?" tanya Dirga pada Kafa.


"Ini Rumah Sakit Harapan dekat kok, kamu mau kesini?" tanya Kafa pada Dirga dengan mengamati Dokter Armand dari kejauhan.


"Tentu saja nanti pulang sekolah aku akan mengunjungimu ok." Jawab dari Dirga dan langsung menutup ponselnya .


Kafa pun menunggu Dokter Armand selesai berbincang dengan temannya,karena tak mau mengganggu maka dia berpura-pura melihat pemandangan taman ini sambil berkeliling .


Saat berkeliling taman ini dia melihat seorang anak perempuan kecil yang bermain boneka sendirian, dia pun menghampiri anak itu lalu duduk di sampingnya saat ini.Anak kecil yang bermain boneka itu berbicara dengan mainan bonekanya saat ini, asyik masuk dalam dunia imajinasi miliknya .Kafa tersenyum manis lalu menatap lekat wajahnya begitu polos, manis, kecil dan tak mengerti apa-apa.


Beberapa menit Kafa hanya menemani gadis itu bermain boneka miliknya, namun ada hal yang nampaknya ganjil, aneh, gadis itu sudah beberapa kali menyeringai ke arah Kafa,dan pandangannya seperti pandangan orang yang akan membunuh dengan brutal dan keji.


Namun saat Kafa melihatnya gadis itu hanya nampak polos saja, ia asyik berbicara dengan boneka miliknya. Kafa tidak menaruh curiga sama sekali dengan gadis kecil yang duduk di sampingnya saat ini. Lalu saat melihat teman dari Dokter Armand pergi meninggalkan,dan nampak dari kejauhan Kafa pun beranjak dari tempat duduknya lalu segera menuju ke arah Dokter Armand.Saat ia berjalan ke arah depan di belakang gadis kecil itu menyeringai lagi dengan tatapan penuh kebencian, seperti dia ingin membunuh Kafa, sorot matanya yang tajam, dan juga menyeringai seperti seorang serigala siap menerkam mangsanya.


Namun Kafa tak mengetahuinya saat ini tetap berjalan ke arah Dokter Armand yang sedang sendirian.Dan Kafa sudah berdiri di dekatnya.

__ADS_1


"Dokter temannya sudah pulang?" tanya Kafa pada Dokter Armand dia menatap lekat wajah Dokter yang nampak lebih baikan setelah dia berbincang dengan seorang teman lamanya .


"Iya ,aku sudah agak baikan ya lagipula dia itu temanku yang sagat baik,tak terasa waktu ini sangatlah cepat." gumam Dokter Armand dia tersenyum lembut pada Kafa dan tergurat di wajahnya yang tampan kalau, Dokter Armand sangat senang hati ini .


"Iya Dokter ,lebih baik kita ini masuk ayo kita sarapan dan setelahnya anda harus makan obat." Kafa berkata demikian lalu ia pun mulai mendorong kursi roda Dokter Armand menuju kamarnya agar bisa sarapan dan minum obat.


"Nah ayo sekarang kita makan dulu, Dokter." Kafa mulai mengambil menu makanan pagi ini, dan sangatlah sabar pada Dokter Armand


Kafa menyuapi Dokter Armand agar dia cepat pulih, namun nampaknya Dokter Armand tak menolak sama sekali kebaikan dari Kafa.


Dia mau di suapi sarapan pagi ini oleh Kafa sampai buburnya itu habis tak bersisa, dia pun menatap Kafa dengan pandangan yang berbeda, yang biasanya selalu saja dia agak sebal pada Kafa,sekarang dia bersimpati dan sangatlah senang ada yang mau merawatnya serta setia menunggunya hingga sembuh.


Dia sesekali tersenyum penuh arti, dan juga mencuri pandang kepada Kafa juga,Kafa lalu memberinya obat setelahnya dia membantu Dokter Armand merebah di kasur yang hanya cukup untuk satu orang saja. Dokter Armand sangat lega sekali walaupun dia sakit masih ada yang mau merawatnya .


"Sama-sama ya Dokter ,lagipula aku lah yang harus berterimakasih pada Dokter." Kafa balik berterimakasih pada Dokter Armand sembari tersenyum manis,lalu ia membantu menaikan selimutnya agar nyaman.


"Kenapa kau yang berterimakasih padaku?" tanya Dokter Armand dengan penasaran,dan Alisnya pun mengernyit tanda ia tidak paham.


"Dokterlah yang sudah sangat baik hati mau menerima aku, dan juga memberiku tempat tinggal." Kafa mulai menjelaskan pada Dokter Armand dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Oh itu , sebenarnya aku tak terlalu menyukai dirimu, namun karena aku melihat kau itu bak seperti masa mudaku dulu." Dokter Armand bercerita pada Kafa sambil menyandarkan bahunya. Nampaknya Dokter agak kelelahan.


"Memang apakah benar Dokter sama seperti aku, tak punya orang tua?" tanya Kafa dengan penasaran dia kepo pada Dokter Armand.dan ingin mendengar cerita lainya saat dia masih muda dahulu.


"Benar sekali, dan sama aku dulu pernah di usir sepertimu ,namun berbeda kisah." ujar dari Dokter Armand tapi tak mau meneruskan perkataannya lagi.


"Jangan di ceritakan kisah yang sedih Dokter, gimana kalau cerita yang bahagia?"usul dari Kafa agar Dokter tak terlalu terbebani dengan masa lalunya, agar ia bisa terlepas dari kisah sedih dan bersemangat lagi.


"Baiklah, aku akan bercerita hal yang bahagia dan tidak akan bercerita tentang kesedihan." jawab Dokter Armand menyetujui usul dari Kafa, dan wajahnya mulai berseri-seri tidak bersedih lagi,matanya itu juga agak kembali normal tidak lebam dan sembab lagi.


Beberapa jam telah berlalu dengan cepat Dokter Armand dan Kafa asyik mengobrol.


Mereka bercerita tentang kisah masa muda dari Dokter Armand, dan juga cerita mereka pastinya hanya khusus hal-hal yang bahagia tak ada kesedihan, karena Kafa tak ingin hal buruk dan kisah sedih masa lalu nya merusak suasana, jika hanya bercerita tentang kisah yang bahagia saja maka Dokter Armand akan cepat pulih seperti sedia kala .


Dan akan segera pulang ke rumahnya,karena hawa di Rumah Sakit tak sama dengan hawa di rumah, lebih nyaman tidur di kasur empuk rumah serta makan makanan dari rumah juga


daripada tidur berlama-lama di Rumah Sakit.


Nampak setelah Dokter Armand itu bercerita panjang lebar, dia kelelahan dan tertidur lalu Kafa membenahi selimutnya agar Dokter itu bisa lebih nyaman tidur siangnya.

__ADS_1


Kafa pun keluar ruangan dan menunggu Dirga karena dia akan berkunjung siang ini, setelah dia pulang dari sekolahan. Dan Kafa duduk di depan ruangan Dokter Armand mengamati keadaan sekeliling .


Bersambung...


__ADS_2