
Saat di tengah-tengah lorong rumah sakit dia bertemu dengan gadis cilik yang membawa boneka di taman, tersenyum namun dia tidak bicara sepatah kata pun pada Kafa,dan hanya menunjuk ke arah depan dengan jari telunjuk.
Kafa mengira kalau gadis itu akan meberitahu keberadaan Dirga saat ini, maka Kafa berjalan mengikuti tepat di belakangnya dan berharap kalau dia benar-benar membantunya mencari Dirga, karena keadaan yang gelap membuat sulit menemukan Dirga.Gadis kecil membawa bonekanya dengan melangkahkan kaki kecil miliknya dengan perlahan-lahan saja di depan Kafa. Dia menyeringai dan tersenyum miring tidak di ketahui oleh Kafa saat ini.
Setelah beberapa langkah berjalan agak jauh dari ruangan Dokter Armand ,mereka berdua sudah sampai di suatu tempat namun tidak ada suara Dirga ,anak kecil itu menunjukkan jari telunjuknya lagi tepat pada ruangan yang di depannya pada Kafa agar dia mau segera memasuki. Kafa mengamati dengan senter namun Dirga tidak ada.
Dia mulai menaruh curiga pada gadis kecil ini.
"Adik kecil, kakak ini lagi ada urusan ya, mau mencari teman kakak." suara lirih dari Kafa.
Lalu Kafa berbalik arah meninggalkan gadis kecil itu,dia merasa akan tersesat jika terus mengikutinya gadis kecil ini.
Kafa memilih berteriak agar Dirga mendengar suaranya. Tidak ada pilihan lain karena dalam rumah sakit tidak cahaya, terlebih lagi kenapa tak ada suster ataupun Dokter yang nampak batang hidungnya. Membuat semakin curiga.
"Dirgaaaa....!!!" teriakan Kafa menggema ke setiap sudut Rumah Sakit, karena sepi tidak ada orang lain maka suara Kafa terdengar di telinga Dirga walaupun jaraknya jauh .
"Aku disiniii...!!" teriak Dirga pada Kafa suara Dirga menggema dari tiap sudut ruangan di Rumah Sakit.
"Aku akan menghampirimuuu!!!" teriakkan dari Kafa menggema di setiap sudut ruangan.
Kafa mempercepat langkah kakinya menuju sumber suara dari Dirga, dan yakin kalau dia berada di arah utara.
🍃🍃🍃🍃🍃
"Aduh kenapa ini kakiku terasa kram tak bisa berjalan?" gerutu Dirga pada dirinya sendiri.
Memang kaki Dirga terasa keluh juga terasa kram tak bisa di gerakkan, beberapa kali dia sudah mencoba namun kaki kananya terasa semakin berat.Karena hantu suster ngesot itu telah mencengkram pergelangan kaki Dirga saat ini. Dirga yang mau meneruskan berjalan menjadi terhambat. Walaupun demikian harus tetap berusaha sekuat tenaga tetap berjalan.
__ADS_1
"Kafa tolooong aku kakikuuu kram...tak bisa di gerakkaaan...!!!" teriak Dirga pada Kafa dia menyeret kakinya walaupun sangatlah berat .
"Aduh kenapa bisa sial begini?" gerutu Dirga sambil menyeret kakinya dan terseok-seok.
"Argh...argh...argh..." suara dari hantu suster ngesot namun Dirga tak mendengar.
"Tahu gitu tadi buang air di kamar saja... sial pake kram segala nich kaki." gerutu dari Dirga dia melihat kakinya tak ada yang salah tetapi rasanya kram, dingin keluh, kebas dan tidak bisa di gerakkan.
Beberapa menit pun berjalan dengan cepat lalu Kafa menyenteri lorong jalan, kebetulan ternyata Dirga meraba-raba dinding di tepian lorong dan terseok-seok,kakinya memang ada mencengkram sesosok makhluk halus wanita
Kafa pun berlari ke arah Dirga dan secepatnya melepas cengkraman makhluk tersebut dari pergelangannya,Dirga hanya terkejut melihat tindakan Kafa,memang benar setelah Kafa itu melepaskan cengkraman makhluk halus yang bernama suster ngesot itu.
"Argh...argh..." suara makhluk itu.
"Ayo Dirga cepat kita lari dari sini !!,aku rasa kau memang benar ada yang tak beres pada rumah sakit ini." Kafa menyeret lengan Dirga dan mereka berdua pun berlari bersama saat ini. Dengan secepat kilat kaki Dirga sudah tak kram lagi,terasa normal kembali.
"Ayo cepat lari dari sini."Kafa menyeret Dirga mereka berdua lari secepatnya agar hantu itu tak bisa mengikuti mereka berdua.
"Bugh...bugh...bugh...bugh..." suara derap kaki mereka berdua yang terdengar sangat keras
menggema di setiap sudut rumah sakit.
Suara derap langkah kaki mereka berdua itu terdengar keras di telinga,karena suasananya yang sepi, dingin dan mencekam maka aura magis,ganjil dan amat menyeramkan semakin terasa.Rumah Sakit ini jika malam hari tentu semakin terasa aura magisnya.
"Bulu kudukku dari tadi merinding Kafa." ujar Dirga sembari berlari menuju ruangan tempat Dokter Armand di rawat sekarang.
"Kau tadi ada yang mengikutimu." jawab Kafa sambil berlarian ke arah kanan mereka sudah semakin dekat,akan sampai beberapa meter saja.
__ADS_1
"Benarkah?,aduh... apakah makhluk halus?" tanya Dirga dengan mata yang hampir lepas, dia melotot dan degup jantung semakin tidak karuan,dia mengernyitkan kedua alisnya lalu menelan saliva nya .
"Iya, sekarang dia masih di belakang kita." ujar Kafa sambil berlarian mencengkram lengan Dirga, agar mereka bisa berlari bersama tidak ketinggalan.
Mereka berdua pun masuk kedalam ruangan Dokter Armand,ternyata Dokter sudah bangun
Mereka menutup pintunya dengan rapat-rapat dan Dokter Arman sangat terkejut melihatnya.
"Dorrr..."suara pintu tertutup.
"Apa yang kalian lihat?" tanya Dokter Armand sambil mengusap beberapa kali kelopak mata dan dia melihat Kafa dan Dirga dengan penuh tanda tanya.
Kafa dan Dirga pun menyeka keringat mereka yang bercucuran, dan mengatur nafas mereka yang tak beraturan duduk di dekat Dokter ,dia pun meminum air putih dengan cepat karena tenggorokkan terasa kering setelah berlarian.
Setelah agak tenang mereka berdua menatap wajah Dokter Armand yang masih tak paham dan masih terkejut, kenapa Kafa dan Dirga itu bisa berkeringat di malam yang terasa dingin ini,Dokter Armand menatap Dirga lalu ia mulai menggerakkan kelopak matanya yang indah beberapa kali .
"Apa yang kau lakukan di tengah malam ini?" Dokter Armand memandang Dirga dengan marah, dia menggosok beberapa kali kelopak matanya karena masih belum sadar benar, dia kira ini hanya bermimpi saja.
Dokter Armand berfikir kalau Dirga dan Kafa sedang mengerjainya atau mungkin ,Dokter Armand masih tidak paham kalau dia masih bermimpi ataukah sudah bangun dari tidurnya
"Dokter, ayoo kita pergi dari Rumah Sakit ini, aku sudah curiga dari tadi siang ada hal yang janggal dengan Rumah Sakit ini!!" Dirga mulai mengemasi semua barangnya, memasukkan semuanya ke dalam tas ranselnya, dan Kafa juga demikian.
"Lalu, malam-malam seperti ini harus pergi dari Rumah Sakit dan pulang begitu saja ,apa kalian sudah gila!?" Dokter Armand terkejut lalu melihat jam miliknya masih menunjukkan tepat 01.00 wib masih tengah malam .
"Sudahlah ayo Dokter, benar yang di katakan Kafa, penjelasannya nanti saja !!" Dirga sudah selesai mengemasi barangya dia semuanya sudah siap hanya tinggal lari secepatnya dan melarikan diri dari Rumah Sakit ini.
"Teng..." jam berdenting tepat pukul 1 malam.
__ADS_1
Bersambung...