Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 55 "Berbelanja"


__ADS_3

"Aku rasa masih belum terlalu larut, gimana kalau kita pergi berbelanja?" Dokter Armand sambil membuka pintu mobilnya agar Kafa masuk kedalam.


"Makasih Dok, tapi ini jam 20.00 wib anda tak lelah ??" tanya Kafa duduk di samping Dokter Armand saat ini ,dan ia sedang bersiap-siap mengemudi.


"Sudahlah, naik saja sekalian melepas lelah lagi pula tidak ada salahnya mencari makan dan berbelanja." ujar Dokter Armand sambil melajukan mobilnya itu ke arah supermarket kota, di jalan raya masih banyak sekali mobil yang berlalu-lalang.


Mereka pun melewati jalanan yang di penuhi lampu kota, banyak lampu rumah pemukiman nampak berkerlap-kerlip menghiasi kota,dan membuat suasana malam semakin indah .


Kafa memandangi jalanan kota yang nampak terang walaupun malam ini gelap gulita, dan lampu para penduduk terlihat seperti kristal .


Dokter Armand memang sangat tahu sekali cara membuat Kafa tidak merasa lelah, dan bosan seketika raut wajah gadis berusia 18 tahun itu sumringah setelah membantunya menjadi asistennya di klinik kecil milikknya.


"Gimana indah bukan kota jika terlihat saat malam hari?" tanya Dokter Armand lalu dia memandang wajah Kafa ,namun gadis itu melihat pemandangan di luar mobil sangat menakjubkan saat ini, tak memperhatikkan Dokter Armand yang memandangnya dari samping.


"Iya aku kira sangat indah, terimakasih Dok." dia memandang ke arah luar mobil nampak warna-warni lampu di kota ini sangat menarik perhatiannya.


"Sebentar lagi kita akan sampai, apa kau mau berhenti di tepi jalan untuk sejenak melihat pemandangan kota jika malam hari?" Dokter Armand agak memperlambat laju mobilnya .


"Tidak usah Dokter, mari kita lanjutkan saja." jawab Kafa dengan suara lembut dan sopan .


Lalu Dokter Armand melanjutkan laju mobil dengan agak cepat,beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di teras depan sebuah supermarket saat ini,mereka keluar dari mobil lalu memasuki pintu supermarket ini otomatis terbuka jika ada pengunjung yang akan keluar masuk.

__ADS_1


"Disitu ada food court nya, jika kau lapar kita makan dulu." ajak Dokter Armand pada Kafa .


"Ehm, lebih baik kita berbelanja dulu Dokter, setelahnya kita makan." jawab Kafa dengan nada lirih dan sopan sebenarnya dia sangat lapar namun dia menahanya agar Dokter tak melihat .Walaupun demikian Dokter Armand nampak sudah tahu kalau Kafa sudah lapar .


"Ehm, kalau aku sangat lapar sekali, makan dulu aja sebentar ok ." Dokter Armand mulai memegangi perutnya yang keroncongan saat ini, Kafa hanya tersenyum tipis menanggapi .


Padahal Dokter Armand segera mengajaknya makan, agar Kafa tak menahan perutnya yang sudah kelaparan .Karena beberapa jam tadi sudah sangat menguras energi membantunya di klinik, dan kebetulan sekali sangatlah ramai pengunjung.


Mereka berdua saat ini duduk dan memesan beberapa makanan, untuk makan malam dan Dokter Armand mengambil ponselnya untuk mengecek beberapa pesan dan juga telepon yang masuk, karena dia sibuk tidak sempat melihat ponselnya sama sekali.


Beberapa saat kemudian makanan mereka berdua sudah tersaji di meja , dan pelayan pergi meninggalkan dengan membungkuk dengan sopan lalu kembali ke tempatnya .



Dia pun melanjutkan memeriksa ponsel milik nya dan membalas beberapa pesan.


"Benarkah?, aku juga sangat sering keluar dan hanya sendirian saja." jawab Kafa lalu dia pun mulai mengangkat garpu dan menikmatinya.


Dia merasakan steak itu terasa enak, dan dia mengangguk-angguk sambil mengunyahnya.


"Aku dulu selalu pergi kemana-mana sendiri, tak pernah sama sekali keluar dengan orang lain kecuali denganmu." ujar Dokter Armand.

__ADS_1


Dokter Armand melihat Kafa sedang makan steak dengan nikmat, melihat itu Dokter jadi ingin segera memakan steak nya .


Dia pun melahap makan malamnya berdua dengan Kafa, menikmati makan malam yang sederhana setelah kelelahan bekerja.


Terasa sangat nikmat sekali makan santapan malam setelah bekerja dengan keras,dan juga kelelahan ,namun setelahnya di bayar dengan makanan yang saat ini mereka nikmati, maka tidak terasa sama sekali kelelahan terhempas begitu saja.


Mereka berdua menghabiskan makan malam itu lalu melanjutkan kegiatan berbelanja, dan kebetulan memang semua bahan makanan di rumah Dokter Armand sudah habis, sekalian setelah makan malam untuk mencari semua kebutuhan makanan untuk bulanan di dalam supermarket itu.


Dokter Armand berbelanja buah-buahan,gula, minyak,dan semua perlengkapan dapurnya .


Dan tidak lupa dia pun sesekali melihat daftar belanja yang ia buat sendiri,sebelum dia pergi ke supermarket,agar tidak terlupa satu barang pun,karena sering sekali saat sudah pulang ke rumah, ternyata masih ada beberapa barang yang belum di ambil, maka tak jarang Dokter Armand harus rela bolak-balik pergi ke dalam supermarket membeli beberapa barang yang ia lupakan.


Karena dia hanyalah seorang pria tak pernah hidup bersama seorang wanita pun, maka dia kurang paham akan kebutuhan wanita .


Saat ini Kafa pergi mencari alat kosmetik dan beberapa parfum yang biasa ia pakai, dia pun meninggalkan Dokter Armand yang sedang asyik memilih barang belanjaan bulanannya .


Kafa pun melihat dan mengamati parfum dan bedak yang berjejer rapi, sesekali mengambil dan menciumi aromanya.


"Wah, benar harum sekali parfum ini." batin dari Kafa saat ini sambil memegang Parfum sample, dan menyemprotkan pada tangannya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2