Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 58 "Kesurupan 2"


__ADS_3

Suaranya memekikkan telinga terlihat wajah pria itu pucat, dan bibirnya kebiruan, matanya hanya terlihat putihnya saja, badanya terlihat kejang-kejang. Beberapa guru memeganginya agar dia bisa tenang. Dia meracau tak karuan. Membuat semua siswa bergidik ngeri karena dengan apa yang di lihat sekarang, tidak bisa di nalar dengan logika dan akal sehat.


"Pergiiii.. pergiii... kaliaan..argh..!!" pekiknya.


"Lepaskaan...lepaskaan..."sambil menyeringai kearah semua orang matanya melotot, dan hampir saja kedua bola matanya loncat keluar secara bersamaan.


"Pergilaaahhh...atau semua akan aku bunuh!!" semakin meracau tidak karuan ,dia melotot dan meyeringai.


"Ha...ha..ha...ha..." tertawa terbahak-bahak.


Semua guru hampir kewalahan karena tubuh anak yang kesurupan memberontak sangat kuat, hampir sesekali guru yang memegangi terlepas mendapatkan cakaran dari siswa itu.


Sudah semakin tak terkendali lagi mulut dari siswa itu komat-kamit, dan mencakar semua guru yang memeganginya, namun beberapa saat datang pria yang tampan bersih, dia itu memakai baju serba putih, terlihat wajahnya yang terang bersinar dan bau harum khasnya tercium dari kejauhan.


Dia pun membacakan beberapa surat dan ia mulai menyembuhkan siswa yang kesurupan.


Kafa dan Dirga mengamati dari kejauhan tak bisa melihat dengan jelas, karena banyak dari siswa yang berkerumun berdesak-desakkan.


Siswa itu pun seketika pingsan setelah dia bacakan beberapa surat ,oleh seorang pria tampan ,bersih memakai baju serba putih .


Dirga dan Kafa berjalan pergi meninggalkan UKS saat ini, dia mulai membahas kejadian barusan mereka lihat dengan kedua matanya membuat bulu roma bergidik ngeri.Dirga saat ini masih merasa ngeri dengan kejadian yang barusan ia lihat.Amat mengerikan sekali jika hal buruk itu terjadi kepada salah satu siswa dan selama ini di sekolah tidak ada kejadian yang seperti ini, bisa di bilang hal ini pertama kalinya.Merasakan kejadian kesurupan hanya terjadi di film-film saja,ternyata saat ini hal itu benar-benar terjadi dan di lihat dengan kedua matanya sendiri.

__ADS_1


Dirga memandangi Kafa dari sampingnya tak heran sama sekali, dan Kafa hanya tertunduk.


"Kenapa kau hanya diam saja?" tanya Dirga mengamati ekspresi Kafa dengan seksama.


"Tidak apa-apa, ehm sebentar lagi pulang kau jadi ikut membantu di klinik Dokter?" Kafa pun balik bertanya kepada Dirga sekarang, karena tadi dia ingin membantu juga.


Sikap Kafa yang dingin beserta ekspresi datar yang membuat Dirga semakin merasakan hal yang aneh jika dia dekatnya,merasakan curiga dan tetap ingin dekat denganya walaupun itu terjadi.


"Boleh juga,lagipula aku sedang luang hari ini sekalian aku ingin tahu klinik Dokter Armand." jawab Dirga sambil menggaruk rambutnya .


Beberapa jam kemudian Kafa beserta Dirga sudah dalam kliniknya Dokter Armand, namun terlihat sepi tak ada orang bahkan Dokter pun masih belum datang.


Kafa meletakkan tasnya lalu membersihkan klinik agar terlihat bersih dan rapi, Dirga mulai berkeliling melihat area yang tampak masih asing baginya.Dia melihat-lihat mulai di ruang khusus Dokter untuk memeriksa para hewan.


Ada sebuah dapur yang kecil di sini ,lengkap beserta alat dapurnya juga, berfungsi untuk membuat minuman ,makanan jika ada banyak pengunjung ,tepat di pojok ada kamar mandi yang bersih, harum dan juga mungil, ruangan di klinik ini benar-benar sudah tertata dengan baik sekali.


Kafa sudah selesai membersihkan ruangan, mulai menyapu ada beberapa bulu halus dari kucing, dan juga hewan lainnya.Di ruangan tempat banyak hewan yang di titipkan juga ada beberapa hamster, kelinci, dan musang.


Setelah itu di mengepel lantainya agar tidak berdebu dan licin, saat akan masuk ke dalam ruangan Dokter Armand ternyata ada Gotchi di taruh di kandangnya. Dia mencicit mulai menyapa Kafa mungkin Gotchi di taruh klinik agar Kafa bisa menyapanya setiap saat, jika di taruh di rumah Dokter Armand , Kafa tidak akan bisa berlama-lama dengannya.


"Siapa hewan itu?" tanya Dirga kepada Kafa sambil mengeluarkan hewan kecil itu dari kandangnya, Gotchi sangat senang sekali.

__ADS_1


"Dia Gotchi, hamster milik Dokter Armand." jawab Kafa dan mengelus bulu hamster itu.


"Lucu kan.."


"Iya.."


Dia pun berlarian ke kanan ke kiri karena bisa lepas dari kandangnya,Kafa menaruh permen warna-warni kesukaannya dalam wadah,dan seketika Gotchi yang kelaparan melahapanya.


Dirga melihat hamster itu dengan pandangan aneh, karena baru kali ini ada hewan pengerat memakan permen warna-warni biasanya dia tahu kalau hamster makan biji-bijian, seperti biji bunga matahari dan buah-buahan, melihat itu dia pun tersenyum sumringah.


"Wah, aneh sekali hamster makan permen, dia lahap sekali..."Dirga tetap menatapnya lekat karena hamster di depannya ini, unik, nyentrik dan juga aneh .Bisa di bilang langkah sekali.


Makanan Gotchi memang seperti anak-anak dia suka camilan, permen, dan bahkan kalau pagi Dokter Armand memberinya cereal dan susu, persis sekali seperti sarapan anak yang mau berangkat ke sekolah.


"Dia memang begitu jangan heran kalau dia seperti anak-anak, dia suka camilan, cereal dan susu segar." ujar Kafa sambil mengepel lantai dan berjalan mundur sampai semua ruangan benar-benar bersih .


Setelah itu mereka berdua duduk di samping Gotchi yang asyik makan permen, dan Kafa sangat takjub dengannya untung dia masih sehat dan aktif karena beberapa hari Kafa tak menyapa Gotchi. Sangat sibuk dengan semua aktivitas mulai sekolah dan membantu Dokter di klinik.


"Hai... Gotchi kau tak rindu padaku?" sapa Kafa kepada hamster kecil itu.


Pintu pun terbuka ada seorang wanita masuk kedalam klinik itu, wanita cantik dia memakai kacamata hitam, dengan tingginya 170 cm, dia berjalan mendekati Dirga dan Kafa .

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2