
"Kafa, kenapa kau bertanya padaku?, kalau semua hal yang terjadi saat ini, tidak logis."
"Maksudku, Dokter mungkin tahu penyebab dari dua siswa secara logikanya, dan secara medis."
"Aku ini Dokter jadi hanya tahu dengan istilah dan masalah medis saja, kalau non medis aku tidak tahu."
"Bagaimana kalau nanti malam Dokter ikut kami berdua, menyelidiki kasus kematian itu, maukan??" Kafa membujuk Dokter Armand.
"Kalian ini selalu saja ada perjalanan aneh- aneh nya, nanti bertemu dengan makhluk apa lagi kita??" tanya Dokter penasaran, dan juga ada perasaan takut.
Kafa tidak menjawab hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan dari Dokter Armand. Dirga apalagi, dia tidak membuka suara sama sekali,karena dia lagi malas berbicara dengan Dokter Armand. Memilih untuk tetap diam itu adalah cara yang sangat efektif agar mereka tetap akur, dan tidak bertengkar.Maka mereka bertiga bersiap-siap untuk malam nanti pergi ke belakang gedung sekolah untuk berusaha, mencari tahu alasan kematian dua temannya yang secara tiba-tiba itu.
Mereka sudah siap dengan semua peralatan, dan akan pergi ke belakang gedung sekolah pada tengah malam. Kali ini Kafa dan Dirga membawa mobil dua, Dokter Armand sendiri memakai mobilnya berjalan di belakangnya mobil Dirga. Agar jika ada sesuatu pada satu mobil mereka tak perlu lagi mencari sarana transportasi lainnya lagi. Beberapa kali mobil yang hanya satu membuat mereka kelabakan.
Tepat pukul 00.00 wib mereka sudah sampai di belakang gedung sekolahan,mereka bertiga keluar dari mobilnya itu, berjalan pelan sekali mengendap-endap seperti maling yang akan mencuri perhiasan dan juga emas di sebuah rumah.Karena Dokter Armand itu yang paling penakut,maka dia berada di belakan Dirga,dan Kafa berada di depan sendiri karena hanya ia yang bis melihat makhluk halus.Dirga tepat di tengah antara Kafa dan Dokter Armand.
Suara dari burung hantu, dan burung gagak terdengar beberapa kali. Dokter Armand pun menelan salivanya sekuat tenaga, karena hari ini ,khusus malam ini harus membantu Kafa.
Agar bisa mencari bukti atau petunjuk dari dua kematian siswa pria yang sama-sama anak yang pendiam,dan juga yatim piatu itu.
Dirga mendegar bunyi serangga, dan Dokter Armand sedang menggosok lengannya, dan banyak nyamuk yang menggigitnya, terutama di pipi Dokter Armand, sesekali menepuk pipi nya karena gigitan beberapa nyamuk.
"Plak...plak..." beberapa kali pipi Dokter di tepuk sendiri olehnya.
__ADS_1
"Sialan nyamuknya,banyak sekali duh kenapa kita aneh sekali siich...harus pergi ke tempat seperti ini??!" gerutu Dokter dengan sebal,dia menarik salah satu sudut bibirnya, karena dia seharusnya tidur nyenyak malam ini.
Tapi sekarang dia malah melakukan kegiatan yang tidak masuk akal.Dirga pun menyeringai dan menatap tajam Dokter Armand.Karena ia hanya mengeluh saja seperti anak kecil.
"Kenapa kau menyeringai padaku?, ada apa hemmm??!" tanya Dokter Armand pada Dirga dengan menyolot,dan matanya seperti hampir keluar.
"Dasar Pak Tua, baweeelll..!!" ujar Dirga sewot
"Kau ini, memang dasar pria tak punya sopan santun !!, seharusnya kau bersikap sopan dan hormat pada orang yang lebih tua." ucap dari Dokter, yang tak terima karena di sebut bawel.
"Sssstttt...st..jangan berisik!!" ujar Kafa mulai melerai pertikaian mereka berdua, akan tetapi dengan suara pelan.
Akhirnya mereka pun menghentikannya,saat ini mereka bertiga bersembunyi di belakang semak-semak. Dan benar banyak para siswa yang saat ini bergerombol di dalam gedung itu, hanya ada satu gadis tapi dari kejauhan ia tidak terlihat jelas.
"Kau ini memang gadis yang polos... Hihihi..." sambil cekikikan,Dirga memandang wajahnya Kafa yang penuh tanda tanya dan penasaran.
"Plethak..."
"Aduh,kenapa kau memukul kepalaku Dokter? sakit !,sialannn..." umpat Dirga, dan mengelus kepalanya.
"Kau pria bodoh,jangan bicara sembarangan, bicaralah yang sopan." hardik Dokter Armand.
Dirga mengerucutkan bibirnya pada Dokter, dan Kafa mengabaikan mereka berdua,lalu terlihat banyak sekali siswa bergerombol.
__ADS_1
Kafa memilih mendekatkan diri,agar dia bisa mengetahui apa yang di lakukan para siswa pria itu dalam gedung.Terdengar beberapa kali, suara aneh entah seperti mantra atau suara komat-kamit dari beberapa para siswa.
Kafa melihat dari celah, karena kebetulan ada lubang kecil,dia bisa melihatnya walau kurang jelas.Ternyata benar banyak siswa bergerom *** sedang melakukan ritual aneh,dan mereka seperti memuja sebuah patung.Dengan mulut mereka yang komat-kamit.
Terlihat mereka semua terkena mantra sihir. Dengan pandangannya kosong mereka duduk melingkar, tidak fokus sama sekali.Mulutnya merapal sebuah mantra tapi tidak jelas bunyi nya,Kafa berusaha menyimak apa saja yang di lakukan para siswa ini, kenapa begitu aneh dan semua siswa itu, hanya patuh. Ternyata ada seorang gadis yang berdiri di sudut lain, dan mengenakan topeng.
Tiba-tiba Dirga dan Dokter Armand sudah ada di samping kiri, dan kanan. Karena mereka itu khawatir dengan Kafa dengan perasaan takut tetap mengikuti gadis itu. Saat ini mereka pun mengamati kegiatan semua para siswa , jari telunjuk Kafa di tempelkan di dekat bibirnya .
Agar Dokter Armand dan Dirga tidak bersuara, karena jika sampai terdengar mereka semua akan menangkapnya. Beberapa menit kemudi an mereka semua sudah menyelesaikan ritual dan mereka terlihat meminum dari cawan air bewarna merah darah.Dokter Armand merasa mual,juga Dirga maka mereka kompak sontak
"Hueeek...huekkk..." dengan kompak dengan suara yang keras.
mereka semua pun menatap lekat-lekat ke arah sumber suara.Siapakah penyusup yang berani masuk di dalam kawasan mereka .
Dan segera berlari keluar untuk mencari orang yang berani menyusup dalam ritual itu. Kafa, Dokter dan Dirga,bersembunyi di balik dinding yang agak roboh, namun mereka semua saat ini menahan nafas, dan sambil berpegangan tangan agar tidak menimbulkan suara.
Kedua mata Kafa dan Dirga saling melirik dan tangan yang satunya membekap erat mulut masing-masing. Agar mereka tidak ketahuan.
Bahkan suara nafas mereka tidak terdengar, tetap bersembunyi di celah dinding hampir roboh itu. Mereka bertiga berharap tidak di temukan oleh para siswa.
Semua para siswa mencari keberadaannya, dan menyisir semua tempat. Dan mereka ada yang menemukan mobil Dirga yang terparkir di sebuah tempat yang amat sepi, dan agak tersembunyi. Supaya tidak terlihat orang, tapi mereka segera meletuskan dua ban mobilnya agar, tidak bisa keluar dan melarikan diri dari area ini. Sembari menyisir semua sudut, dan beberapa menyusuri hutan berharap segera menemukan semua penyusup yang berani masuk dalam kawasan terlarang mereka .
Bersambung...
__ADS_1