
"Cepat jawablah apakah kalian tadi berada di sini ??" tanya Kafa melihat ekspresi mereka .
"Ehm, kami disini sejak tadi tapi kami tidak melihat kejadian siapakah yang membunuh siswa tadi..." jawab salah satu arwah dan dia melihat wajah Dirga dengan tersenyum manis
"Kalian itu hantu jangan menggoda manusia, lebih baik bantulah kami untuk memecahkan kasus ini, hmmm.."ucap Kafa kepada mereka dengan tegas.
Mereka semua menatap Kafa tidak biasanya, karena biasanya Kafa berbicara sangat lirih, lembut dan juga anggun tidak pernah sama sekali berbicara dengan nada yang tegas dan menakut-nakuti mereka.Sehingga kali ini Kafa membuat para arwah merasa takhluk,tunduk dan takut padanya.Mereka pun merasa segan pada Kafa dan menatap lekat-lekat wajahnya.
Gadis bermata biru itu yang membuat mereka takut, dan Dirga merasa Kafa sudah berubah tak seperti gadis anggun, manis yang biasa ia kenal. Kafa benar-benar jengkel di buatnya .
Kematian dua siswa berturut-turut membuat Kafa merasa harus segera mencari tahu apa yang membuat kejadian ini terulang lagi .
"Iya-iya kami akan membantu kamu, tetapi sampaikan salam kami buat pria di samping ini." ujar arwah dan terlihat semakin genit,dia tersenyum ke arah Dirga.
Kafa hanya menggelengkan kepalanya karena arwah juga bisa genit kepada manusia. Dirga pun menatap ke arah Kafa mengernyitka ke dua alisnya yang tebal. Karena kenapa gadis itu menggelengkan kepalanya ke arah yang tidak ada orangnya. Terlihat ganjil, aneh ,dan juga sangat tidak masuk akal.
"Kafa kau sedang berbicara dengan siapa??" tanya Dirga sambil menatap wajah Kafa .
"Arwah yang sedang berada di dekatmu." jawab Kafa dengan singkat, lalu ia pun mulai menggeser pantat mendekat ke arah Dirga .
"Dengar mereka tersenyum ke arahmu, dan mereka juga menitipkan salam." ujarnya dan meringis bertujuan untuk mengerjai Dirga dan menakut-nakuti pria itu.
"Sialaaan... Bilang pada mereka aku tak mau menerima salam mereka!!" sambil mengelus tengkuknya beberapa kali, dan menyeringai.
__ADS_1
Lalu Dirga pun berdiri dan akan beranjak dari tempat duduknya, namun Kafa menariknya kembali agar duduk dengan tenang.Sambil memikirkan cara untuk mencari penyebabnya.
Akhirnya Kafa dan juga Dirga terpaksa harus pulang, karena untuk sementara Sekolahan ini dalam tahap penyelidikan. Mereka memutus kan kembali tapi nanti malam mereka berdua akan menyelidiki gedung belakang sekolah itu
Mereka berharap akan menemukan petunjuk jika saat malam tiba,benar-benar mengetahui penyebab kematian salah satu siswa di toilet.
Namun sebelum mereka kembali pulang ke rumah,terlebih dulu untuk melihat keadaan toilet tempat mayat itu di temukan. Dirga dan Kafa masuk mengendap-endap bagai maling.
Setelah melewati garis polisi, terlihat tempat itu tidak ada yang mecurigakan sama sekali. Hanya ada garis kapur membentuk tubuh si mayat tadi.Dirga mengamatinya dengan teliti setelah itu Kafa berjongkok agar ia lebih jelas melihat. Ada sedikit bekas goresan di bawah lantainya.Kafa memandangnya lekat dan dia memberitahu Dirga kalau ada bekas goresan di lantai. Beberapa kali Dirga mengambil foto atau gambar,lalu menyimpanya untuk sebagai tanda bekas bisa di jadikan bukti penyelidikan
Ternyata beberapa arwah menghampiri Kafa, dan mereka ingin memberi petunjuk lainnya agar dapat membatu mereka berdua.Kafa di beritahu kalau biasanya ada beberapa siswa berada di belakang gedung yang tak di pakai itu. Gedung belakang sekolahan yang sudah terbengkalai.Padahal biasanya para siswa tak ada yang berani mendekat sama sekali,walau anak bandel sekalipun. Bahkan banyak siswa yang saat jam kosong lebih memilih merokok di tempat yang lain,dibandingkan di belakang gedung sekolah itu. Pasti ada sesuatu yang membuat para siswa menjadi seperti itu.
Kafa pun setelah mendapat laporan beberapa arwah menganggukan kepalanya,ia mengajak Dirga kembali karena dia berencana bertanya pada Dokter Armand.Perihal kematian kedua teman sekolahnya.
"Ada apa kenapa kalian sepagi ini datang ke rumahku yang kecil ??" tanya Dokter Armand.
Dia memandangi Dirga dengan pandangan tajam.Karena agak kesal dengan pria tampan yang muda serta gagah itu,bertubuh jangkung Sebaliknya Dirga tak menghiraukan pandang an Dokter padanya,agar Kafa bisa segera bisa bertanya tentang dua kasus kematian teman sekolahnya itu.
"Maaf Dokter mengganggu.. Bolehkah kami duduk?" tanya Kafa berbasa-basi agar Dokter agak melunak.
"Duduklah." jawab Dokter Armand agak ketus.
"Dokter bolehkah aku bertanya pada Dokter?" tanya Kafa sambil duduk ,ia melihat ekspresi Dokter Armand yang masih terlihat sebal.
__ADS_1
"Tanya apa memangnya..?" lalu Dokter pun melihat wajahnya Kafa dan tersenyum kecil.
"Be..begini, di sekolahan kami ada dua kasus kematian, tetapi masih belum bisa di ketahui penyebabnya...." ujar Kafa bercerita panjang lebar, dan Dokter menyimak semua perkataan Kafa .
Setelah beberapa menit Kafa menceritakan mulai dari kematian Ardi,dia pingsan secara tiba-tiba,namun ternyata ia meninggal dunia setelah beberapa menit kemudian.Tidak ada bekas pembunuhan ataupun bekas penyiksa an, tapi mereka berdua mati dengan keaadan yang sama ,seperti kehabisan darah sampai jantung mereka juga tidak ada.Kadua kasus itu hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.
Setelah kematian Ardia tak banyak yang tahu, hanya beberapa orang saja.Namun untuk satu kasus kematian yang lainya.Siswa kelas 10 itu, semua satu sekolahan telah mengetahui nya. Dengan terpaksa pihak kepolisian dan sekolahan menutup sementara,dan tidak ada kegiatan belajar dan mengajar.
Dalam satu minggu ke depan ini dengan amat terpaksa, pihak sekolahan meliburkan semua siswa. Agar kasus ini segera bisa terungkap .
"Kafa, kenapa kau bertanya padaku?, kalau semua hal yang terjadi saat ini, tidak logis."
"Maksudku, Dokter mungkin tahu penyebab dari dua siswa secara logikanya, dan secara medis."
"Aku ini Dokter jadi hanya tahu dengan istilah dan masalah medis saja, kalau non medis aku tidak tahu."
"Bagaimana kalau nanti malam Dokter ikut kami berdua, menyelidiki kasus kematian itu, maukan??" Kafa membujuk Dokter Armand.
"Kalian ini selalu saja ada perjalanan aneh- aneh nya, nanti bertemu dengan makhluk apa lagi kita??" tanya Dokter penasaran, dan juga ada perasaan takut.
Kafa tidak menjawab hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan dari Dokter Armand. Dirga apalagi, dia tidak membuka suara sama sekali,karena dia lagi malas berbicara dengan Dokter Armand. Memilih untuk tetap diam itu adalah cara yang sangat efektif agar mereka tetap akur, dan tidak bertengkar.Maka mereka bertiga bersiap-siap untuk malam nanti pergi ke belakang gedung sekolah untuk berusaha, mencari tahu alasan kematian dua temannya yang secara tiba-tiba itu.
Bersambung...
__ADS_1