Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 129 "Kehadiran seseorang 2"


__ADS_3

Saat ini Dirga yang melihat Kafa tak ada, ia paham kalau perdebatannya dengan Mama nya sudah sampai dan terdengar di telinga gadis yang ia cintai.


"Maafkan aku Kafa apakah kau mendengar perdebatanku dengan Mom?" batin Dirga, ada perasaan ngilu dan sesak di dada membuat pria itu merasa resah.


"Kau seharusnya senang dengan kehadiran Mama, kenapa kau mengabaikan aku nak??" tanya Mama Dirga ,membuat perasaan pria itu semakin merasa sedih.


"Mama sangat merindukkanmu." ucap Mama Dirga dan akan memeluk putranya, namun ia menepisnya.


Kalimat yang seharusnya disimpan rapi akan tetapi Dirga, mulai membenci sesosok wanita yang telah melahirkannya itu. Kata-kata yang menohok terucap dari bibir pria itu dengan spontan.


"Mom aku membencimu , kau tak pernah satu kali saja hadir dalam acara spesial, selalu kau mementingkan uangmu, sekarang aku hanya punya Kafa, dia mau mendengarkan aku, mau jadi teman , dan kau melarangnya. Haaaa aku membencimu...!!" ucap Dirga sedikit mulai membentak Mamanya.


"Aku ini Mama mu, kenapa kau berani sekali membentak?, apakah seperti ini yang selama ini di ajarkan wanita itu?" tanya Mama Dirga


"Bukan begitu Mom, kau tahu semenjak aku berada di dunia ini aku sangatlah mencintai satu orang wanita saja." ujar Dirga.


"Wanita itu adalah kau, dan tak akan ada lagi wanita yang bisa menggeser posisimu, tapi setelah hari ini, aku sadar kau itu hanyalah wanita yang gila dengan uang saja, kekayaan serta haus kekuasaan." ujar Dirga wajahnya tertunduk dan meneteskan air mata, merasa amat sedih.


"Setiap tahun aku berdoa, agar kau hanya bisa menghadiri acara ulang tahunku, walaupun itu hanya 1 menit saja. Namun tiap tahun itu juga aku kecewa kau tak pernah sama sekali hadir hanya memberi kado yang tidak ku inginkan sama sekali." ujar Dirga, lalu ia pun meremas kemeja bajunya sendiri dan menatap kearah mamanya.


"Apakah kau ingat ?, kapan hari kelahiranku?, dan apa yang sangat aku inginkan?, apakah kau tahu?, aku hanyalah pria naif Mom, tidak menginginkan apapun, hanya kehadiranmu namun, kali ini kau hadir malah memberiku sebuah luka. Hanya karena dia anak yatim piatu, Mom merendahkannya di mataku ini."


"Kau marah ,membentak dan juga emosinal dengan Mama, hanya karena gadis murahan itu, kau tahu Mama tahu kalau dia beberapa kali menginap di rumah ini, kau kira aku tidak tahu !!!" ujar Mama Dirga marah, serta dia pun melotot ke arah putra semata wayangnya itu.


"Hmm, siapa yang berani mengadu padamu?"


"Kau, tak perlu tahu sekarang Mama, hanya ingin kau ikut Mama, dan jangan bergaul dengan gadis murahan itu lagi!!!" ucapnya dengan geram.

__ADS_1


"Aku tak mau, jika Mom mau mengusirku, maka aku akan keluar dari rumah ini, aku bisa hidup sendiri !!" jawab Dirga.


Lalu di tengah pertengkaran itu Susan pun masuk ke dalam ruangan. Dia merasa tidak enak karena pertengkaran seorang ibu dan juga putranya. Terdengar, terlihat langsung oleh Susan.


"Maafkan aku Tante, aku mau bicara dengan Dirga dulu." sambil menyeret lengan Dirga ke arah tempat lainnya.


Untuk beberapa detik mereka berada di ruang sebelah, lalu Dirga pun melepas cengkraman Susan .


"Untuk apa kau ikut campur masalah ku?, apa kau yang mengadu pada Mom?, kalau Kafa menginap di rumah ini beberapa kali." tanya Dirga.


"Aku, tidak Dirga. Untuk apa aku mengadu?, aku hanya ingin memberi nasehat kepadamu bagaimana kalau kau jangan bertengkar?, lalu kau berdamai dengan Mamamu." bujuk Susan


"Aku tak mau, aku akan keluar dari rumah ini, kau saja yang berdamai dengan Mom, aku pergi...." jawab sinis Dirga dan meninggalkan Susan.


Susan pun menatap punggung lebar Dirga, dari kejauhan. Dirga pun tetap pergi berjalan meninggalkannya,karena Dirga marah pada Mamanya maka ia pun tak segan keluar dari rumahnya sendiri. Walaupun sudah di bujuk oleh Susan.


Karena ternyata dia sangat mencintai pria yang bernama Dirga, namun karena kejadian yang sudah terjadi tadi membuatnya sadar kalau dia hanyalah gadis miskin yang tidak berhak menyukai pria seperti Dirga.


"Baiklah, beberapa hari lagi aku akan pindah ke tempat yang jauh dan tak akan bertemu denganmu lagi. Aku harap kau berbahagia." batin Kafa saat ini, sembari masih merasa sakit akan perlakuan Mama Dirga padanya.


Karena rumah Kafa ini akan terjual maka ia sudah berencana membeli rumah yang sudah lama ia incar, dan sangat ia idam-idamkan.


Beberapa hari minggu lagi Kafa pun akan menerima hasil kelulusannya. Karena gadis ini sudah berencana, akan bersekolah di fakultas kedokteran. Bercita-cita seperti Dokter Armand, tapi ia ingin sekali menjadi Dokter anak bisa menyembuhkan banyak anak kecil yang sakit. Baginya itu adalah pekerhaan mulia.


Dirga keluar dari rumahnya lalu dia tinggal di sebuah rumah kecil, sudah lama ia membeli nya untuk beristirahat jika ia sedang bosan.


"Untung aku punya rumah kecil ini, untuk sementara aku akan tinggal disini, Haaaa.." dengan menghela nafas panjang duduk di bangku dan merasa kesal pada Mamanya.

__ADS_1


Malam ini Kafa mulai tertidur kedua kelopak mata indahnya menutuk. Lalu ia pun dalam keadaan setengah tertidur. Ada lagi sesosok bayangan hitam yang mengikutinya dari belakang selalu menyeringai. Entah dia itu pria atau wanita, selalu mendekati Kafa.


Mulai sayup-sayup terdengar suara bayangan itu terdengar di telinga Kafa.


"Berikan jiwamu itu padaku, maka kau akan abadi dan hidup kekal selamanya. Aku hanya ingin kita bersatu maka kau tak perlu lagi bersedih... Hi..hi..hi..." suara itu terdengar di telinga Kafa, dengan jelas dan lantang sekali


Suaranya yang ganjil, magis, dan membuat bulu kuduk merinding, sementara Kafa ,ia berkeringat dingin dan tak bisa bangun dari mimpinya itu.


Lalu tudung bayang hitam itu pun mulai di buka olehnya, perlahan-lahan Kafa pun bisa melihat wajah itu.


"He...he...he..," terkekeh.


"Kau, pasti akan menjadi milikku, kau juga pasti akan bersatu denganku... Hi..hi..hi..." sambil mendekatkan jarinya, dengan kuku- kukunya yang tajam ke arah jantung Kafa.


"Tidaaaakkkkkkkk.....!!!!!!!" teriak Kafa dengan kencangnya.


Dia pun membuka matanya dan mengusap peluh yang menetes di wajahnya . Dia pun terbangun juga bibinya yang tiba-tiba amat terkejut dengan suara teriakkan gadis itu.


"Ada apa?, kau mimpi buruk?, minumlah ini." ujar bibinya sambil menyodorkan air putih.


Kafa duduk dan mengatur nafas, dia melihat wajah dari bayangan yang selama ini selalu mengejar dan menginginkan jiwanya itu.


"Astaga, apa yang kulihat tadi apakah ini semua nyata ? ,apakah ini hanya mimpi saja?, atau ini kenyataan?, tapi terlihat tadi sangat jelas... Dia adalah... " gumam Kafa lalu ia masih berusaha menenangkan dirinya sendiri


"Apa yang kau bicarakan?, tenangkan dirimu." ujar bibi Kafa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2