Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 35 "Sepulang Sekolah"


__ADS_3

Siang ini Kafa pulang sekolah akan pergi ke rumahnya untuk mengambil foto kedua orang tuanya, namun dalam perjalanan ada sebuah kecelakaan tragis banyak orang berkerumun saat itu, Kafa pun melihat banyak arwah para korban yang sudah meninggal.


Mereka berjalan dan masih kebingungan, ada yang masih menangis tersedu-sedu dia tidak percaya kalau dia sudah meninggal, dengan banyak darah yang berlumuran di badannya.


"Hu..hu...hu...hiks...hiks.." jongkok dengan menangis histeris karena baru saja dia masih hidup, namun sekarang sudah menjadi arwah.


Kafa berjalan dengan pelan-pelan sesekali dia memperhatikan, lalu di depannya ada arwah yang tahu kalau Kafa bisa melihatnya saat ini.


Dia terus mengikutinya dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya, dia itu seorang pria wajahnya agak rusak, tubuhnya di penuhi luka


Kafa berpura-pura tidak melihatnya agar dia pergi, namun arwah itu terlanjur mengetahui Kafa bisa melihat semua makhluk halus.


Saat Kafa mau naik Bus dia berdiri tepat di sampingnya dengan muka yang rusak,tak itu saja di menyeringai dengan bau anyir khas darah segar,Kafa pun mulai tak nyaman lagi.


Menggeser posisinya sedikit menjauhi arwah tersebut,namun arwah itu mendekati Kafa lagi


"Tolonglah ,tolong sakit sekali aku mohon." arwah itu bersuara sangat menakutkan lirih dan ganjil, Kafa sangat risih sudah tak tahan dengan semua ini.


Namun bus tak kunjung datang sangat lama sekali.Semakin di tunggu semakin dia amat lama, bagaikan menunggu seekor siput yang berjalan mustahil bisa berjalan dengan cepat


Ternyata ada polisi dan ambulan yang datang mengevakuasi semua korban kecelakaan itu.


Beberapa orang ikut membantu agar jalanan lebih cepat lancar, karena adanya kecelakaan maka terjadi kemacetan yang sangat panjang


Jalan raya nampak agak sepi setelah semua jenazah korban itu di evakuasi, namun tidak dengan beberapa arwah yang masih tak mau beranjak di tempat kejadian perkara .

__ADS_1


Mereka tetap menangis tersedu-sedu dan ada juga yang berdiri mematung sedari tadi tidak kuasa melihat, semua hal yang terjadi dengan secara tiba-tiba.


Kafa duduk menunggu bus yang akan datang sebentar lagi, namun ternyata ada Dirga yang memarkir sepedanya menghampirinya,lalu ia pun menepuk pundak Kafa hanya pelan saja.


Kafa langsung berjingkat sangat terkejut akan kehadiran Dirga, membuat dia sangat terkejut.


"Kenapa kau sangat terkejut sekali?,jangan melamun." Dirga duduk di samping Kafa .


Namun Kafa hanya diam tak menjawabnya.


Arwah itu tetap tidak mau pergi namun berdiri di samping Dirga saat ini, Kafa marasa ingin sekali bus cepat datang karena barusan ada kecelakaan, itu membuat beberapa perjalanan kendaraan agak terhambat tak terkecuali bus.


"Tadi ada kecelakaan ya kau shock melihat itu, lebih baik kau itu pulang denganku saja." Dirga mengajak Kafa untuk pulang bersama.


"Lebih baik aku saat ini naik bus saja, dan kau boleh pulang sendiri."suara Kafa yang lirih di telinga Dirga tak menghiraukannya karena dia masih sangat ingin membahas hal kemarin.


"Ehm, dia itu baik lagipula untuk sementara waktu aku tinggal dengan Dokter Armand." ucap Kafa agar tidak menghawatirkannya.


"Aku tetap khawatir jika kau tinggal bersama pria yang baru mengenalnya." Dirga memberi peringatan pada Kafa, ingin Kafa segera pergi dari rumahnya Dokter Armand.


"Aku harus tinggal dimana?" tanya Kafa pada Dirga dengan menatap wajahnya.


"Ya bersamaku, aku ada kamar kosong." Dirga memberi tawaran pada Kafa agar mau tinggal bersamanya, bukannya tinggal dengan Dokter Armand.


"Sama saja, sudahlah bagaimana kalau kita pergi ke rumahku aku ingin mengambil foto orang tuaku."Kafa mengajak Dirga untuk pergi karena sedari tadi arwah berdiri di dekat Dirga dengan wajah hancur dan berlumuran darah .

__ADS_1


"Baiklah tunggu disini ya." jawab Dirga .


Membuat Kafa sangat tidak nyaman tak itu saja dia sedari tadi merintih kesakitan, sambil menyeringai kepada Dirga dan Kafa, dengan pandangan tajam mengerikan.


"Argh.... tolooong... sakiiit..." suara lirih, ganjil merintih sedari tadi namun Dirga tak dengar .


Kafa yang mendengarnya mencoba berpura- pura tidak mendengar agar arwah itu segera pergi menjauh darinya, Dirga pun mengambil motornya dan mengendarainya menuju Kafa .


Mereka berdua pun akhirnya pergi meninggal kan halte bus , arwah itu tak mengikuti Kafa dan akhirnya beberapa menit mereka berdua sudah sampai di depan gang rumah Kafa .


Saat masuk ke dalam rumah Kafa tak melihat sesuatu yang ganjil ataupun keanehan, tetapi saat Kafa berada di kamarnya dia mengambil beberapa foto milik orang tuanya, mendengar teriakan yang sangat keras sekali. Membuat beberapa warga juga keluar rumah seketika.


Teriakan seseorang yang tak asing di telinga, dia adalah seorang wanita, suaranya amatlah keras ,Dirga bahkan juga sangat terkejut .


Ternyata saat dia keluar rumah Kafa sudah banyak warga berkerumun di depan rumah Bu Khotimah saat ini, mereka membicarakannya.


"Aduh... dia membunuh suaminya sendiri.." bisik-bisik beberapa orang warga yang ada di depan rumah Bu Khotimah.


"Kenapa sangat tega?, bagaimana dengan anaknya nanti?" gosip dari beberapa ibu-ibu yang berkerumun di depan rumah Bu Kotimah


Kafa yang melihat itu bersama Dirga masuk ke dalam rumah Bu Khotimah, perlahan-lahan.


"Hiks...hiks... hu..hu..hu.." tangis tersedu-sedu Bu Khotimah di dekat mayat suaminya yang sudah berlumuran darah, dia menangis penuh penyesalan,namun siapakah yang membunuh


Suaminya sudah terbujur kaku dan belumuran darah saat ini, beberapa orang menghubungi polisi juga ambulans, berharap supaya bisa di proses secepatnya.

__ADS_1


Kafa dan Dirga berdiri mematung tak berkata apapun,terkejut dengan apa yang mereka lihat


Bersambung...


__ADS_2