
"Hei bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Dokter Armand pada Dirga seketika dia pun duduk dan menatap wajahnya Dokter Armand dengan serius.
"Tentu saja tanyakan saja Dokter aku akan menjawabnya." jawab Dirga yang tegas pada Dokter Armand.
Karena Dirga mengira kalau Dokter Armand akan menanyakan tentang hubungannya itu dengan Kafa, maka dia pun sangat siap untuk menjawab kalau dia sangat menyukai Kafa.
Dia pun menanti pertanyaan Dokter Armand, yang akan keluar dari bibirnya itu,Dirga pun beberapa kali menelan saliva nya lalu Dokter Armand belum juga mengeluarkan kata-kata yang membuat pria tampan nan rupawan ini semakin penasaran di buatnya.
Dokter Armand pun baru saja mulai membuka mulutnya itu hendak mengeluarkan kata-kata yang berisi pertanyaan.
"Praang..."suara benda jatuh sontak membuat mereka berdua tidak jadi berbincang segera berlari ke sumber suara tersebut.
Mereka berdua berada di dapur sekarang dan mendapati Kafa sedang mencari sesuatu,lalu kedua pria tampan itu pun hanya tersenyum .
Karena hanya piring jatuh membuat mereka berdua tak jadi meneruskan obrolan hangat mereka . Ternyata hanya Kafa yang sedang mencari makanan untuk pengganjal perutnya.
Dirga hanya tersenyum kecil lalu mendekati Kafa, karena nampaknya gadis bermata biru ini mencari makanan, mungkin dia sedang kelaparan karena tadi siang makanan yang di pesan Dokter Armand tidak datang .
"Kenapa kau?,pasti kau kelaparan ya?" tanya Dirga sambil membersihkan lantai .
"Iya saat aku mau mengambil itu di atas, aku menyenggolnya,maafkan aku ya... apa aku ini mengganggu kalian????"tanya Kafa melihat wajah Dokter Armand dan Dirga yang sangat ceria, mereka hanya berpura-pura kalau yang sebenarnya mereka terkejut dengan suara itu.
"Sudah tak apa-apa sudah bersih,habis ini kita makan ayo bikin barbeque, menghangatkan badan di dekat api unggun ok." ajak Dirga ke Kafa dan Dokter Armand lalu dia pun sudah menyiapkan beberapa bahan nya.
__ADS_1
Dokter Armand pun tanpa banyak tanya dia langsung memakai celemek, dan setelah itu mencuci tangannya.Dan membuat tusukkan demi tusukkan barbeque yang siap di bakar.
Dirga juga sudah menyiapkan semua jagung manis, berserta sausnya .
"Wah anda mahir sekali Dokter, aku kira lihai dalam memasak." ucap Dirga kepada Dokter Armand dan terus mengamatinya membuat barbeque. Dirga takjub dengan kelihaian dan juga ketangkasan Dokter dalam memasak .
Kafa pun membantu Dokter Armand dia ikut mencoba menusukkan beberapa daging, dan beberapa jamur serta paprika, setelahnya jadi merasa sangat puas dia pun meniru Dokter Armand dengan cepat, membuat barbeque yang siap di bakar di depan rumah kayu saat ini. Beberapa tusukan rapi sudah siap untuk di bakar, karena Kafa dan Dokter bekerja sama.
"Ayo kita bawa aku sudah lapar melihat saus, dan semua bahannya perutku terus berbunyi." ujar Kafa sangat semangat membuat kedua orang pria di sampingnya tersenyum.
Mereka semua membawanya, semua bahan di atas nampan besar ,pergi kedepan rumah kayu itu.Duduk berdampingan lalu membakar di tata rapi di atas perapian, beberapa menit jagung bakar siap di santap dengan bertoping saus mentega pedas manis. Membuat aroma yang keluar bertebaran dimana-mana.
Kafa pun menggigitnya karena tidak sabar rasa jagung bakar yang di makan, apalagi di temani dua orang pria tampan yang baik hati.
Membakar barbeque bersama di atas bukit, suhu udara dingin menggigit tak bisa berkutik jika suasana malam ini sangatlah hangat.
Menikmati makan bersama dengan penuh senyuman dan keakraban tentunya membuat perasaan menjadi tenang.
"Hei, apakah disini selalu seperti ini?" tanya Kafa pada Dirga sambil menikmati jangung bakar di tangannya.
"Maksudmu apa?,apakah bukit ini sunyi dan cocok untuk berpiknik jauh dari kebisingan?" tanya Dirga ke Kafa dengan asyik mengipasi semua tusukan sate barbeque yang berjajar rapi di atas bara.
"Hemm, iya aku suka karena walaupun hutan dan banyak pohon tapi disini sangat nyaman." ujar Kafa sambil mengamati ke semua arah sekeliling hutan,tampaknya tak menyeramkan sama sekali.
__ADS_1
Malah tempat yang dingin, sunyi ini sangat cocok untuk berkumpul ,bersantai dan juga mengobrol hangat bersama orang terdekat.
"Tentu saja di sini adalah warisan leluhurku yang harus di jaga turun temurun, tidak boleh di jual." jawab Dirga pada Kafa dengan seulas senyum yang sangat manis,serta pandangan pria tampan nan rupawan itu mengisyaratkan kalau dia menyukai Kafa.
Dokter Armand yang mengamati nampaknya mengipas sate barbeque dengan agak kesal.
Alhasil satenya gosong lupa di balik, saat dia melihat ke arah tusukan itu bau sangit khas dari makanan yang gosong, terlanjur tercium menyengat pada semua batang hidung .
Kafa dan Dirga nyengir mengendus beberapa kali bau gosong itu lalu kompak tertawa lepas
"Ha...ha...ha...ha...ha..." tawa mereka berdua.
Membuat Dokter Armand merasa bertambah sebal.Karena Kafa dan Dirga sangat kompak meledeknya saat ini.
"Ehm, ehm,ehm, ya ini gosong karena kalian." protes Dokter Armand mengernyitkan kedua alisnya ,dan mengerucutkan bibirnya .Setelah itu dia segera membalik sate barbequenya.
Karena sudah terlanjur gosong mau apa daya di kata.Namun bau sangitnya itu sangat enak walaupun bisa di pastikan dagingnya terasa pahit dan keras.
Dokter Armand membakarnya lalu mengganti dengan tusukan sate barbeque yang baru.
Namun sate barbeque milik Dirga nampaknya matang sempurna, terlihat pas tidak gosong sama sekali dia pun memberikan untuk Kafa.
Beberapa tusuk saja,Kafa langsung menggigit dan merasakan sate barbeque dari Dirga pas enak di lidahnya. Melihat itu Dokter Armand semakin cemberut kenapa sate buatanya tak berhasil malah gosong tidak bisa di makan.
__ADS_1
Bersambung...