
"Ambilkan minum bibi Kafa haus nich..."ujar Bibi Kafa seenaknya untuk menyuruh Kafa mengambil minuman.
"Biar saya saja." ujar Dirga lalu dia pergi ke dapur membuatkan teh, Kafa menyusulnya dan melihat Dirga sedang menyeduh air.
"Apa yang kau lakukan?, biar aku saja." bisik Kafa lirih pada Dirga karena takut terdengar oleh bibinya.
"Biar aku saja." Dirga berusaha membuat teh.
"Bahkan di rumahmu saja tak pernah buat teh sendiri." bisik Kafa lagi pada Dirga.
"Anggap saja pelatihan." jawab Dirga sambil meringis ala kuda menahan pipis.
"Kau yakin?" sambil menggerakkan beberapa kali kelopak matanya.
Dirga menganggukan kepalanya satu kali dan meneruskan usahanya membuat teh hangat.
"Terserah kau saja." jawab Kafa pasrah dan menggaruk kecil kening dan tengkuknya .
Kafa pun meninggalkan Dirga yang sibuk membuat teh untuk bibinya, saat ini Kafa duduk menemani bibinya untuk berbincang.
"Aku dengar kau mau menjual rumah ibumu, makanya aku kemari,kenapa Kafa kau butuh uang?" tanya Bibi Kafa, dan mengernyitkan kedua alisnya, menatap Kafa agak tajam .
"Iya bi aku butuh uang, karena sebentar lagi mau kuliah, aku mau tinggal dekat kampus." jawab Kafa dan dia pun menatap wajahnya bibi yang saat ini memandang Kafa dengan pandangan aneh.
"Kak, bibimu berniat tidak baik dengarkan tadi dia menelepon orang ,berbicara tentang uang berhati-hatilah." ujar arwah anak kecil itu, dia menyeringai ke arah bibi Kafa.
"Bi ini tehnya minumlah selagi hangat." ucap Dirga menyajikan satu cangkir teh hangat di meja bibi Kafa.Berdiri ingin mendapat pujian.
"Bwah...teh apa ini asin sekali?" bibi Kafa menyemburkan teh buatan Dirga.
"Dasar pria bodoh seperti ini menyukai kak Kafa, haa... mana ada teh di kasih garam?" ujar arwah kecil itu, sambil cekikikan karena Dirga baru pertama kali membuat teh .
__ADS_1
"Maaf bi, masak asin apa aku keliru garam, sini aku buatkan yang baru." ujar Dirga dan mengambil cangkir tehnya, untuk mengganti yang baru.
"Tak usah, aku sudah tak haus lagi." ujar bibi Kafa dengan sebal,dan raut wajah masam.
"Maaf ya bi, Dirga tak pernah membuat teh sebelumnya." ujar Kafa memohon maaf .
"Ha... yang benar saja, lalu dia bisanya buat apa?" tanya bibi Kafa sambil memincingkan bibirnya yang sebelah.
"Dia punya banyak pembantu di rumahnya." ujar Kafa melihat ka arah bibinya dengan pandangan yang polos.
Seketika raut wajah bibi Kafa sumringah, dan merasa menemukan harta karun yang telah lama terpendam.Karena tahu Dirga adalah anak orang kaya. Bibi Kafa sangat senang .
"Wah..Tak apa-apa kalau tidak bisa bikin teh, udah kau paling cocok jadi pacar Kafa." ujar bibi Kafa sembari menatap wajah Dirga yang memerah karena girang ,bibi Kafa sangatlah puas jika keponakannya mendapat kekasih anak orang kaya, maka dia sangat merestui.
"Dasar mata duitan!,memang ada yang tidak beres dengan orang ini ." gumam arwah anak kecil itu dan menyeringai ke arah bibinya Kafa
Beberapa kali bibi Kafa memuji tentang Dirga, mulai dari ketampanannya, kekayaanya, dan sampai tubuh Dirga yang atletis. Tak itu saja semua di puji bibi Kafa berharap kalau Dirga akan menikahinya secepat mungkin.
Kafa hanya menggelengkan kepalanya,kalau bibinya itu benar-benar mata duitan,tidak itu saja makin aneh karena kenapa bukan bibinya saja yang mencari pria untuk di nikahinya .
"Sudah malam kau tak pulang Dirga?" tanya Kafa ,dan melirik ke arahnya memberi tanda agar dia segera pulang.
"Tak apa-apa biar dia menginap, lagian ada kamar dua kan, biar bibi tidur bersamamu ." jawab bibi Kafa dan tersenyum ke arah Dirga.
Maka Dirga bagaikan menemukan sebuah bongkahan emas,dia sangat senang sekali kalau bisa menginap di rumah Kafa.Tak mau menolak sama sekali segera dia berhambur ke kamar satunya. Untuk merebahkan tubuh nya yang sudah kelelahan karena kamar satu untuk tamu kecil maka Dirga meringkuk dan merasa tak nyaman. Sebenarnya kamar tidur Kafa ada tiga namun satunya adalah ruangan kedua orang tuanya tak pernah ia biarkan ada orang masuk kecuali Kafa.
Karena banyak sekali kenangan yang ada di ruangan itu.Banyak foto-foto dan juga semua baju-baju kedua orang tuanya Kafa , baginya semua itu harta karunnya.
"Bi, disini warga komplek sangat kepo, apa yang di katakan mereka jika ada pria yang menginap disini?" gumam Kafa pada bibinya.
"Udah, bibi yang bilang nanti kalau ada yang protes padamu." ujar bibi Kafa dan masuk ke dalam kamar tidur Kafa, mengabaikan semua perkataan Kafa.
__ADS_1
"Kak,kenapa bibimu tinggal disini?,aku tidak suka..." gerutu dari arwah anak kecil itu dia memanyunkan bibirnya ke arah Kafa dengan sebal.
"Hanya sementara, lagian aku mau menjual rumah ini dan pindah." jawab Kafa duduk di sofa meluruskan kakinya.
Dirga pun keluar dari kamarnya saat ini dia pun memanyunkan bibirnya ke arah Kafa.
"Ada apa lagi??" tanya Kafa menatap tajam.
"Hmmm kasurnya kecil sekali, tak muat .." gerutu Dirga, dan duduk di sebelah Kafa.
"Haaa, kau ini protes aja..bisanya..." gerutu Kafa.
"Kalau tak mau pulang saja ke rumahmu, di sana kau bisa tidur di kamarmu yang luas iya kan??!!" gertak Kafa kepada Dirga agar mau pulang ke rumahnya, tidak menginap.
"Haaa.. Kau mengusirku lagi." ujar Dirga dan mengernyitkan kedua alisnya.
"Benaaar...kau mau apa???" ledek Kafa.
"Aish... Tak mau aku mau tidur disini saja." ujar Dirga dan meringkuk di sofa Kafa mulai menutup kelopak matanya yang indah itu .
Akhirnya Kafa juga ketiduran di sofa bersama Dirga. Waktu cepat bergulir dan akhirnya pagi telah datang membawa hawa sejuk dan mulai mengusir malam, dengan kabut dingin yang.
Seolah-olah malam hanya tinggal tulisan dan juga sisanya akan di ambil alih oleh pagi,tetes embun membasahi semua permukaan daun dan rerumputan.Segar terasa menyenangkan.
Kafa dan Dirga berangkat ke sekolah bersama -sama tetapi sesampai di sekolah banyak dari siswa bergerombol dan juga bergosip depan gerbang sekolahan. Dirga memarkir mobilnya
Setelah itu mereka berjalan beriringan karena apakah yang terjadi di sekolah,kenapa banyak murid bergerombol sedang bergosip saat ini.
"Tadi ada orang yang membawa mayat anak pria dari toilet... Hiii... Megerikan apa ada dia mati karena di gigit vampir???" gosip yang terdengar dari salah satu siswa di sekolah.
Tidak sengaja terdengar oleh Kafa dan Dirga, mereka berdua pun mendekati kerumunan.
__ADS_1
"Hei... Apa yang terjadi? ,kenapa ramai sekali apa ada hal buruk yang terjadi di sekolahan?" tanya Kafa pada salah satu siswa itu, dengan menatapnya . Raut wajah para siswa terlihat tegang dan agak ketakutan,terlihat jelas kalau ada hal yang buruk terjadi saat ini.
Bersambung...