Mata Penembus Sang Iblis

Mata Penembus Sang Iblis
BAB 52 "Keseksian Dokter Armand"


__ADS_3

Waktu terus berputar sekarang ia pun sudah berada di klinik kecil tempat praktek Dokter Armand. Kafa menjadi asistennya agar Kafa bisa membantunya sekaligus mendapat uang tambahan, agar Kafa bisa hidup mandiri juga .


Banyak para pasien Dokter Armand hari ini, beberapa hewan terkena penyakit, dan ada juga beberapa hewan yang lainnya itu tidak bernafsu makan.


Mereka semua itu para pemilikknya rela antri panjang sekali dan menunggu giliran mereka masing-masing.Sambil menggendong hewan peliharaanya itu layaknya anak mereka sendiri Kafa sangatlah sabar sekali melayani semua para pengunjung saat ini.


Dokter Armand memeriksa satu per satu dari hewan tersebut, ada yang di suntik vaksinasi agar terbebas dari beberapa penyakit bahaya.


Saat Dokter Armand memberi vaksinasi pada beberapa hewan di ruangannya, Kafa melihat wajahnya yang amat serius seakan perasaan pun menjadi tidak karuan, betapa tidak Dokter yang berusia 42 tahun itu nampak sangatlah fokus dan sangat percaya diri walau ia hanya sedang mengurusi para hewan saja.



"Wah...hebat..kenapa Dokter nampak sangat keren?,aku melihatnya membuat perasaanku terasa aneh saja." memandangi wajah Dokter sambil menatapnya penuh arti tanpa berkedip dalam hatinya hanya bisa membatin dengan perasaan luar biasa, dan terkagum-kagum.


Beberapa menit Kafa menganggumi Dokter , akan kehebatan dalam mengurusi para hewan


Di saat bersamaan ada seorang wanita yang membawa kucingnya masuk dengan tergesa- gesa dan tak mau antri, dia membawa satu pasang kucing yang amat lucu di kandangnya


Wajahnya nampak sangat kacau ,khawatir,dan sangat kebingungan sekali, seperti seseorang yang kebakaran jenggot saja, dia pun berjalan sangatlah cepat lalu berdiri tepat di samping Kafa saat ini. Dengan gugup membawa satu pasang kucing di tangannya. Raut wajah yang bisa di bilang sangat kacau balau.

__ADS_1


"Tolong bilang Dokter Armand, kucingku mau melahirkan lihatlah dia sudah kesakitan aku mohon ." seorang wanita itu memohon pada Kafa agar berbicara pada Dokter Armand,dan segera melakukan tindakkan pada kucingnya yang akan melehirkan .


"Sebentar anda tunggu di sini ya, aku harap anda bersabar." suara Kafa lirih pada wanita itu dengan pandangan bingung karena dia amat tergesa-gesa nampak tak sabaran .


"Aku tidak bisa bersabar !!,bilang agak cepat karena aku takut terjadi apa-apa padanya!!!" suara wanita itu agak di tinggikan dan terlihat dia siap marah,karena dia ingin di prioritaskan


Karena dia merasa tak sabar dengan Kafa ,dia menerobos masuk kedalam ruangan Dokter Armand, dan menyenggol bahu Kafa tak mau antri juga tak menngindahkan peringatan dari Kafa,banyak para pengunjung lainnya itu yang ada dan antri di depan, semuanya pun mulai berbisik-bisik pada satu sama lainnya.


Karena mereka itu yang sedari tadi siang antri sangat panjang, rela untuk hewan peliharaan mereka ,bahkan ada yang rela membawa kue dan minuman tak beranjak, karena takut akan ada pengunjung lainnya menyerobot jika dia meninggalkan bangku antriannya.


"Kenapa dia seenaknya saja?,seharusnya dia mau antri ya kan."bisik salah satu pengunjung dan dia menyeringai,dengan tatapan tak suka


"Dokter lihatlah kucingku ini akan melahirkan, dan aku mohon selamatkan ya." permintaan seorang wanita itu dan menitihkan air mata seketika dan badan agak bergetar, membawa sepasang kucingnya saat ini.


"Tenang dulu bu, lagipula antrian sangatlah panjang sekali aku harap anda bisa maklum ya." suara lirih Dokter Armand saat ini sangat menyihir wanita itu dengan wajahnya yang sangat tampan, suara khas kedewasaan pun muncul dia pun memandang lekat kedua bola mata wanita .


Seketika dia tersihir akan ucapan yang Dokter lontarkan kepadanya merasa tenang, sambil sesekali mengusap deraian air mata di pipi kanan dan kirinya saat ini.


Menatap wajahnya Dokter Armand memakai kacamata, dan pandangan yang meneduhkan itu, dia berbicara dengan amat lemah lembut, dengan tenang dia pun mendekati wanita itu

__ADS_1


"Sebaiknya anda berbicara dengan baik-baik aku rasa, anda harus meminta maaf kepada semua orang yang antri di depan." saran dari Dokter Armand dengan kata-kata yang lemah lembut itu membuat, Kafa serta wanita yang ada di hadapannya saat ini merasa luluh dan terkesima.


Seketika wanita itu keluar dari ruangan Dokter Armand,dan mencoba memohon pada semua pengunjung yang hadir saat ini, dengan mata sedikit sembab,dan tubuh yang agak bergetar


Mencoba memberanikan dirinya maju dan membuka suaranya, karena kucingnya saat ini membutuhkan tindakan yang cepat.


"Saya mohon ya ijinkan saya menyela, karena kucing saya ini akan melahirkan, saya mohon para pengunjung semuanya." suara nan lirih dan lembut dengan nada memelas keluar dari bibir wanita paruh baya itu.


"Saya meminta maaf pada kalian semua para pengunjung... " sambil menangkupkan tangan dan mengiba kepada semua pengunjung saat ini.Kafa hanya terdiam melihatnya bertindak demikian serta ia mengamati ekspresi semua para pengunjung.


Dengan wajah tampak sedih, agak kacau dia pun mencoba untuk memohon kepada semua pengunjung, rela untuk mendahulukan hewan peliharaannya yang baginya dia adalah anak kandungnya sendiri,dengan mengiba di depan semua pengunjung.Walupun tidak semua dari pengunjung bersimpati padanya saat ini.


Hanya beberapa saja yang nampak kasihan padanya, dan tidak sedikit yang menyeringai dengan tatapan tajam padanya ,dengan raut wajah tidak suka sama sekali kepadanya.


Karena wanita itu sudah berani menyerobot antrian semua orang, membuat banyak orang geram akan tindakkannya yang gegabah itu .


Membuat banyak pengunjung muak dan tidak suka dengannya, namun walaupun dia sudah meminta maaf dan memohon tidak membuat semua pengunjung bersimpati kepadanya .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2