
"Kafa, kemarilah ayo ikut aku ke depan kita mengobrol tanpa Dokter Armand." rengekan Dirga pada Kafa membuat Dokter Armand menatapnya penuh curiga .
"Memang ada apa denganku??" tanya Dokter dengan menggerakkan beberapa kali kelopak matanya lalu memandangi wajah Kafa dan Dirga saat ini.
"Tidak apa-apa Dokter." jawab Kafa sembari tersenyum kecil.
"Kau mandilah dulu Dirga kita kan akan pergi ke kebun, ayo cepat!" jawab Kafa pada Dirga sambil melayangkan sebuah senyumannya yang amat manis melibihi gula dan madu.
"Tapi nanti di kebun jawab dengan jujur." ucap Dirga kepada Kafa, dia pun menatap dengan serius mengamati ekspresi gadis cantik yang bermata biru itu .
"Aku mandi dulu kalau begitu ujar Dokter ." sembari menuju kamar mandi , meninggalkan Kafa dan Dirga .
"Iya Dokter." jawab Kafa.
"Kafa, aku benar-benar serius." rengek Dirga.
"Sudahlah makan sarapanmu, aku sangat penasaran pergi ke kebun, aku ingin makan buah segar." ujar Kafa sambil memasukkan roti bakar selai strawberry ke mulut Dirga .
"Baiklah aku akan memakannya hem." sambil mengunyah roti bakar buatan Kafa.
Namun pandangan kedua mata Dirga hanya tertuju pada Kafa,masih curiga apa yang telah terjadi padanya tadi malam,karena dia sangat yakin karena hal itu bukanlah sebuah mimpi belaka saja.Namun Kafa hanya membalasnya memandang dengan santai agar Dirga paham kalau tadi malam hanyalah sebuah mimpi.
🍃🍃🍃🍃🍃
Flash Back
Tadi malam pukul 00.25 wib saat Dirga pergi ke dalam kamar Kafa , penunggu Villa melihat kalau Kafa kesulitan menghadapi tuan muda sang pemilik Villa itu yang sedang memaksa gadis itu. Dia mencium Kafa walaupun Kafa tidak mau menerimanya.
Tepat saat itu Dirga tertidur dengan sihir yang di milikki sang penunggu Villa dia adalah roh yang sudah lama tinggal, namun karena Kafa bisa melihatnya dia membantu gadis cantik dengan memindahkan tubuh Dirga ke kamar.
Dia segera tertidur dengan Dokter Armand,ia semalaman memeluk erat tubuh Dokter yang terlelap karena kelelahan.
Namun Dirga menganggap kalau dia sedang mencium gadis bermata biru itu.Salah paham kalau Kafa menerima ciuman yang ia berikan tadi malam. Kafa yang mengetahui memilih untuk merahasiakannya ,dan tetap diam agar Dirga tak malu.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃
Beberapa menit kemudian setelah mereka itu menghabiskan sarapannya,lalu pergi menuju kebun milik Dirga yang sangat luas.
Banyak sekali para petani sayuran menyapa tuan muda, yaitu Dirga karena memang sang pemilik kebun itu adalah orang tua Dirga yang saat ini berada di luar negeri.
Namun karena Dirga adalah anak tunggal dan terbiasa hidup mandiri,dia lebih memilih kalau tinggal di Negara kelahirannya lebih nyaman .
"Tuan Muda, kenapa baru kali ini berlibur?" tanya salah seorang petani dengan gigi yang sudah tak utuh, alias usianya sudah tak muda lagi, dia biasa bekerja sebagai petani sayuran.
"Ya mbok aku sibuk sekolah, oh ya kenalkan ini teman saya, yang ini Dokter Armand." ucap Dirga memperkenalkan Kafa, dan Dokter pada semua petani sayuran itu.
Lalu setelah mereka menyapa mereka segera pergi melanjutkan perjalanan keliling kebun.
Kebun sayuran milik keluarga Dirga sangat luas, tak itu saja kebuh buahnya juga sangat luas tak kalah dengan kebun sayuran.
Sejauh mata memandang banyak tumbuhan berbaris rapi, menghiasi semua perkebunan.
Buah-buahan yang amat segar menggiurkan juga terlihat dengan mata telanjang.
Walaupun hanya ada kebun buah dan sayuran disini , terasa semua sangat menyenangkan .
Semua petani sangat semangat menanam sayuran dan buah-buahan mereka. Setelah memanennya maka pemandangan sangat menggiurkan.
Bahkan bukan untuk mata saja, bahkan untuk semua pecinta penikmat sayuran dan buah- buahan yang fresh.
Mereka akhirnya berhenti di sebuah kebun buah strawberry. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan buah bewarna merah yang kaya akan vitamin C. Dengan ciri khas bergerombol di bawah daunnya.
Mata pun sangat di manjakan dengan buah yang ranum bewarna merah menyala, Kafa pun memutar badanya seraya takjub dengan pemandangan yang dia lihat. Begitu banyak sekali buah strawberry yang siap di petik.
Dokter Armand terbelalak akan hal itu juga, banyak para petani buah menyapa mereka bertiga.Dan Dirga mengangguk agar semua para petani melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Wah... kau anak orang kaya." ujar Dokter dan memetik satu buah merah dan melahapnya .
"Dirga ,aku boleh memetiknya akan aku buat jus dan selai sangat segar sekali." ucap Kafa sambil jongkok memandangi buah strawberry
"Tentu saja ambillah sesukamu, ini keranjang dan guntingnya agar tak merusak buah lain." ujar Dirga pada Kafa sembari memberikan sebuah gunting dan keranjang kosong .
"Baiklah aku, akan memanen buah ini, serasa di surga sangat menyenangkan!!" seru Kafa dia memotong dan memilih buah strawberry yang masak, dan siap di makan.
Dokter Armand ikut membantunya sembari memilih buah manakah yang sangat cocok di panen,ternyata semua buah itu hampir merah matang, membuat Kafa dan Dokter Armand semakin semangat dalam memanen buah itu.
"Aku sangat bersemangat sekali Kafa, lihatlah warna buah ini merah sekali." ujar Dokter dan memasukkan kedalam mulutnya .
"Dokter jangan langsung di makan ya, di cuci dululah nanti baru di makan bersama." protes Kafa sambil menepis tangannya Dokter yang hendak mengambil buah hasil panen dalam kranjang.
"Baiklah aku paham." jawab Dokter Armand.
"Ayo Dirga bantulah kami." ajak Kafa.
"Tidak mau aku akan pergi ke sana ,dan jika sudah puas kalian ikuti aku ok." ujar Dirga lalu pergi meninggalkan Dokter dan Kafa.
Dia berjalan ke arah yang lebih teduh karena dia sangat sering melihat hal itu, maka tidak ada perasaan takjub sudah terlalu biasa jika harus melihat semua kebun sayur dan buah- buahan miliknya yang berbuah lebat.
Namun bagi sebagian orang yang tak pernah sama sekali melihatnya, maka sangat amat menakjuban sekali,apalagi semua buahnya itu bisa di panen dengan mudah.
Semua itu membuat Kafa dan Dokter Armand menjadi lupa diri, senantiasa terus memanen tanpa henti tidak terasa keranjangnya sudah terisi penuh.Dengan buah strawberry bewarna merah matang siap di makan .
Mereka berdua celingukkan mencari dimana Dirga sedang berteduh.
Setelah tahu kalau Dirga itu sedang bermain ayunan, mereka berdua menyusulnya dengan membawa sekeranjang buah strawberry .
Dirga yang asyik bermain ayunan juga dia berteduh sedari tadi, mengamati Kafa dan Dokter belepotan tanah.
Mereka pun wajahnya merah agak kehitaman karena terkena sengatan terik sinar mentari.
__ADS_1
Kafa sesekali mengibaskan bajunya agar tak kegerahan, begitu juga Dokter Armand.
Bersambung...