
Hari ini tepat pukul 17.00 wib dan sudah sore karena pengunjung sudah tak ada maka,Dirga mengusulkan untuk pergi berlibur sekarang .
Selain mereka bertiga nantinya berlama-lama menghabiskan waktu luangnya,sekalian Dirga ingin mengajak bermalam ke Villa nya di bukit
Karena sudah lama dia tak melihat, juga tak mengunjungi Villa di bukit miliknya, sekarang kebetulan karena ingin pergi berlibur.
Dirga pun ingin mengajak Dokter Armand dan juga Kafa menikmati bersantai di sebuah Villa dengan suguhan pemandangan alam hijau.
Hamparan keindahan alam membentang, dan sejauh mata memandang hanya ada kealami an yang bersemayam di pelupuk mata.
Begitu memandang maka tubuh akan terasa rileks, membuang jauh rasa penat yang ada menikmati semua hamparan nyata keindahan alam dari atas bukit.
"Ayo Dokter kita akan berangkat sore ini juga." usul Dirga pada Dokter Armand yang sedang membereskan alat-alatnya.
Kafa yang sedang membantu ikut menoleh ke arah Dirga, dia menatap dengan senyum yang tersimpul di bibirnya seperti bulan sabit indah
Dirga mendekat dan berdiri di dekat Dokter Armand saat ini.
"Memangnya mau kemana?, ini kan sudah sore mau kemana kita ini?" tanya dari Dokter sambil meneruskan membereskan peralatan, dan setelah rapi dia pun duduk.
"Ehm, aku berencana mengajak kalian berdua ke Villa milikku, pasti suka di sana terhampar pemandangan alam."ujar Dirga lalu tersenyum pada Kafa agar dia menyetujui ajakkan Dirga.
"Kalau berangkat sekarang malah lebih enak, kita bisa bermalam 2 hari disana." usul Dirga lagi dengan memandang Dokter Armand dan juga Kafa saat ini.
"Aku terserah saja." jawab dari Kafa dengan entengnya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi sekarang." jawab Dokter Armand lalu setelah cuci tangan
__ADS_1
Dokter Armand lalu membereskan beberapa barang milikknya yang akan ia bawa ke Villa, dia pun memasukkannya ke dalam mobilnya .
Setelah itu mereka bertiga pun pergi berlibur.
Beberapa jam kemudian mereka pun sudah sampai di tempat yang mereka tuju .
Memang benar tempatnya sangat indah dan cocok sekali di jadikan tempat berlibur, jika bermalam di sini beberapa hari maka sangat pas untuk membuang semua rasa penat di dalam tubuh sebelum melanjutkan aktivitas harian yang sangat memuakkan.
"Wah tempatnya indah sekali dari kayu." ucap Kafa dengan takjub serta mamandangi rumah kayu yang tepat di depannya saat ini.
"Tentu saja walaupun sederhana disini sangat nyaman, mana tasmu aku akan membawakan nya." ujar Dirga sambil menarik tas Kafa dan membantunya karena Kafa terlihat kelelahan.
Dokter Armand mengeluarkan barangnya dan mengabsen semua koper dan semua barang yang akan di bawa ke dalam Villa milik Dirga.
Beberapa saat Dirga pun menunjukkan kamar Kafa yang sederhana tapi sangat bersih disini Kafa sementara tidur untuk beberapa hari ini.
Dirga setelah menunjukkan kamar Kafa dia balik arah ke depan untuk membantu Dokter Armand , ternyata banyak sekali barang yang di bawa Dokter Armand. Seperti orang yang akan pindah rumah.
"Wah... Dok anda mau pindah atau piknik?" ledek Dirga sambil membawa koper miliknya.
"Kenapa kau keberatan?" ujar Dokter Armand dengan sewot ,karena memang bawaannya teramat banyak,kalau hanya bermalam sekitar beberapa hari saja bawaannya terlalu banyak.
"Bukan begitu, tapi apakah anda serius hanya menginap beberapa hari saja."tanya Dirga dan dengan nada sedikit meledek.
"Sudah kalau tak mau bantu biarkan saja !!" jawab Dokter Armand dengan sedikit arogan.
__ADS_1
"Ha... ha... ha..." tawa Dirga dengan terbahak- bahak.
"Aku hanya bercanda."sambil membawakan koper Dokter Armand yang berukuran besar .
"Dimana pengurus Villa ini?,aku rasa bersih dan rapi pasti ada yang merawatnya." ucap dari Dokter Armand sambil mengeluarkan isi dalam kopernya itu, dan mengamati sekeliling
"Iya biasanya memang di bersihkan, karena kita mau kemari mereka aku suruh kembali." jawab Dirga kepada Dokter Armand sambil menaruh kopernya.
"Pantas saja bersih terawat, rumah pengurus nya apakah dekat sini?" tanya Dokter Armand.
"Tentu saja, besok pagi aku akan mengajak kalian berdua untuk melihat perkebunan." ujar Dirga lalu dia merebah di kasur dekat Dokter Armand.
"Kau anak orang kaya rupanya." ucap Dokter Armand sambil memandang wajahnya Dirga.
"Sebenarnya tidak terlalu kaya, namun semua ini adalah peninggalan nenek buyutku, harus tetap di rawat iya kan." sambil menatap langit -langit kamar dan meregangkan bandannya .
"Hei bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Dokter Armand pada Dirga seketika dia pun duduk dan menatap wajahnya Dokter Armand dengan serius.
" Tentu saja tanyakan saja Dokter aku akan menjawabnya." jawab Dirga yang tegas pada Dokter Armand.
Karena Dirga mengira kalau Dokter Armand akan menanyakan tentang hubungannya itu dengan Kafa, maka dia pun sangat siap untuk menjawab kalau dia sangat menyukai Kafa.
Dia pun menanti pertanyaan Dokter Armand, yang akan keluar dari bibirnya itu,Dirga pun beberapa kali menelan saliva nya lalu Dokter Armand belum juga mengeluarkan kata-kata yang membuat pria tampan nan rupawan ini semakin penasaran di buatnya.
Dokter Armand pun baru saja mulai membuka mulutnya itu hendak mengeluarkan kata-kata yang berisi pertanyaan.
"Praang..."suara benda jatuh sontak membuat mereka berdua tidak jadi berbincang segera berlari ke sumber suara tersebut.
__ADS_1
Bersambung...